
terserah kamu saja, aku juga malas menceritakan kepada mu (Teriak ku saat itu),
Dengan ukuran perut ku yang besar lain dari semula dengan usia kandungan hamil 4 bulan lebih, hasil tes pack kehamilan yang ku tunjukkan juga semua benar kepadamu (Itu hak kamu mau percaya atau tidak, ucapku dengan berteriak kembali).
(ku ulangi kembali ucapan ku).Itu hak kamu percaya atau tidak.
namun satu hal yang harus kamu tau Dion, dalam benat ku, dalam hati ku, aku sangat benci kepadamu.
jika kamu tidak mengakui Aku sebagai orang yang kamu anggap ada di dunia ini, satu hal yang ku ingatkan kepada mu, Janin itu benar ada, dan mungkin jika dia bisa bertahan hidup di dunia, dia tidak akan bahagia punya Papah seperti kamu, *******. (Ucap ku dengan nada kasar dan terengga enggah saat itu untuk mengatur nafas).
Namun Dion hanya diam saja saat itu, menganggap aku tidak ada dan bahkan dia sangat santai sekali.
Kamu boleh mengabaikan apa yang aku ucap kan, tapi kamu harus ingat, pernah ada darah yang tertebar dengan paksa, pernah ada tangisan yang keluar bukan terpaksa, darah itu adalah darah daging kamu. (ucapku kepada Dion yang saat itu mencuci tangan nya di wastafel.)
okelah, Jika kamu sudah selesai bercerita, silahkan kamu tidur (Ucap Dion yang saat itu, berjalan ke arah tempat tidur ku).
__ADS_1
aku tidak mau membahas hal itu, Itu sama sekali tidak berkesan kepadaku, sama sekali tidak berkesan. (Ucap Dion yang tidur membelakangi aku).
Bagaimana bisa dia tidak memikirkan sama sekali hal itu? Apakah dia tidak tau bagaimana perasaan takut ku saat itu? Apakah dia sama sekali tidak memiliki hati? Guma ku dalam hati.
Apakah ini pelajaran buat ku, seharus nya aku tidak harus mempercayai laki laki sepenuh nya ( Tambah ku sambil memejamkan mata ku yang saat itu tidak bisa tidur. )
dipp dipp dipp (Nada SMS ku masuk)
" Kamu dimana ndy? pesan ku tidak kamu read sama sekali, apakah kamu baik baik saja?" itu adalah pesan dari Melany sahabat baik ku.
"Aku sehat kok Mel" jawab ku singkat.
"Panggilan masuk dari Melany"
Ku angkat telp itu dan berjalan ke arah keluar kamar Dion, agar dapat leluasa berbicara.
__ADS_1
Ndy, kamu baik aja kan? Ucap Melany berulang kali di Hp.
aku baik aja kok Mel ( Ucap ku singkat).
Menangis lah jika ingin menangis, tidak perlu menutupkan atau menahan nya. buat lah yang bisa membuat mu senang saat ini. lakukan lah ndy, jika semua nya tidak sesuai dengan keinginan mu. aku disini akan mendengar kan mu, sampai kamu puas dan lega. bahkan jika harus menunggu kamu harus sampai bosan untuk menangis, aku akan mendengar kan nya " Ucap Melany saat itu, yang entah kenapa, itu sangat membuat ku tenang".
Hiksss Hiksss Hiksss suara tangisan ku memecahkan suara yang hening di ruangan tamu Dion,
Entah sudah berapa lama aku nangis saat itu, namun aku sekita ngantuk, dan tertidur. yang ku ingat HP ku masih nyala dengan durasi 2 jam lebih dengan nama panggilan Melany.
dan suara Melany terbayang bayang di fikiran ku sebelum tidur dengan ucapan "Ndy ndy ndy, kamu dengar aku".
Ikuti terus perjuangan Cindy ya, seorang perempuan yang harus meneruskan perjuangan Hidup, yang melepaskan semua yang ada dalam hidup nya untuk menjalani kehidupan baru nya.
Maaf ya pembaca Lama tidak Up, selanjutnya Novel ini akan lanjut terus untuk Up
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Komentar nya ya Pembaca, (Jangan lupa di Favorit kan ya).
penulis berterima kasih sekali, jika ada kritik dan masukan.