
Naya kaget saat memasuki sebuah kafe, karena tidak ada satu orang pun pengunjung selain mereka berdua. Kafe juga telah didekorasi dengan romantis. Naya yang tidak pernah pacaran dan diperlakukan istimewa dengan pria manapun termasuk Hanif, menjadi terharu.
Seperti di Film yang sering Kenzo bintang, dan pernah Naya impikan, kafe di sulap menjadi tempat yang sangat istimewa. Dengan cahaya redup dan meja yang di tata dengan hanya diterangi lilin. Suara musik dengan lagu syahdu.
Lantai kafe dipenuhi bunga dan ada tulisan MARRY ME. Naya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Semua bagai mimpi. Dulu semua ini hanya bisa dilihat dari sebuah film atau sinetron, namun saat ini Naya meyaksikan dan mengalami sendiri.
Naya memandangi sekeliling kafe. Wanita itu lalu mencubit tangannya sendiri."Aaww, sakit. Berarti bukan mimpi," gumam Naya, namun suaranya masih dapat di dengar Kenzo. Pria itu tertawa melihat tingkah lucu wanita itu.
"Kenapa, Naya? Ini bukan mimpi. Kamu suka?" tanya Kenzo. Naya hanya bisa menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
Kenzo meminta wanita yang dicintainya itu duduk, Kenzo juga ikutan duduk di samping Naya.
"Naya, aku nggak bisa berbasa-basi. Jadi aku langsung aja ke tujuan aku mengundangmu makan malam. Aku ingin mengatakan padamu sekali lagi, maukah kamu menjadi pendamping hidupku." Kenzo menarik napas dalam sebelum melanjutkan kembali ucapannya.
"Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi. Bermunajat pada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali ku tanya di hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku? Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama, itu kamu. Tahukah kamu? Satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk menjadi istriku adalah kamu. karena, syarat pernikahan adalah jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama. Maukah kamu menikah denganku, Naya?"
Naya memandangi Kenzo tanpa kedip. Kenzo selalu saja bisa membuat dirinya tersanjung, dan merasa wanita paling beruntung.
"Dulu, aku tidak pernah bermimpi bisa sedekat ini dengan idolaku. Saat aku melihatmu di televisi, aku hanya bisa mengagumi. Aku juga tidak pernah menyangka, jika takdir hidupku begini. Aku selalu berharap menikah hanya sekali seumur hidupku. Tidak pernah aku membayangkan akan ada dua pria yang pernah hadir di hati ini. Namun, aku meyakinkan semua ini pasti akan ada hikmahnya. Mungkin Tuhan mempertemukan kita dengan pria yang salah sebelum akhirnya mempertemukan kita dengan orang yang tepat." Naya menjeda ucapannya dan menarik napasnya dalam.
"Terima kasih sudah memilihku untuk bersamamu, aku tahu aku sangatlah beruntung memilikimu. Kau datang di hidupku dan kurasa itulah keajaiban yang diturunkan Tuhan kepadaku. Kamu telah membuatku melewati jalan yang penuh liku dengan senyuman dan penuh kebahagiaan, sekali lagi terima kasih, Kak. Aku bersedia menikah denganmu," ujar Naya dengan pelan.
__ADS_1
"Aku nggak salah dengarkan, kamu bersedia menikah denganku," ucap Kenzo dan tanpa sadar Kenzo menggenggam tangan Naya.
Wanita itu menarik tangannya," Maaf, Kak. Kita belum menikah," ujar Naya.
"Maaf Naya. Aku bahagia mendengarnya. Sehingga lupa." Kenzo berdiri dan melompat.
"Akhirnya. Aku bisa menikahi kamu."
Naya tersenyum melihat tingkah Kenzo yang seperti anak kecil mendapatkan mainan baru. Kenzo melompat dan menari.
"Kak, malu dilihat sama pelayan kafe nya," ucap Naya mengingatkan Kenzo.
"Aku nggak peduli. Aku hanya ingin meluapkan rasa bahagia ini. Tidak sia-sia penantian aku selama ini."
"Aku mau kita menikah dalam minggu ini juga. Aku ingin kita pacaran setelah menikah. Kata pak Ustad Ramli, pacaran halal itu akan lebih mengasyikkan. Aku sudah cerita tentang perasaanku padamu dengan Ustad Ramli. Dia menyarankan agar aku segera menikahi denganmu setelah masa iddahmu berakhir. Karena jika kita terus berdekatan tanpa ada ikatan, takutnya ada godaan setan."
"Menikah dalam minggu ini juga?" tanya Naya kaget.
"iya. kita menikah secara agama dulu sambil menunggu surat-surat untuk pernikahan resmi kita selesai. Aku mohon kamu setuju Naya. Seperti kata Ustad, aku takut khilaf. Ini aja aku harus susah payah menahan untuk tidak menyentuhmu. Aku ini hanya manusia biasa, yang ilmu agamanya masih awam dan minim. Aku takut nanti melanggar norma agama dan itu akan membuat kamu menjauhiku. Kita menikah hari jumat, tiga hari lagi. Secara siri dulu."
Naya mengerti dengan apa yang Kenzo takutkan. Naya sebenarnya juga menakutkan hal yang sama. Dua orang berlawanan jenis jika berdekatan pasti aman banyak godaan.
"Baiklah, Kak. Aku bersedia, namun ada satu syaratnya."
__ADS_1
"Apa itu Naya?" tanya Kenzo, kuatir syarat yang diberikan Naya berat dan tidak bisa dirinya penuhi.
"Besok, Kak Kenzo harus mendaftarkan pernikahan kita di kantor urusan agama. Pernikahan siri ini hanya untuk sementara menjelang pernikahan secara negara sah. Aku nggak mau selamanya pernikahan secara siri."
"Kalau hanya itu syaratnya, aku pasti akan penuhi segera. Jangan kuatir. Aku juga nggak mau pernikahan kita hanya siri. Aku ingin memiliki kamu secara utuh."
Setelah makan malam, Kenzo mengantar Naya pulang ke Kost. Pria itu langsung meminta identitas Naya untuk mendaftarkan pernikahan mereka besok di kantor urusan agama.
Pulang dari Kost Naya, Kenzo langsung menuju rumah kediaman orang tuanya. Kenzo tidak sabar ingin mengatakan pada mama-nya berita bahagia ini.
Sementara itu, Naya di kamar sedang memikirkan kedua mantan mertuanya. Apakah dia akan mengatakan tentang pernikahannya sekarang atau saat pernikahan resmi secara negara saja.
Naya masih tidak percaya dengan jalan hidupnya, di usia sangat muda ini, Naya telah banyak mengalami pahit manisnya kehidupan.
Terkadang hidup itu terasa lucu, karena yang kita anggap baik justru bukan yang terbaik, dan yang kita anggap tidak baik, pada akhirnya adalah rencana Tuhan yang terbaik.
Bukan tanpa alasan dan sebab Allah yang Maha Adil lagi Bijaksana memisahkan kamu dengan seseorang yang mungkin telah lama menjadi pasanganmu, Bisa jadi karena Allah memahami jika kamu dan dia terus dipersatukan, kalian hanya akan terus saling menyakiti atau salah satu dari kalian terzhalimi, dan Allah berkehendak menjaga yang terzhalimi dan akan memberikan yang lebih baik untuknya.
Bukan tanpa alasan dan sebab Allah yang Maha Pengasih mempertemukan kamu dengan seseorang yang membuat kamu tertarik padanya. Bisa jadi kamu dan dia memang sudah ditakdirkan Allah untuk dipertemukan sejak awalnya, atau bisa jadi pula kamu atau dia atau keduanya pernah saling meminta didalam doa untuk dipertemukan, dan Allah memandang itu baik lalu mengabulkan permintaan kalian.
...****************...
Bersambung.
__ADS_1