PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN

PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN
Bab Tiga Puluh Tujuh. PYTD.


__ADS_3

Kenzo terbangun di tengah malam dan melihat ke samping, tampak Naya yang sedang lelapnya dalam dekapan mimpi.


Kenzo merapatkan tubuhnya dengan Naya dan memeluknya erat. Kenzo mengecup dahi dan bibir mungil wanita itu.


"Pantas banyak pria makin gendut saat telah berkeluarga. Ternyata memiliki istri itu sangat nikmat. Yang paling utama karena kita tidur tidak akan sendiri lagi. Ada yang di peluk. Biasanya hanya ditemani bantal," gumam Kenzo pada diri sendiri.


Naya terbangun saat azan subuh berkumandang. Kaget melihat ada seseorang di sampingnya. Hampir saja Naya mendorong tubuh itu, jika Naya tidak segera sadar dirinya telah menikah.


Naya mendekatkan wajahnya ke wajah Kenzo. Mengelus wajah itu. Hidungnya Kenzo yang mancung, Naya permainkan. Kenzo yang terbangun karena ulah istrinya itu berpura-pura masih tidur.


Naya makin mendekatkan wajahnya ke muka Kenzo. Pria itu sudah tidak bisa menahan, dikecupnya bibir Naya, membuatnya kaget.


"Kak Kenzo ... Kakak udah bangun?" tanya Naya dengan cemberut karena merasa dibohongi.


Kenzo makin merapatkan tubuhnya dan memeluk pinggang Naya,menariknya agar makin merapat.


"Kenapa memandangi wajahku seperti itu? Ganteng, ya?"


"Kak Kenzo narsis amat."


"Mengaku aja. Jangan bohong. Kamu kagum dengan wajah ganteng ini'kan?" Kenzo mengecup bibir Naya.


"Kita solat subuh bareng. Kak Kenzo jadi imam-nya?" tanya Naya.


"Boleh," jawab Kenzo dan langsung bangun dari tidurnya. Mereka melaksanakan solat subuh berjamaah. Setelah solat, Naya mengaji bersama Kenzo sebentar. Sekalian mengajari Kenzo.


Pagi ini setelah sarapan, rencananya mereka akan ke kampung Naya. Istrinya Kenzo itu, ingin mengatakan pada Abi dan Umi Hanif jika dirinya telah menikah lagi. Saat menikah kemarin, Naya telah berusaha menghubungi, tapi ponsel Abi maupun Umi tidak ada yang aktif.


Naya bangun dari tidurnya dan melihat Kenzo sumainya masih terlelap. Sehabis melaksanakan solat subuh, keduanya kembali tidur.


Naya mau memasak buat sarapan mereka. Di lihatnya kulkas hanya ada mie instan dan sosis serta bakso. Naya mengambil bahan yang ada dan membuat sarapan.


Saat sedang memasak, Naya merasakan pelukan dari belakang tubuhnya. Naya mematikan kompor dan membalikkan badan menghadap ke Kenzo suaminya.


"Di kulkas hanya ada mie instan. Aku buat sarapan itu aja. Aku kira seorang aktor ternama tidak akan menyimpan dan makan mie instan. Ternyata sama saja. Aku tanganku kost memang langganan mie instan."


Kenzo mengangkat tubuh istrinya dan mendudukan diatas meja makan. Tubuh Kenzo berada diantara kedua kaki Naya. Kenzo memeluk pinggang istrinya agar makin merapat.


"Aku ingin setiap saat dekat denganmu. Aku minta libur shooting 3 hari. Kita bisa hari ini ke kampung kamu, tapi setelah itu kamu harus ikut ke lokasi setiap aku shooting. Aku mau kamu temani aku setiap saat agar aku ingat jika aku telah menikah."

__ADS_1


"Aku malu dengan aktor dan aktris lainnya. Lagi pula nanti aku ketemu Mbak Citra dan Mas Hanif. Aku ...."


"Apa kamu belum bisa move on dari Hanif? Kenapa takut bertemu dengan Hanif?"


"Bukan begitu, Kak? Aku sudah melupakan semua masa lalu. Saat ini yang ada di hati dan pikiranku, hanya Kak Kenzo. Dosa jika seorang istri masih memikirkan pria lain. Cuma aku nggak enak aja bertemu mereka. Aku nggak mau nanti berdebat dengan Mbak Citra."


"Jika ada yang berani mengganggu kamu, baik itu hanya perkataan, mereka akan berhadapan denganku. Tidak ada yang boleh mengusik istriku."


Naya mengalungkan tangannya di leher ssng suami. Wanita itu mengecup bibir Kenzo, hal itu membuat Kenzo tersenyum dan langsung membalasnya.


Setelah sarapan Kenzo dan Naya berangkat menuju kampung halamannya yang memakan waktu selama enam jam perjalanan .


Sepanjang perjalanan, tangannya menggenggam tangan Naya. Wanita itu selalu tersenyum melihat apa yang suaminya lakukan.


Jam tiga sore Naya dan Kenzo sampai di rumah kediaman orang tua Hanif. Rumah itu tampak sepi. Naya dan Kenzo berjalan menuju pintu utama. Naya mengetuknya beberapa kali, baru terdengar sahutan. Seorang wanita berjalan membukakan pintu.


"Naya ...!" ucap Hanif. Kenzo langsung mendekati Naya dan memeluknya. Hanif yang melihat itu menjadi kaget.


"Apa kamu dan Naya telah menikah?" tanya Hanif.


"Iya. Kami telah menikah."


"Terima kasih, Mas. Apa Abi dan Umi ada?"


"Ada, di kamar. Umi baru sembuh. Jadi masih perlu istirahat."


"Umi sakit?" tanya Naya. Dia langsung masuk dan menuju kamar. Tampak Umi terbaring dengan tangan yang di balut perban.


"Assalamualaikum, Abi, Umi. Apa yang terjadi dengan Umi?" Naya duduk di tepi ranjang dan menggenggam tangan Umi yang tidak luka.


"Naya, Umi kangen Nak."


"Naya juga kangen Umi. Tangan Umi kenapa?"


"Umi terjatuh di pasar saat seorang jambret menarik tas nya."


"Kapan itu terjadi, kenapa Umi dan Abi tidak mengobari aku?"


"Abi nggak ingat nomor ponselmu. Ponsel kami hilang di ambil jambret."

__ADS_1


"Maaf Abi, Umi," ucap Naya dan menangis memeluk Umi.


"Kenapa kamu harus meminta maaf. Ini bukan salah kamu, Nak!"


"Maaf, karena aku sempat berpikir buruk. Aku kira Abi dan Umi telah memblokir nomor ponselku. Karena dua hari yang lalu aku menghubungi Abi dan Umi, tapi tidak bisa."


"Nggak apa, Nak."


"Kamu datang sama siapa?" tanya Abi, melihat Kenzo yang berdiri di samping Hanif.


"Abi, Umi, kenalkan itu Kak Kenzo, suami aku," ucap Naya.


Kenzo berjalan mendekati ranjang dan menyalami Abi dan Umi dengan badan yang sedikit menunduk tanda menghormati kedua orang tua Hanif.


...****************...


Bersambung.


Bagaimana reaksi Abi dan Umi setelah mendengar Naya telah menikah lagi?. Nantikan terus kelanjutan dari novel ini. Terima kasih.


Sambil menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel mama yang lainnya, seperti yang satu ini.


JUDUL NOVEL MELATI (ISTRI YANG TAK DIANGGAP)


Melati gadis yatim piatu yang harus mencari nafkah buat diri sendiri dan untuk membayar hutang yang ditinggalkan ayahnya.


Setiap hari ada saja yang datang buat menagih hutang orang tuanya.


Rasa putus asa karena tak pernah dapat melunasi hutang peninggalan ayahnya membuat Melati menerima pernikahan kontrak, yang memintanya mengandung anak seorang pria yang arogan dan dingin.


Melati selalu menerima apapun yang dilakukan Jino pada dirinya. Ia berusaha menjadi istri yang baik walau Jino selalu berlaku kasar.


Tapi Jino sang suami masih saja tak pernah menganggap kehadirannya.


Hingga suatu hari Melati merasa lelah atas pernikahannya. Ia pergi meninggalkan suaminya ketika ia sedang mengandung anak keduanya.


Ketika Melati telah pergi, Jino baru mengetahui Nia istri pertama yang sangat dicintainya ternyata menipu dirinya dan telah berselingkuh.


Saat semuanya telah terungkap , Melati telah pergi jauh. Akankah Jino dapat membawa Melati kembali?

__ADS_1



__ADS_2