PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN

PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN
Bab Tiga Puluh Lima. PYTD.


__ADS_3

"Mama ...," teriak Kenzo begitu sampai di rumah kediaman orang tuanya. Kenzo tidak sabar lagi ingin mengatakan tentang lamarannya yang diterima Naya.


"Mama," panggil Kenzo masih dengan berteriak. Sambil berlari, Kenzo mencari keberadan mamanya. Ternyata wanita yang telah melahirkan dirinya itu tertidur di sofa ruang keluarga.


Kenzo langsung memeluknya, dan mengecup pipi mama kiri dan kanan. Wanita itu membuka matanya dan keheranan melihat tingkah putranya itu.


"Kamu kenapa? Keliatan girang banget." Mama bangun dari tidurnya dan mengucek mata. Memperhatikan Kenzo yang melompat kegirangan.


"Mama, aku mau kawin!" teriak Kenzo lagi.


"Kawin apa nikah?" tanya Mama dengan raut wajah lucunya.


"Dua-duanya. Akhirnya cintaku diterima, Ma. Tiga hari lagi aku akan nikah. Mama mau beli baju dan perhiasan, nggak. Bagusnya mas kawin aku apa, Ma?"


"Kamu nikah dengan siapa? Film atau sinetron baru, ya?" tanya Mama.


"Mama, gimana sih. Aku itu nikah benaran dengan Naya."


"Kamu mau nikah dengan Naya?"


"Mama pasti masih tidur. Belum sadar, nih. Dari tadi tanya melulu. Basuh dulu wajah Mama, nanti aku mau ngomong."


Mama kembali mengucek matanya. Memandang Kenzo dengan cemberut.


"Kamu yang mimpi. Udah ngebet banget nikah dengan Naya, sampai mengkhayal nikah tiga hari lagi."


"Aku serius, Ma. Naya telah menerima lamaranku. Kami berencana nikah secara siri dulu, hari jumat. Besok aku mau ajak Mama beli cincin buat pernikahan kami. Mengurus syukuran di panti asuhan, dan membeli mas kawin. Aku mau mas kawin seperangkat perhiasan emas aja."


"Kamu serius?"


"Iya, Ma. Emang aku kelihatan main-main. Aku dan Naya akan menikah siri terlebih dahulu. Setelah itu syukuran di panti asuhan milik Ustad Ramli. Pesta akan aku adakan tiga bulan setelahnya. Aku mau kakak datang di pesta pernikahanku. Aku mau pesta yang meriah."


Mama Kenzo tampak terharu. Dari sudut mata Mama menetes air mata. Mama memeluk Kenzo dan tangis Mama akhirnya pecah.


"Apa ini tidak terlalu cepat, Nak? Usiamu baru memasuki dua puluh lima tahun. Apa kamu nanti bisa bertanggung jawab?"


"Mama, kedewasaan tidak dilihat dari segi usia, karena yang menjadikan tolak ukur sebuah kedewasaan adalah kemampuan untuk memiliki pola pikir yang matang. Bukanlah usia yang menjadi penentu kedewasaan seseorang, melainkan bagaimana cara ia berpikir dan bersikap."


"Ternyata anak Mama emang telah dewasa. Baik sikap maupun kata-katanya telah menunjukkan kedewasaan."

__ADS_1


Mama memeluk dan mengelus punggung Kenzo. Kehidupan rumah tangga orangtuanya telah membentuk Kenzo menjadi anak yang berpribadi tanggung jawab. Kenzo berjanji tidak akan pernah menyakiti istrinya. Dia melihat sendiri bagaimana setiap malam mama menangis saat papa-nya lebih memilih selingkuhan dari istri sah.


...----------------...


Kenzo, Naya dan mama-nya pergi ke salah satu toko perhiasan ternama. Kenzo membeli cincin untuk pernikahannya dan meminta Naya memilih seperangkat perhiasan untuk mas kawin.


"Kenapa harus seperangkat perhiasan mas kawinnya. Ini harganya mahal. Cukup satu cincin saja."


"Nggak apa, Naya. Kamu pilih aja mana yang kamu suka."


"Seorang wanita yang baik itu tidak akan memberatkan/menyusahkan calon suaminya dalam urusan mahar. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah mengatakan,'Sebaik-baik wanita ialah yang paling murah maharnya'," ucap Naya.


"Dan sebaik-baiknya pria itu, yang memberikan mahar paling tinggi," sambung Kenzo.


Dengan sedikit memaksa, akhirnya Naya mau memilih seperangkat perhiasan untuk mas kawinnya. Setelah dari toko perhiasan, mereka ke butik untuk membeli pakaian buat Naya nikah besok.


"Aku udah banyak pakaian muslim. Bukankah nikah besok hanya pernikahan siri saja?" tanya Naya lagi.


"Walau hanya pernikahan siri, aku ingin kamu tampil sangat cantik dan akan menjadi kenangan yang tidak akan kamu lupakan."


Kenzo dan Mama-nya memilih baju muslim putih untuk Naya kenakan di akad nikah besok. Setelah semua selesai Naya di antar pulang ke kost.


...----------------...


Kenzo tampak mondar mandir di depan rumah pak Ustad. Padahal Ustad telah memintanya duduk. Pernikahan Kenzo dan Naya akan dilakukan setelah saksi datang.


Naya dan Mama Kenzo telah masuk ke rumah dan duduk di ruangan tempat akad nikah akan berlangsung. Setelah saksi datang, Kenzo pun ikut masuk.


Saat ini tangan Kenzo dan Ustad telah saling berjabatan. Pernikahan/ijab kabul akan segera dilaksanakan.


"William Xavier Kenzo," panggil Ustad.


"Saya, Ustad."


"Saya nikah dan kawinkan engkau dengan saudari Nayyara Kayla Azga binti Rafli dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas, di bayar Tunaaiii."


"Saya terima nikah dan kawinnya Nayyara Kayla Azga binti Rafli dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai." Kenzo mengucapkan akad nikah hanya dengan sekali tarikan napas sehingga Saksi meyatakan sah.


Setelah pernikahan dinayatakan sah, Ustad meminta Naya menyalami dan mencium tangan Kenzo yang saat ini telah sah menjadi suaminya di mata agama.

__ADS_1



Naya mencium tangan suaminya itu dengan tersenyum. Naya tidak pernah menduga jika orang yang dulu menjadi idolanya, saat ini telah sah menjadi suaminya. Air mata Naya menetes saat mencium tangan Kenzo. Teringat saat pertama dia menikah.


Saat itu Naya begitu bahagianya karena bisa menikah dengan anak seorang Ustad yang di kenal sangat ramah. Naya merasa wanita paling beruntung ketika itu.


Kenzo menyematkan cincin kawin kejari manis Naya, setelah itu Naya juga menyematkan cincin di jari manis Kenzo.




Kenzo mengecup dahi Naya, membuat wanita itu kaget. Sesaat setelah itu Naya tersenyum, menyadari jika Kenzo telah menjadi suaminya. Jadi halal baginya menyentuh Naya.


...----------------...


Tangan Kenzo terus saja menggenggam tangan Naya saat berada di panti asuhan, syukuran pernikahannya. Mama Kenzo tampak ceria, dengan senyuman semringahnya.


Kenzo mengambilkan sepiring nasi dan lauk untuk Naya. Mengajak wanita yang telah sah menjadi istrinya itu duduk di sudut dekata taman. Mama Kenzo lagi berbincang dengan istri pak Ustad.


"Kamu cantik banget, Naya. Beruntung aku sebagai suamimu. Apakah ini yang dikatakan bidadari surga? Wujudnya secantik kamu."


"Kak Kenzo gombal."


"Bukan gombal, Sayang. Ini kenyataan. Kamu emang cantik banget."


"Kak Kenzo bisa aja."


"Aku suapin,ya?" tanya Kenzo.


"Aku makan sendiri aja. Malu di lihat orang nanti."


"Kenapa harus malu. Kamu dan aku telah menjadi suami istri."


Kenzo terus merayu Naya, agar wanita itu mau disuapin. Akhirnya Naya mengalah. Selepas acara syukuran, Kenzo mengantar ibunya ke rumah.


Seterusnya Kenzo ke kost Naya, mengambil barang-barang wanita itu. Naya dan Kenzo akan tinggal di apartemen. Kenzo melajukan mobilnya menuju apartemen. Tangan kiri Kenzo terus saja menggenggam tangan kiri wanita yang sangat dicintainya itu.


...****************...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2