PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN

PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN
Bab Empat Puluh Sembilan. PYTD.


__ADS_3

Hanif dan Citra duduk berhadapan di sebuah Kafe. Ada yang ingin Citra katakan dengan mantan suaminya itu.


"Katakan cepat, apa maumu Citra?"


"Aku hanya ingin kita kembali menjalin hubungan seperti dulu lagi."


"Ingat Citra, kita telah bercerai. Aku telah menjatuhkan talak untukmu."


"Kita menikah secara sah aja lagi."


"Citra, aku rasa hubungan kita tidak bisa lebih dari sekedar teman. Kita lebih cocok begini dari pada kita harus menjalin hubungan sebagai suami istri."


"Hanif, aku sangat mencintaimu. Aku janji akan menurut apa pun katamu. Aku juga janji akan merubah penampilanku."

__ADS_1


"Jangan berubah hanya untuk seseorang, tapi niatkan dari hatimu. Maaf, Citra. Kita tidak bisa bersama lagi. Aku telah ada calon istri. Aku harap kamu dapat pria penggantiku yang lebih baik lagi. Coba berubah baik sikap dan penampilanmu. Pasti akan ada pria lain yang akan meminangmu."


"Hanif, aku mencintaimu. Aku baru kali ini benar-benar jauh cinta. Aku akan ikut kemanapun kamu pergi dan bawa aku. Aku janji tidak akan membuat kamu malu lagi."


"Citra, cinta itu tidak bisa dipaksakan. Percayalah cinta itu tau tempat di mana dia akan berlabuh. Kamu pasti akan mendapatkan pendamping yang bisa menerima kamu apa adanya. Bersabarlah sambil membenah diri menjadi pribadi yang lebih baik."


"Aku mengerti Hanif. Mungkin aku memang ditakdirkan begini selamanya. Aku menikah denganmu berharap akan mendapat kebahagiaan dan akan dibimbing menjadi pribadi lebih baik karena dirimu yang mengerti agama. Tapi mungkin kamu dan aku bukanlah pasangan yang ditakdirkan bersama hingga tua. Hanya sekadar mampir saja," ucap Citra.


"Maafkan aku. Aku rasa percakapan kita cukup. Aku tidak ingin calon istriku atau calon mertua melihat kita dan terjadi salah paham. Semoga kamu mendapat kebahagiaan walau bukan bersamaku."


Apakah wanita seperti aku tidak pantas bahagia. Apakah pendosa sepertiku tidak ada kesempatan untuk mengubah dirinya menjadi baik? Kenapa tidak ada yang percaya jika aku ingin berubah. Aku juga ingin dicintai seperti wanita lainnya. Padahal aku telah bertekad akan berubah, tapi tetap saja tidak ada yang bisa menerima perubahan dariku.


Orang-orang pasti akan memilih bunga yang paling cantik, dan paling harum. Bunga yang berduri akan selalu ditinggalkan. (Nenia Campbell)

__ADS_1


Cinta memang tak harus memiliki. Terkadang kita harus mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih bahagia apabila kita melepaskannya.


Kita tidak akan pernah bahagia jika hanya seorang diri berjuang untuk mendapatkan cinta. Percuma berjuang jika dia tidak memiliki perasaan yang sama, ujung-ujungnya kau akan terluka dan kecewa. Lebih baik tak perlu berharap apalagi mengejar cukup tingkatkan kualitas diri agar kelak pantas mendapatkan cinta yang layak.


...----------------...


Sementara di kediaman orang tuanya, Syifa sedang mencari tahu semua tentang Hanif. Hingga wanita itu melihat dan membaca kabar perpisahan Hanif dan Naya yang disebabkan perselingkuhannya.


"Jadi Mas Hanif berselingkuh dengan lawan mainnya,hingga Naya minta pisah. Dan kedekatan Kenzo dengan Naya karena wanita itu yang menemani saat Mas Hanif shooting. Pantas Naya tidak mau mengatakan di mana Kenzo shooting saat aku bertanya kemarin, ternyata dia takut apa yang terjadi dengannya akan terulang. Takut Kenzo jatuh cinta dengan wanita yang datang ke lokasi shooting seperti dirinya dulu," gumam Syifa.


"Apa aku tidak salah jika menikah dengan Mas Hanif? Aku takut dia akan selingkuh lagi. Apa yang harus aku lakukan? Menolak atau menerima lamarannya besok?"


Syifa menjadi bimbang setelah melihat semua berita Hanif. Besok keluarganya Hanif akan datang melamar.

__ADS_1


...****************...


Bersambung


__ADS_2