PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN

PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN
Bab Empat Puluh. PYTD.


__ADS_3

"Tidurlah, aku buatkan teh hangat dulu. Aku telah pesan sop ayam buat makan kamu. Setelah sop pesanan datang, aku kembali ke lokasi. Kamu nggak keberatan sendiri di rumah?" tanya Kenzo.


"Nggak apa, Kak. Lagi pula sakit kepalanya udah mulai hilang."


"Tapi kamu harus tetap istirahat. Ingat istirahat itu berarti kamu tidur. Jangan ada yang kamu kerjakan. Bersih-bersih apartemen ini udah ada orangnya."


"Kalau nanti aku suntuk?" ucap Naya manja.


"Kamu bisa nonton. Hidupkan aja film yang pernah aku perankan."


"Nggak mau!


"Kenapa nggak mau, Sayang?" tanya Hanif dengan menangkup kedua pipi istrinya itu.


"Aku nggak mau lihat. Di Film itu Kak Kenzo dipeluk-peluk banyak cewek cantik. Aku cemburu nanti," gumam Naya, namun suaranya masih dapat Kenzo dengar.


Kenzo terbahak, tidak dapat menahan tawanya membuat Naya makin cemberut. Kenzo langsung menghujani wajah Naya dengan ciuman.


"Itu hanya peran, Sayang. Lagi pula semua film aku perankan saat belum menikah. Mulai besok, aku nggak akan mau berperan jika ada adegan pelukan. Kita kembangkan butik milikku saja. Aku mau buka cabang tiga lagi. Nanti kamu dan aku yang menangani langsung."


"Kak ...."


"Ya, ada apa?"


"Aku mau peluk. Aku sebenarnya nggak lapar. Aku nggak mau makan. Maunya di peluk aja," ucap Naya pelan karena malu.


"Manja banget istriku ini. Ayo tidur sambil pelukan. Kalau kamu sudah tidur baru aku pergi."


Naya langsung membaringkan tubuhnya. Kenzo membawa kepala Naya ke dalam dadanya. Mengusap punggung istrinya itu hingga terlelap.


Setelah istrinya tidur dengan lelap, pelan-pelan Kenzo memindahkan kepala Naya ke bantal. Kenzo mengecup dengan pelan dahi istrinya takut membangunkan.


Sop Ayam yang dipesankan tadi, Kenzo letak di atas meja makan. Kenzo membuat catatan," Jangan lupa makan dan panaskan sop sebelum makan. I Love you." Tulisan itu di letakkan di bawah mangkuk untuk tempat sup.

__ADS_1


Sebelum pergi, Kenzo kembali mengintip ke kamar, mamastikan jika istrinya masih terlelap. Kenzo merasa satu minggu ini Naya istrinya makin manja. Jika awal menikah Naya malu untuk mengekspresikan rasa sayangnya tapi saat ini dia tidak segan minta dipeluk atau minta di cium.


Kenzo kembali ke lokasi shooting dan melakukan shooting hingga jam sepuluh malam. Setelah selesai, Kenzo langsung pulang. Teringat istrinya yang sendirian di apartemen.


Saat membuka pintu, Kenzo melihat istrinya itu yang terlelap di sofa depan televisi. Kenzo mengecup pipinya. Di meja tampak nasi dan sop yang masih yang masih banyak tersisa.


"Apa Naya sakit? Kenapa makannya hanya sedikit?" tanya Kenzo pada diri sendiri.


Kenzo meraba dahi istrinya. Takut jika suhu tubuh Naya tinggi."Nggak panas. Kenapa nggak di makan sop ayam-nya? Apa nggak enak?" Kenzo mencoba sop ayam itu."Enak. Kenapa tidak di makan?" Banyak pertanyaan yang ada di kepala Kenzo.


Kenzo mengangkat tubuh istrinya. Terasa bertambah ringan saja. Kenzo meletakkan tubuh Naya dengan perlahan agar Naya tidak terbangun.


Setelah mengganti pakaiannya, Kenzo naik ke ranjang dan memeluk Naya. Wanita terbangun dan tersenyum melihat suaminya.


"Kakak udah pulang?" tanya Naya dan langsung menenggelamkan kepalanya ke dada Kenzo.


"Udah dong, Sayang. Kalau kakak belum pulang, jadi ini siapa," Tunjuk Kenzo pada dirinya. Naya tersenyum menanggapi ucapan suaminya itu.


"Sayang, kamu sakit?" tanya Kenzo sambil mengecup pucuk kepala istrinya.


"Kenapa nasi dan sop ayam-nya nggak di makan?"


"Selera makanku nggak ada. Sudah hampir satu minggu ini, Kak."


"Besok kita harus ke dokter. Aku takut kamu sakit."


"Kak, apa aku hamil?" tanya Naya.


"Apa? Kamu hamil?" tanya Kenzo dengan semangat.


"Aku seharusnya udah datang bulan minggu lalu. Namun, sampai hari ini belum. Haid terakhir seminggu sebelum kita nikah."


"Kalau begitu kita besok harus ke dokter. Atau aku beli tespek di supermarket samping apartemen ini. Kamu tunggu ya." Kenzo bangun dan mengambil jaket.

__ADS_1


"Nggak usah, Kak. Besok kita juga akan ke dokter."


"Nggak apa. Dekat kok. Kamu mau aku belikan apa?" tanya Kenzo.


"Aku pengin makan nasi goreng yang di warung tenda seberang apartemen ini.:


"Kamu tunggu, Sayang. Aku pergi sebentar." Kenzo mengecup dahi Naya sebelum meninggalkan kamar.


Naya memandangi punggung Kenzo hingga hilang dari pandangan. Di hapus air mata yang keluar dari sudut matanya. Tidak pernah Naya membayangkan akan menikah dengan idolanya dan yang paling membuat Naya tidak berhenti bersyukur, pria itu sangat menyayangi dirinya. Padahal jika Kenzo mau memilih, masih banyak wanita lain yang akan dengan senang hati menerima cintanya.


Setelah melepaskan seseorang yang membuatmu sakit, suatu saat akan ada seseorang yang selalu menghargaimu dan merasa beruntung memilikimu. Dengan memilikmu, aku merasa sangat beruntung karena kamu dapat memahamiku apa adanya dan tidak pernah jengkel dengan segala hal buruk yang pernah aku berbuat, terima kasih karena selalu berada di sampingku. Tuhan begitu sempurna menciptakan seseorang seperti kamu, dan aku beruntung bisa memilikimu.


...****************...


Bersambung


Selamat pagi semuanya. Semoga semua sehat dan dalam lindungan Tuhan. Lope-lope sekebon jengkol buat semua pencinta novel ini. Terima kasih karena masih terus setia menunggu kelanjutannya.


Sementara menunggu novel ini update bisa mampir ke novel mama yang lama.


Judul KEKASIHKU KEKASIH IBU TIRIKU


Naura seorang gadis yang cantik dan baik. Namun semua berubah sejak ibunya meninggal karena mengetahui perselingkuhan ayahnya dengan seorang wanita muda.


Naura yang bertengkar dengan ayahnya dan pergi dari rumah, bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena perhatian dan kebaikannya.


Tapi tak disangka ternyata pria yang membuat Naura jatuh cinta itu adalah pria masa lalu ibu tirinya.


Apakah Naura bisa menerima kenyataan jika pria yang ia cintai merupakan pria yang juga sangat ibu tirinya cintai.


ig reni_nofita79


fb reni nofita

__ADS_1



__ADS_2