PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN

PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN
Bab Empat Puluh Dua. PYTD.


__ADS_3

Setelah menebus obat di apotik rumah sakit, Kenzo segera melarikan mobilnya menuju rumah kediaman orang tuanya. Kenzo sudah tidak sabar untuk mengatakan tentang kehamilan Naya dengan mama.


Sampai di rumah ibunya, Kenzo langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Kenzo yang melihat mama sedang menonton, memeluk mamanya dan mengecup seluruh bagian di wajah wanita itu. Naya tersenyum melihat tingkah suaminya itu.


"Ada apa sih? Kamu dapat peran di film lagi?" tanya mama.


Setelah puas mencium pipi mama, Kenzo duduk di samping wanita parah baya itu. Kenzo meminta Naya duduk di sampingnya.


"Lebih bahagia dari mendapat peran di sebuah film."


"Jadi kamu menang undian lotre?"


"Mama sembarangan aja. Dosa main lotre."


"Terus apa lagi yang membuat kamu bahagia banget."


"Sebentar lagi cucu mama akan bertambah banyak."


"Jadi kamu hamil?"


"Jangan mengada-ngada, Ma. Mana mungkin aku hamil. Naya saat ini sedang mengandung anakku," ucap Kenzo antusias.


"Wah, Selamat Naya Sayang. Ternyata kecebong Kenzo berkembang pesat. Baru satu bulan langsung jadi."


"Jangan sembarangan, kecebong aku ini bibit unggul," ujar Kenzo.


"Kak Kenzo ngomong apa, sih?" Kenzo dan mama tertawa melihat ekspresi lucu wajah Naya.

__ADS_1


"Rasanya baru kemarin mama menggendong kamu. Hari ini mama dapat kabar jika kamu yang akan menggendong bayimu. Waktu cepat sekali berputar," ucap Mama terharu dengan menahan air matanya.


"Apakah mama akan bisa melihat cucu-cucu mama yang lain. Usia makin bertambah."


"Mama akan melihat anak-anakku lahir dan besar hingga anakku kelak akan memberi mama cicit."


"Kenzo, Mama mau kamu dengar sedikit nasehat, jangan bandingkan istrimu dengan wanita mana pun. Karena ia juga sedang menahan diri agar tidak membandingkanmu dengan pria mana pun. Sekarang kau sudah menikah, jika kamu menjalani hidup seperti bujangan saat hidup bersama istrimu, maka nantinya kamu akan segera lajang lagi. Jangan pernah melakukan kekerasan pada pasanganmu, rasa sakit di tubuhnya tidak ada bedanya dengan luka di hatinya. Kau akan berada dalam masalah hidup dengan wanita yang terluka," ujar Mama.


"Pasti, Ma. Aku nggak akan melakukan kekerasan pada istriku, kecuali di atas ranjang. Sedikit keras usahanya, dan akhirnya menghasilkan," ucap Kenzo.


Mendemgar ucapan anaknya, Mama mengambil bantal kursi dan memukul Kenzo. Naya mencubit lengan suaminya itu.


"Sayang, kenapa kamu ikutan mencubit aku. Emang aku sedikit bekerja keras'kan? Kalau nggak kerja keras, pasti akan lama benihku berkembang."


"Kakak ngomong apa? Malu dengan mama," bisik! Naya.


"Aku terserah Mama aja."


"Kapan kamu libur. Kita pesan baju pengantin, dan mulai mengurus pesta. Bulan depan pesta pernikahan kamu kita adakan."


"Aku libur dua hari lagi."


"Kalau gitu dua hari lagi kita mengurus pesta pernikahan kamu. Semoga Naya tidak ngidam. Bisa bersanding dengan aman."


"Semoga, Ma."


"Ingat Kenzo, wanita hamil itu, terutama hamil muda, Mood-nya akan mudah berubah. Kadang tiba-tiba marah, sedih dan gembira. Kamu harus bisa memahami itu. Jangan sampai kamu juga ikutan moody. Harus lebih sabar lagi."

__ADS_1


"Iya, Ma. Seminggu ini Naya cuma tambah manja. Maunya nempel terus. Aku setelah sinetron ini habis, tidak akan mengambil peran lagi di sinetron kejar tayang. Jika film mungkin masih aku ambil, atau FTv."


"Itu lebih baik, karena dunia hiburan itu rawan untuk orang yang telah berkeluarga."


"Aku ingin mengembangkan butik aja. Waktu Naya pegang, penjualan aku meningkat."


"Kenapa kamu nggak biarkan Naya tetap pegang satu butikmu?"


"Aku nggak mau banyak mata pria memandang Naya. Aku mau jika nanti Naya kerja di Butik, itu denganku."


"Dasar bucin."


Naya dan Kenzo tertawa mendengar ucapan mamanya itu. Mama Kenzo merasa beruntung memiliki menantu seperti Naya, karena sejak dekat dengan wanita itu, perubahan sikap Kenzo mulai terlihat.


Pulang dari rumah Mama, Kenzo mampir ke supermarket. Naya istrinya ingin membeli camilan. Mungkin mulai hari ini, Kenzo akan jarang membawa Naya lagi. Takut istrinya kecapean dan mempegaruhi kandungannya.


Naya memeluk lengan Kenzo sambil memilih camilan dan juga bahan makanan beku dan yang fresh untuk pengisi kulkas.


Saat memilih udang, Kenzo dikagetkan dengan sapaan seorang wanita muda cantik seperti Naya.


"Kenzo ...?" tanya wanita itu. Sepertinya wanita itu masih ragu. Naya langsung membalikkan badan menghadap asal suara. Naya memandangi wanita muda yang cantik itu tanpa kedip.


"Syifa ...!" ucap Kenzo tak percaya melihat wanita yang ada dihadapannya.


...****************...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2