
"Kalau mau jujur, saat ini aku masih mencintai Mas Hanif. Tapi kamu jangan salah sangka dulu, aku hanya mencintainya. Tidak mengharapkan kembali. Jika emang kami berjodoh, pasti akan dipertemukan kembali," ucap Citra dengan penuh penekanan.
"Mbak Citra tau, jika aku menerima pertunangan dari Mas Hanif, itu berarti Mbak harus melupakan semua tentang Mas Hanif. Aku tidak mau suamiku dicintai wanita lain."
"Kenapa? Bukankah mencintai itu tidak dilarang. Aku juga hanya sekadar mencintai bukan ingin merebut. Cukup sekali aku di cap pelakor."
"Walau hanya sekadar mencintai saja. Aku tidak mengizinkan. Aku cemburu!"
"Bagaimana dengan Hanif. Kenapa kamu hanya bertanya denganku. Coba tanyakan perasaannya padaku dan Naya. Apakah benar dia telah melupakan semua tentang kami berdua. Jadi jangan hanya menyalahkan wanita saja."
"Apa yang dikatakan Mbak Citra benar. Apakah Mas Hanif emang sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi dengan Mbak Citra atau Naya. Aku tidak mau menikah, tapiasih disayangi dan dihantui dengan bayang-bayang kedua mantan istri Mas Hanif."
"Aku sudah tidak ada perasaan apa-apa dengan Citra, percayalah Syifa."
"Bagaimana dengan Naya? Apa kamu telah melupakannya? Rumah tangga kita hancur karena kamu masih mengingat Naya. Kamu selalu bandingkan aku dengan Naya. Aku sadar semua emang salahku, masuk ke dalam kehidupan rumah tangga kalian. Tapi aku tetap manusia biasa. Sakit saat dibandingkan dengan wanita lain."
__ADS_1
"Maaf, Citra. Aku nggak bermaksud membuat kamu sedih dan terluka. Aku juga tidak bermaksud membandingkan kamu dengan Naya. Aku hanya ingin kamu berubah."
"Cukup! Aku sudah mengerti dan bisa memutuskan menerima atau menolak lamaran Mas Hanif."
Pembicaraan mereka terhenti dan Syifa pamit pulang.
***
Saat ini kedua orang tua Hanif kembali datang untuk bertanya tentang lamaran mereka.
"Maksud kamu apa, Syifa? Bayangan masa lalu siapa? Umi tidak mengerti," ucap Umi Hanif. Pria itu hanya duduk sambil memainkan jarinya. Dua kali melamar, keduanya ditolak. Hanif tidak menyangka, jika kali ini lamarannya masih tetap di tolak.
"Aku tahu sekarang, di hati Mas Hanif masih ada Naya. Saat mereka udah cerai dan Mas Hanif bersama Mbak Citra, yang ada di hatinya cuma wanita itu sehingga menginginkan istrinya berubah seperti Naya."
Kedua orang tua Hanif saling pandang, setelah itu serempak memandangi Hanif yang tampak gugup dengan masih memainkan jarinya.
__ADS_1
"Apa benar semua yang dikatakan Syifa itu, Hanif? Kamu belum bisa melupakan Naya?" tanya Abi Hanif.
"Aku bukannya belum melupakan Naya, dan bukan maksudku membandingkan istriku saat itu Citra, dengan Naya mantan istriku. Aku hanya menginginkan Citra berubah lebih baik dengan memberi contoh seperti Naya. Aku nggak mungkin masih mencintai Naya. Dia telah memiliki suami. Aku tidak akan merebutnya, melihatnya bahagia bagiku sudah merupakan kebahagiaan juga."
"Kamu tidak boleh membandingkan seseorang. Lagi pula sifat seseorang itu berbeda. Tidak bisa kamu paksakan orang berubah seperti yang kamu inginkan," ucap Abi.
"Abi, Umi, Ayah dan Ibu, aku sadar, Syifa pasti ragu melangkah denganku yang telah gagal menikah dua kali. Bagiku tidak masalah. Aku sadar semua tidak bisa dipaksakan. Aku bisa pastikan jika aku tidak pernah menginginkan Naya lagi, Bagiku cinta tak harus memiliki, merelakan dia pergi mungkin adalah jalan yang terbaik saat itu. Cinta itu tak harus saling memiliki, cukup melihat kamu tersenyum bahagia. Hatiku sudah sangat bahagia. Cinta itu gak harus memiliki. Cukup melihat orang yang kita sayangi bahagia aja itu udah cukup. Itu yang aku rasakan saat ini untuk Naya."
Hanif menjeda ucapannya, dan menarik napas dalam sebelum melanjutkan ucapannya,"Mungkin kita emang tidak ditakdirkan bersama. Kita jalani saja dulu, hidup masing-masing. Jika kita emang berjodoh pasti akan dipertemukan kembali. Terima kasih karena mau mengenalku. Aku terima semua ini dengan ikhlas," ucap Hanif lagi.
Setelah makan malam Hanif dan kedua orang tuanya pamit. Mereka akhirnya membebaskan Syifa.Jika suatu saat Syifa berubah pikiran dan Hanif masih sendiri, mereka masih membuka tangan untuk menyambut Syifa.
...****************...
Bersambung
__ADS_1
Selamat siang. Semoga semua sehat selalu. Novel ini udah hampir tamat. Naya telah menemukan kebahagiaan. Hanif tetap dengan kesendirian. Begitu juga Citra. Mungkin mama tidak bisa update setiap hari lagi. Mama mau kejar update kekasih pengganti sang ceo. Semoga semua mengerti. Lope -lope sekebon. 💓💓💓💓