Pecah Berserakan

Pecah Berserakan
Menerka


__ADS_3

Ayrin Terpana Melihat Alvi Yang Begitu Emosi Pada Pemuda Yang marah Pada Ayrin,


"mengapa dia begitu Marah? apa dia sudah hilang Akal, _Ayrin


"Alvi Begitu Peduli Pada Wanita Ini, Siapa Sebenar Nya Wanita ini? _**Abel


Beberapa Orang Datang Untuk Melerai Perkelahian Yang Akan Terjadi Dengan Kedua Pemuda Tersebut,


Alvi Memandang Ayrin Acuh dan Kesal,


"**Dasar Wanita Ceroboh!


Ayrin Hanya Diam Tapi Tetap Menatap Alvi, Dan Beralih Pandang Pada Abel yang berjalan Menghampiri Mereka,


"Bagaimana Sayang?


Aduh Kata Kata Abel Bikin Ayrin Lemah,


"***Masalah Kecil Sayang*, Menggenggam Tangan Abel.


Ayrin Menahan Ludah, Dan Beranjak Pergi Tampa Bilang Terima Kasih, karena Menurut nya ia tak perlu Berterima Kasih, toh ia tak minta bantuan laki laki yang bernama Alvi yang Di Cintai Nya Setengah Mati.


"*Udah Di Tolong, Ga terima Kasih,


"dia emang gitu*,

__ADS_1


Di Jalan Mau Pulang Ayrin Terus terbayang Saat Cara Alvi Membela Nya tadi, bikin Rasa nya bertambah tampa Tau Cara nya Berkurang, Sungguh Tak Adil, Dan Ia juga ingat Saat Alvi Menggenggam Tangan Abel, Itu Sakit Sekali,


"Abel Memang Wanita Yang Beruntung!


Tiba Tiba Ayrin Merasakan Perih Di Lengan Nya, Ia melihat Ada luka, Mungkin Karena Jatuh Tadi, Walau Lebih Perih Luka Yang Di Hati.


Ayrin Mengerinyit Menahan Sakit, Ya Lengan Nya Terluka, Seseorang Menarik Lengan Nya Yang Terluka**,,


"*Aaaww... Sakit,


" Sini aku Obati, jaga Diri Sendiri Aja ga Bisa! Dasar Wanita Ceroboh!


"Alvi? lepasin Aku,


"tunggu itu belum selesai, lagian ga usah GR gua udah punya Pacar,


"*kenapa lu cemburu?


"ngapain gua cemburu sama lu, ga penting Banget,


" tu udah siap, lain kali hati hati*,


mengacak Rambut Ayrin dan Pergi berlalu,


"sadar Rin, dia itu jahat, lu jangan Bawa perasaan, Ayrin Tersenyum dan mengacak rambut nya lagi, seperti yang di lakukan Alvi, hati nya sungguh senang, tapi lagi lagi ia ingat alvi adalah laki laki yang mematahkan Hati nya, ia tak boleh berlarut dalam mencintai yang tidak pasti,

__ADS_1


Sesampai Di Kos An, Ayrin menceritakan Kepada Ratu penuh dengan Drama, Ratu Juga Heran dengan Sikap Alvi, sebenar nya dia cinta atau hanya kebetulan, bikin ia pusing**,


"*oh iya rin, besok ada acara konser lo, lu ikut ga?


"ya baik lah, buat menghibur diri,


"ok, besok kita pergi pakai baju apa ya?


"yah, mulai deh*,


Ayrin Terlelap Dalam mimpi indah nya bersama pujaan hati nya, ya siapa lagi kalau


**bukan Alvi Al-Ghifari.


Malam Yang Begitu Indah dan membuat Seorang Ayrinka Bahagia hanya karena mimpi. mungkin orang lain menganggap biasa saja, tapi itu sungguh moment yang menyenangkan bagi Ayrin, karena Hanya Dalam mimpi ia bisa memiliki Alvi nya.


Sementara Alvi Tak Bisa Tidur ia Terus memikirkan Luka Ayrin,


"Apa dia baik baik Saja?bagaimana dengan Luka nya?


mengapa dia bisa seceroboh itu, Rasa nya Aku ingin membunuh pemuda tadi, Berani nya dia menyakiti wanita ku.


Sedang kan Abel juga memikirkan Kejadian Tadi Siang di kamar mewah nya,


"Aku yakin Alvi pasti ada rasa sama wanita itu, dan wanita itu seperi nya punya perasaan yang sama? tapi kenapa mereka tidak bersama?

__ADS_1


Abel Teringat saat Alvi Menyuruh nya pulang duluan, Dan Abel mengikuti Alvi, ia melihat alvi sedang mengobati luka Ayrin, Tampak wajah Khawatir dari mata nya,


Mereka bertiga Saling berpikir dengan pikiran masing masing sampai mentari terbit dengan Malu malu.


__ADS_2