Pecah Berserakan

Pecah Berserakan
Zahra?


__ADS_3

Ku coba pejamkan mata ini untuk bisa melupakan segala tentang dirimu, semakin aku mencoba bayang mu semakin datang, merasuk hingga ke jiwa, tuhan tolong lah diriku.


Apakah disana kau rindukan aku, seperti diri ku yang selalu merindukan mu, tak pernah kah kau menyadari arti cinta ku untuk dirimu, tak bisa kah kita berteman walau Tak akan pernah saling memiliki.


Resah Ku selalu menyibukan hati, cinta ku selalu menyiksa diri, aku tak tau ini cinta atau obsesi.boleh kah aku menawar pada Tuhan untuk kau dan aku, bisakah aku meminta sekali saja kau mencintaiku, salah kah jika aku minta jangan rubah takdir ku, jika aku ingin bersama mu, bisa kah hati ku bersatu dengan hatimu, bersama sampai akhir. Serakah kah aku,egois kah aku jika perihal dirimu.


Bisakah aku hidup Tampa mu? Jika selama ini aku selalu hidup hanya untuk mencintai diri mu, bisa kah aku membuktikan jika aku baik baik saja Tampa cinta mu, bisa kah aku berkata "aku bisa hidup Tampa mu" seperti nya kau tercipta memang bukan untuk bersama ku, tapi ingat lah suatu hari nanti tak kan kau temukan lebih dari ku dalam mencintai mu, sungguh aku mencintaimu lebih dari diriku.


Ayrin hanya menatap jendela mobil dengan menyenderkan kepalanya dengan pikiran yang melelahkan bukan hanya untuk raga nya, namun dengan jiwa nya.


Buliran buliran itu jatuh Tampa bisa ia tahan, ia selalu merutuki dirinya sendiri yang begitu hebat dalam mencintai seseorang, dan sial nya seseorang itu juga hebat dalam memberikan luka Tampa henti.


Kenzo juga merasakan perih saat melihat Ayrin seperti ini, kemana keceriaan nya tadi? Wajah kesal dan wajah gemas nya, angin apa yang membuatnya seperti ini, sungguh banyak pertanyaan di kepala Kenzo, apa yang membuat ayrin seperti ini, ia pun tak berani untuk bertanya.


Setelah sampai, ayrin langsung turun Tampa berkata, meninggalkan Kenzo dengan kebingungan, salah kah ia yang telah membawa ayrin ke pesta tadi.


"Hey beb, udah pulang, cantik banget.


Sapa Kayla saat berpapasan dengan ayrin, ayrin hanya diam melirik Kayla dan langsung ke tempat tidur tampa kata sepatah pun, membuat Kayla bingung dan bertanya-tanya apakah dirinya ada salah dengan ayrin.


Baru ingin Kayla bertanya satu pesan membuat nya mengurungkan niat dan kembali ke tempat tidurnya.


"Malam malam selalu aku nantikan untuk kedatangan mu, menantikan kembali pertemuan kita, tapi bukan untuk malam ini, ini terlalu menyakitkan mengapa harus ada perempuan lain dalam kisah kita, yang selalu menghantam hulu hati ku, merobek jantung dan menikam diriku, rasanya semua nya ikut sakit baik hati maupun mata.


Ayrin hanya menangis entah mengapa pertemuan kali ini sangat menyakitkan,sakit nya tidak bisa di cerita kan, sesak nya tidak main, mengapa cinta selalu seperih ini jika menyangkut laki laki penghuni hatinya.


Di kamar mewah berdekorasi klasik perpaduan warna abu abu dan putih menambah dingin nya malam ini, seperti hati laki laki yang duduk di kursi kayu warna coklat, pandangan nya menerpa ke luar jendela dengan langit malam Tampa bintang yang menemani, seperti nya bulan sedang merajuk untuk muncul menampakan indah dirinya.


"Ini yang paling aku takut kan, pertemuan kita kembali dengan luka tersayat kembali.


Gumam nya pelan dengan pikiran nya yang melihat perempuan yang selama ini ia rindukan, perempuan yang selama ini ia ingin temukan, perempuan yang berkali berkali ia patah kan hatinya, dan lucunya hatinya sendiri yang paling hancur.


Ya laki laki itu adalah Alvi, dan perempuan itu tentu lah ayrin,saat di pesta sang ayah memanggil dirinya untuk dikenalkan dengan teman bisnis,betapa terkejutnya saat melihat Ayrin, haruskah kita saling menyapa atau pura pura tidak tau.


Sekali lagi Alvi tidak bermaksud untuk menyakiti ayrin, ia hanya terjebak dengan trauma masalalu dan tuntutan sang ayah, yang sudah mengatur segalanya tentang hidupnya, termasuk membawa Vivi ke acara tersebut.


"Siapa laki laki itu? Mengapa ia dekat dengan ayrin? Ayrin kamu tambah cantik saja.


Pagi yang indah menyapa sang penghuni bumi dengan ceria, namun tidak untuk wanita yang sedang menatap luar jendela dengan mata sembab, harus kah ia pergi atau bertahan? Mengapa ia harus seperti ini dalam mencintai orang lain?


Sungguh cinta ini sudah tidak wajar, ini cinta yang salah,cinta yang tak berada di tempatnya, apa yang harus di lakukan? Bagaimana cara menghindari hati untuk tidak berdebar saat melihatnya?


Mengapa betah mengulang rasa sakit dari orang yang sama?Aku tau dia tidak pernah peduli padaku, aku paham dia tak memahami ku, lantas untuk apa aku menghabiskan waktu untuk menanti dirinya yang terus menjadi sumber duka ku?tapi itu hanya kata kata di mulut, tidak untuk di hati ku, semua nya berbeda.


Ayrin menghapus air matanya, bersiap-siap untuk pergi ke kantor.ia tak ingin berlama lama dalam kesedihannya, ia harus ingat masih ada keluarga yang menunggu nya, masih ada rumah tempat dirinya pulang,


"Mau kerja beb?


Tanya Kayla yang dari tadi ingin menegur teman nya itu, takut untuk mengganggu, ditambah pesan dari bos Kenzo nya tadi malam untuk membiarkan ayrin sendirian.


Ayrin tersenyum dan langsung memeluk teman nya itu,


"Maaf ya beb, tadi malam aku mengacuh kan mu, tadi malam aku benar-benar kacau .

__ADS_1


Kayla membalas pelukan ayrin dan mengusap pundak ayrin dengan lembut.


Setelah proses mengharukan itu, mereka berangkat kerja.


"Selamat pagi bos


Sapa ayrin pada Kenzo saat memasuki ruangan,tidak lupa dengan senyum manisnya, membuat Kenzo jantungan.


"Ka..kamu kerja hari ini?


Bukan nya membalas sapaan ayrin, malah bertanya balik.


"Iya lah bos, emang sekarang libur?


"Tadi malam?


Kenzo sadar dengan pertanyaan nya yang akan membuat mood ayrin rusak.


"Sudah lah bos jangan di bahas dulu,


"Kamu hebat Rin, bisa seperti orang yang tidak terjadi apa apa, walau semalam saya melihat kamu hancur, tapi paginya kamu tersenyum cerah, seperti tidak terjadi apa apa, tapi mata kamu tidak bisa bohong,


"Bos..bos


Ayrin memanggil Kenzo, karena sang bos melamun dari tadi.


"Oh iya, karena kamu kerja hari ini, kamu temani saya meeting dengan klain di restoran siang ini.


"Baik lah bos.


"Permisi bos, saya sudah dapat data mengenai tadi malam.


Ucap gibran memberikan berkas dengan amplop coklat.


"Hey, Rin, kamu yang semangat ya!


Kenzo langsung menyuruh Gibran pergi, setelah mendengar ucapan Gibran pada ayrin.


Sedangkan ayrin hanya diam, dirinya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan Gibran.


Siang hari di restoran


Ayrin dan Kenzo tampak bosan menunggu klain mereka, pasalnya sudah 1 jam menunggu, yang ditunggu tak kian datang.ditambah dengan suasana hening antara mereka berdua, menambah bosan nya penantian ini.


"Baik lah, kita batal kan saja pertemuan hari ini.


Kenzo sudah tidak bisa bersabar lagi.baru hendak melangkah yang di tunggu akhirnya datang, membuat Kenzo kembali duduk, tapi tidak untuk ayrin yang masih berdiri mematung,


Seorang lelaki dengan setelan jas navy rambut rapi adalah ciri khas nya, dengan seorang wanita cantik yang terlihat elegant sedang tersenyum pada ayrin sambil menjabat tangan ayrin.


"Hey ayrin,


Sapa perempuan itu, sedangkan laki laki itu hanya diam, hingga suara Kenzo menyuruh mereka untuk duduk,

__ADS_1


"Apa kalian saling kenal?


Tanya Kenzo yang penasaran, dilihat dengan pandangan mereka,


"Tentu, kita ini teman sekolah dulu pas SMA,


Jawab Vivi dengan menatap ayrin Tampa arti.


Ya laki laki, dan perempuan itu adalah Alvi dan Vivi,


"Haha, kita tidak sedekat itu, untuk dibilang teman,


Jawab ayrin dengan wajah datar.


"apa karena Alvi lebih memilih aku Rin?


tanya Vivi yang langsung membuat dada ayrin sesak.


"Baik lah, kita lupakan masalalu kalian, kita sekarang fokus pada meeting kita hari ini,


Sebenarnya Kenzo sudah tau siapa Alvi dan Vivi ini, saat ia merasa ada yang aneh antara Alvi dan ayrin di pesta malam itu, ia menyuruh Gibran mencari informasi hubungan ayrin dan Alvi, hingga ia tau kebenaran nya, ada rasa kasihan pada Ayrin dari hatinya.


Kenzo menggenggam tangan ayrin, dan menatap nya lekat, membuat yang ada disana melihat ke arah Kenzo,begitu pun dengan ayrin yang kaget melihat kelakuan bos nya.


"Zahra, kamu baik baik saja?


Ayrin menelan ludah nya dengan susah payah, ada apa dengan bos nya?


"Dia bukan Zahra! Dia ayrin!


Bentak laki laki yang dari tadi hanya diam dan mengangguk,


Mata Alvi sudah merah melihat tangan ayrin yang di genggam,


"Hahahaha," Kenzo tertawa dengan kencang, sampai matanya berair,.


"Anda sangat lucu tuan Alvi, perempuan yang saya genggam tangan nya ini adalah Zahra,itu panggilan kesayangan saya untuk pacar saya, iya kan sayang?


Sekarang pandangan Kenzo berpindah pada ayrin yang terbelalak mendengar ucapan Kenzo yang diluar dugaan nya,


"Jadi, karena meeting kita sudah selesai, kami akan pamit, untuk melanjutkan kencan, "


Kenzo berdiri dengan tangan masih menggenggam tangan ayrin, ayrin hanya mengikuti Tampa kata.


Setelah di dalam mobil, ayrin menarik tangannya, dan melotot kan matanya pada Kenzo yang di balas senyum, pada yang di tatap.


"Hal terbaik yang harus di lakukan untuk sembuh, jangan menghubungi nya, jangan memikirkan nya, dan jadikan dia orang asing mulai dari sekarang.


Ayrin masih terdiam mencerna setiap kata kata Kenzo, dan ia langsung menatap tajam ke arah Kenzo.


"Sejak kapan bos tau?


"Semua orang pasti akan tau, saat melihat kamu menatap dia,penuh dengan harap, cinta, juga kecewa, ditambah sakit dan mati rasa.

__ADS_1


Untuk itu Ayrin hanya terdiam, yang ditanyakan nya dalam benak nya saat ini, apakah Alvi juga bisa melihat yang di rasakan ayrin.


__ADS_2