
Aku Menaruhmu terlalu dalam dihati, sehingga untuk menghapus mu aku seperti menyakiti diri sendiri,
dan jangan pernah datang lagi di dalam mimpi maupun di kehidupan nyata ,karena sungguh aku melarang nya, Aku ingin bahagia tanpa harus melibat kan rasa yang pernah membuat ku luka begitu parah ,Hingga membuat aku takut untuk membuka hati dengan cinta yang baru,
Ayrin tampak lesu, ia tak bersemangat hari ini, seperti tak enak badan, bukan hati nya saja yang tidak enak, tubuh nya pun ikut lelah,
Ayrin salah satu karyawan di sebuah perusahaan ternama di kota Bekasi,ia termasuk karyawan yang jujur,
"lu kenapa Rin?
Tanya Salah satu teman kerja Ayrin ,yang dari tadi memperhatikan Ayrin kurang semangat dan tampak lesu,
" nggak apa apa put, cuma lagi nggak enak badan aja.
"nanti bos baru kita datang, dan dengar nya dia orang nya disiplin tinggi,suka marah lagi,
"oh ya? ya udah aku ke kamar mandi dulu lah,
Laki laki tampan dengan sekretaris nya yang setia sudah memasuki kantor dengan jalan angkuh, semua karyawan langsung berdiri dan menunduk hormat, laki laki itu melirik sekeliling nya, dan langsung menuju ruangan mewah milik nya.
Ayrin kepala nya sangat pusing hingga ia jalan sempoyongan, hingga menabrak laki laki yang berjalan di depan nya,
"maaf, **ucap Ayrin lirih sambil menunduk
Laki laki itu tersyenyum kecut, dan berdahem**,
"Kita bertemu lagi istri ku? **Sapa nya menyindir
Ayrin langsung terbelalak dan melihat ke sumber suara, terlihat senyum angkuh dari sang pemilik suara**,
" Kamu? ngapain disini?
Putri yang melihat langsung mengode Ayrin, bahwa laki laki yang di depan Ayrin itu, adalah bos kita sekarang, tolong jaga sopan santun, seperti itu lah arti dari tatapan putri,
Tapi sayang nya Ayrin yang tak peka, terus saja mengomeli Kenzo Tampa nada takut, ia hanya peka dengan perasaannya pada Alvi sampai ia di katakan prempuan mudah baper, padahal Alvi hanya bercanda pada nya, ia selalu memperlakukan teman wanita nya seperti itu, namun Ayrin menganggap serius, sedangkan Alvi hanya menganggap teman biasa, sementara Ayrin menitipkan rasa, salah kah ia?
kryawan yang melihat menjadi merinding, pasti Ayrin akan di pecat , karena sudah berani bicara tidak sopan pada atasan yang terkenal dingin itu, di tambah suasana hatinya tidak bagus
tatapan dari karyawan lain ada yang iba, ada juga yang puas berharap Ayrin keluar dari perusahaan, ya begitu lah hidup, ada yang suka ada juga yang tidak suka,
Putri langsung menghampiri Ayrin, dan sedikit berbisik,
__ADS_1
"itu bos kita Rin? kamu mau di pecat?
**Ayrin berdecak kesal, mampus lah dia, sudah mengomeli bos pemilik perusahaan nya,
Kenzo senyum melihat ekspresi Ayrin yang langsung ciut**,
" Kenapa kamu diam? bukan nya kamu ingin mengusir saya?
" anu anu pak, saya minta maaf, jawab Ayrin dengan nada sedikit gemetaran
" ikut saya ke ruangan, saya akan kasih hukuman buat karyawan yang sombong seperti kamu,
Ayrin hanya terpaksa mengikuti, ia tau persis nasibnya , Ayrin kamu terlalu, seenak nya bicara, Sampai tidak tau siapa lawan mu
Sesampai di ruangan,
Kenzo langsung menyuruh Ayrin membersihkan kembali ruangan nya, walau sudah sangat bersih,
Kenzo sengaja mengerjai ayrin.
"*Tapi pak? ini kan sudah ber..
"kamu berani membantah saya?
Ayrin langsung membersihkan dan merapikan, mata Kenzo terus mengawasi setiap aktivitas Ayrin
"Fero tolong ambil kan data data wanita ini? **Titah nya pada sekretaris yang penurut itu
Tidak butuh waktu lama, Fero sudah datang dengan berkas berkas di tangannya lalu menyerah kan pada Kenzo**
"heem Ayrinka Azahra, kamu sudah berada di tangan ku, kamu yang menghancurkan hubungan ku dengan dara, kamu harus merasakan di tinggalkan orang yang paling kamu cintai, mungkin aku lebih baik terus di bohongi tapi masih bisa bersama dara, dari pada seperti ini, aku tak bisa menerima tapi hati ku menolak lupa
Kenzo tersenyum sinis menatap Ayrin yang menatap balik pada nya
"Berani kamu menatap saya seperti itu?
" ma...aaf pak, cicit Ayrin
Ayrin langsung mengalihkan pandangan nya keluar, membuat Kenzo sedikit tersenyum melihat ekspresi Ayrin yang menurut nya itu lucu
Ayrin yang merasa terus di awasi merasa tidak nyaman
__ADS_1
sudah bermenit-menit ayrin berada dalam ruangan yang terasa panas walau sudah ada AC, Tetap saja ia merasa panas satu ruangan dengan laki laki yang pernah ia hancur kan hubungan asmara nya, tidak mungkin laki laki ini telah memaafkan nya secepat itu, bagaimana pun Ayrin tetap merasa tak enak hati, dari tatapan nya saja ingin memakan Ayrin hidup hidup ,dan karena gak semua luka bisa sembuh hanya dengan kata maaf,
ditambah Sekarang laki laki itu malah bos nya, hidup mati Ayrin sudah di pertaruhkan, kadang takdir seperti itu bercanda nya, suka berlebihan.
Ayrin mulai pusing dengan pemikirannya sendiri , entah apa yang terjadi selanjut nya , penglihatan nya semakin buram, hingga membuat ia terhempas pingsan, yang membuat Kenzo kaget hingga berlari ke arah Ayrin yang tergeletak di lantai, karena jarak nya dengan Kenzo tidak jauh
" Baru kerja beberapa menit, sudah pingsan, dasar gadis lemah
Kenzo membaringkan Ayrin di sofa,
" buat di sadar Fero! panggil kan dokter!
Dan beranjak ke meja nya
Dokter sudah memeriksa Ayrin, tentu karyawan yang lain heran kenapa sampai ada dokter segala datang ke kantor , sebenarnya siapa yang butuh dokter?
" dia cuma ke capek an,
tutur dokter paruh baya ,dengan wajah yang lembut, setelah memeriksa keadaan Ayrin, sebenar nya ia tau Ayrin hanya pura pura pingsan, tapi ia maklum karena Kenzo yang ia kenal ini memang suka marah, ia mengerti mungkin Ayrin punya alasan tersendiri.
" Bagus lah,
Dan Fero langsung mengantar dokter Ratna sampai ke pintu luar,
Kenzo yang menatap Ayrin masih dengan mata terpejam dan nafas teratur, sebenarnya ayrin sudah bangun dari tadi, ia emang sempat pingsan tadi saat Kenzo membopongnya ,tapi ai takut membuka mata nya, bisa habis ia kena marah berani membohongi bos yang pemarah ini, bisa saja kan Kenzo menghempas tubuh nya ke lantai.
biar lah Kenzo mengira ia pingsan, setidak nya ia bisa istirahat dari pekerjaan yang menguras tenaga nya,di tambah dengan bos yang ingin belas dendam pada diri nya, entah apa lagi yang ia suruh nanti nya, jika Kenzo tau ia pura pura, bisa mati dirinya detik ini juga, hukum kecilnya bisa saja dirinya di tendang ke luar kantor, Ayrin ngeri sendiri membayangkan nya.
" , Lebih baik aku tidur saja, Gumam Ayrin sambil mengulum senyum, ia puas bisa mengerjai bos angkuh ini. sampai ia benar-benar terlelap menyusul alam mimpi nya berharap bertemu dengan Alvi, eeeh tidak jadi, Ayrin sudah melarang itu!
Siapa ya rindu Ayrin, Hayoo🤭
Yang Rindu Kenzo?😊
Atau rindu Alvi?☺️
__ADS_1
Hahhaa, Ayrin cocok nya sama Alvi atau Kenzo Guys?🤭