Pecah Berserakan

Pecah Berserakan
Lelah Mengontrol Rasa


__ADS_3

Ayrin berjalan di pinggir jalan, ia tak tau arah, lagi lagi ia kecewa, mana mungkin alvi menyukai nya? sampai memberinya kado,itu tidak masuk akal, Di sepanjang jalan mata ayrin sudah berkaca kaca menahan tangis,


"*Mengapa hujan ga turun? biar lengkap penderitaan gua, kaya di film film? ***Gerutu Ayrin di isak tangis nya,


setiap orang yang lewat melalui ayrin slalu melihat nya dengan tatapan aneh,


Ayrin tak peduli dengan tatapan itu, ia tetap menangis sepanjang jalan,


sampai pada akhirnya ia sampai di persimpangan jalan, ia baru sadar ia berjalan sudah cukup jauh dari halte tempat nya menunggu busway, ia menghapus air mata nya****.


"***gua udah hampir gila ini*,


Saat ayrin mau melangkah seseorang memanggil nya, Ayrin menoleh pada pemilik suara**.


"kevin? kamu disini?


kevin setengah berlari menghampiri Ayrin


"*kamu ngapain disini? udah malam lo


"aakuu, ada janjian sama teman, kamu sendiri ngapain disini?


"oo, aku mampir ke rumah teman lama, oh iya kamu ga nangis kan?

__ADS_1


"gaaaak lah, mata aku kelilipan tadi,


"ya udah aku antar kamu pulang ya!


"heeem, ga usah vin, aku bisa...


"ayo lah, kita kan udah temanan,


"baik lah*,


**Di sepanjang jalan mereka hanya diam,dan suasana menjadi canggung, dulu di mobil yang sama kevin slalu mengantar ayrin pulang, tapi itu dulu saat mereka masih pacaran, kini sudah berubah, wanita yang ada di samping nya bukan kekasih nya yang dulu, kini adalah teman nya walau kevin belum bisa melupakan ayrin sepenuh nya,


Ayrin sesekali melirik ke kevin, laki laki yang begitu menyayangi nya di masa lalu, tapi dengan egois nya ia meninggal kan laki laki ini demi cintanya pada laki laki yang mahir mematahkan hatinya, Hanya beralasan kan perasaan nya hambar ,dan cinta tak bisa di paksa, semakin ia mempertahan kan kevin dengan rasa iba, semakin ia menjauh kan kevin dari orang yg bisa membuat nya bahagia, kadang dunia bercanda nya berlebihan**.


Panggilan kevin mengacau kan lamunan nya*,


"*udah sampai ya, makasih ya kevin.


**Ayrin pun turun dari mobil dan mengucap kan selamat tinggal pada kevin dan berlalu,


kadang ia juga rindu sama kevin, Saat mau masuk ke kosan ayrin melihat alvi sedang ngobrol dengan abel sambil tertawa,


" *apa dia menertawakan aku? bisik ayrin,

__ADS_1


"sebanyak ini tempat kencan di jakarta kenapa harus ketemuan di depan kosan gua, sengaja mau bunuh gua pelan pelan, aaa?,


Ayrin menarik nafas kesal, dan berjalan di depan mereka karena kosan alvi depan depan an,


Alvi langsung menarik tangan abel dan mencubit pipi abel,


"*aaawu, sakit sayang,


"***habis nya aku gemes, pacar siapa sih ini*?


Alvi* melirik dan melihat ekspresi ayrin yang seperti jijik dan marah,


"apaan sih mereka? alay banget, batinnya.


Sesampai ayrin masuk ke kamar nya. alvi langsung melepas genggaman nya dan menyuruh abel pulang,


sementara ayrin menghempas kan tubuh nya ke kasur dengan kasar,


ia sungguh lelah hari ini, bukan tubuh nya tapi hatinya,


"*apa aku harus ngungkapin perasaan aku ke dia, aku udah capek memendam selama 3 tahun ini, tapi kalau dia ga suka, aku malu dan ga akan bisa hidup, tapi kalau gini terus sakit itu makin pedih, seperti duri di dalam daging, kalau tidak di cabut semakin lama akan tambah sakit,


"Untuk saat ini aku sudah capek mengontrol rasa, seolah olah luka sudah terbiasa, membuat ku mati rasa, tak berani membuka hati karena dia masih di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2