Pecah Berserakan

Pecah Berserakan
Meninggal kan Karena bosan


__ADS_3

Suara ratu sudah mulai parau dan sesak, ia menarik lengan rizky yang mau pergi meninggal kan nya.


"kenapa ki? ada cewek lain?


Rizky menoleh dan melepaskan tangan ratu dari lengan nya,


"ini bukan masalah dapat cewek baru tu, aku butuh waktu untuk diri aku sendiri,


Air mata sudah tidak bisa di bendung lagi, sungguh hari yang paling menyesak kan, ratu sudah tak bisa lagi berkata kata, ia menahan segala sesak di dada dan menatap ke bawah ke lantai yang sedang mereka pijak, ia tak berani menatap laki laki di hadapan nya yang paling ia cintai melebihi dari diri nya sendiri tapi dalam sekejap menjadi laki laki yang menghancurkan hati nya berkeping keping, hari ini jam ini, detik ini, laki laki ini sudah menghentikan dunia tempat ratu berlindung.


"*aku mohon katakan ini hanya mimpi, jangan seperti ini lagi?


"ini kenyataan tu, jangan membuat aku merasa bersalah seperti ini, tolong aku ingin sendiri untuk saat ini* .

__ADS_1


**Ratu mengangkat pandangan nya pada rizky yang menatap nya sayu , Rasanya ia ingin berlari sekencang kencang nya dari tempat yang paling ia takut kan hari ini dimana mulut nya tak bisa bicara, tak bisa bergerak untuk pergi menjauh, hanya bisa diam dan mematung, menumpahkan air mata yang susah payah ia tahan, ia tak inging terlihat lemah dan cengeng di depan laki laki yang slalu ia puja, menangis ini bukan ke inginan nya, bahkan ini di luar kendali nya,


tapi jika maslah hati siapa yang bisa mengendalikan, siapa yang tak kan hancur di tinggal sedang sayang sayang nya,


Rizky pun beranjak pergi meninggalkan kekasih nya, eh tepat nya mantan kekasih nya yang berdiri dengan air mata jatuh tampa henti, sakit yang teramat saat ini,


Ratu terus menatap punggung laki laki yang perlahan menghilang dari penglihatan nya tampa menoleh ke belakang melihat dirinya yang terluka dan hancur.


ratu tak menghiraukan tatapan mereka, ia sudah pusing dengan masalah nya sendiri biar lah orang berkomentar dengan pendapat masing masing, mungkin hanya itu yang gratis saat ini.


Ratu mengeluarkan handphone nya dan menelpon seseorang di sana, dangan nada khawatir orang itu langsung menyusul nya ke tempat dimana semua nya terasa perih.


selang beberapa menit Ayrin datang dengan menggunakan baju kaos hitam polos di padukan dengan celana levis hitam tidak lupa memakai aother hijau mind motif bunga kecil kecil, ia tak sempat mengganti pakaian nya karena buru buru ke tempat ratu yang menelvon nya sambil menangis.

__ADS_1


Ayrin langsung memeluk ratu, ia mencoba menenangkan ratu sebisa nya, mata ayrin juga mulai berkaca kaca walau bagaimana pun ia merasakan sakit dan luka dalam yang merobek hati sahabat nya**.


"*sabar tu! yang terbaik untuk orang baik, berati dia bukan yang terbaik,


"gua hancur rin, gua ga sanggup kehilangan nya, gua terlalu cinta,


"lu pasti bisa tu, jangan gini, gua ga mau lihat lu seperti ini*.


Ratu hanya menangis sejadi jadi nya di pangkuan ayrin, ayrin menepuk pelan bahu ratu dan mengusap air mata ratu dengan lembut,


"udah jangan nangis lagi, ayok kita pulang, disini kita jadi tontonan gratis orang orang toko,


Ratu hanya mengangguk dan mengikuti langkah ayriin, pikiran nya kosong ia hanya mengingat rizky yang pergi meninggal kan nya dengan alasan bosan.

__ADS_1


__ADS_2