Pecah Berserakan

Pecah Berserakan
Ketahuan


__ADS_3

Memang benar, hal hal yang membosankan juga penting, tidak semua hal hal yang menyenangkan itu mengesankan,


Malam begitu indah di tengah keramaian kota, penuh dengan kerlap kerlip lampu kendaraan, maupun lampu jalanan, belum lagi bintang bintang yang bertaburan, dengan bulan yang setia menyinari kota Jakarta .


Malam yang begitu bahagia untuk sepasang kekasih, maupun keluarga, seperti itu yang di rasakan wanita cantik keturunan Aceh yang sedang asyik bercengkrama dengan laki laki yang memiliki wajah cuek nan datar, siapa lagi, ya dia lah Alvi, dan wanita itu abelia,


Mereka sedang menikmati coffe, di teras depan cafe terdekat,


" Kamu diam aja sih? sampai coffe nya dingin tu,


" eeeh, ada kerjaan yang belum selesai,


"Heeem, apa kamu masih mikirin Ayrin?


Pertanyaan itu cukup membuat Alvi tersedak ,karena sedang minum,


" ga lah, ngapain mikirin dia,


"syukur lah,


Jawab terakhir abel sebelum memutus kan untuk pulang, ya Abel tau, bahwa Alvi tidak pernah mencintai nya, tapi setidak nya ia masih di beri kesempatan masih bisa berada di samping nya, setidak nya ia masih beruntung di banding Ayrin yang langsung di tolak, dan Tak bisa bertemu lagi dengan Alvi.

__ADS_1


Tapi seperti ini juga sangat sakit, sama seperti kopi yang di biar kan dingin begitu saja, mubazir kopi nya, gula nya, air nya, kotor gelas nya, dan capek orang yang membuat kopi itu,


Sementara itu di langit yang sama,


tampak Amela yang gelisah, ia slalu terpikir dengan nomor yang selalu di hubungi gio, ia penasaran nomor siapa itu, sehingga gio berkali kali menelvon dan di abaikan si pemilik nomor,


harus kah ia menyalin nomor itu, dan mencoba menghubungi nya, apakah dia sudah sanggup mengetahui segalanya?


entah mengapa hati nya tak pernah tenang,


Ratu yang pulang kerja melihat amela mondar mandir kayak setrikaan, tidak sabar ingin bertanya apa penyebab nya, hingga ia gelisah semalam ini.


" mikirin apaan sih Mel?


gua kepikiran gio, waktu itu pas gua lihat hp nya, ada nomor yang sering di hubungi nya, dan perasaan gua ga enak aja.


di tambah akhir akhir ini dia mulai rubah


Ratu menelan ludah, apa dia beri tahu saja pada amela, ia juga tidak tega melihat Mela yang selalu gelisah


"ah Ayrin pergi lagi, aku harus minta pendapat siapa ya,

__ADS_1


" Mel, sebenarnya, gio itu selingkuh,


Ucap ratu ia tak bisa lagi menyembunyikan ini semua, toh lama lambat amela pasti akan tau juga, lebih baik tau sekarang pikir nya


Amela diam beberapa saat, mencerna ucapan sahabat nya ini,


" maksud nya tu? ia takut salah dengar


" iya sebenar nya gua sama Ayrin udah tau kalau gio itu selingkuh masih di Aceh, dan dia ke Jakarta demi selingkuhan nya itu, dan lu tau, prempuan nya itu Abel.


"apa? Abel? pacar Alvi? lu gak lagi bohongin gua kan tu?


" ga lah Mel, gua minta maaf baru ngasih tau lu sekarang, habis nya gua takut lu ga percaya, dan gua berharap nya gio bisa berubah.


" lu tega ya tu ,sama aja dengan Ayrin, pasti kalian ketawa kan lihat gua seperti orang bodoh , datang ke Jakarta demi orang brengsek yang selingkuhin gua, haha atau Ayrin sengaja biar gua ngerasain yang dia rasa dengan wanita yang sama?


" ,bukan gitu Mel, kita cuma cari waktu yang tepat untuk ngasih tahu semua ini sama lu, lagian ini gak ada hubungan nya sama perasaan Ayrin.


" Nunggu Ayrin kembali yang pergi tampa kabar? tunggu gua lihat dengan mata gua sendiri,biar sakit nya pas kena ,gitu?


Ratu hanya menggeleng, sedang kan Mela beranjak pergi ke tempat tidur membelakangi ratu, ia sebenar nya tidak tidur, cuma hati nya kesal, dan kecewa, kekasih yang paling di percaya tega mendua, sahabat yang tau itu semua, malah diam,

__ADS_1


"baik lah gio, aku akan balas kamu!


Ratu juga pusing, belum masalah nya sendiri, ini di tambah Mela yang marah, dan Ayrin tidak ada kabar Sama sekali, pada siapa ia harus berbagi, setidaknya untuk mendengarkan nya mengeluh.


__ADS_2