
Kenzo tampak kesal dengan kelakuan mamah nya, membohongi dirinya dengan berpura pura sakit,hanya untuk membuat dirinya bersama dara.
Pikirannya hanya tertuju ada ayrin, wanita yang akhir-akhir ini mengusik hatinya, sering membuat jantung nya berdebar-debar saat bersama.
Sedang kan orang yang dipikirkan tengah asik menikmati es cream yang ada dalam ruangan bos nya, entah kapan ada kotak es cream di sana, tapi ayrin sangat menyukainya.
Walau ayrin sedang memikirkan seseorang, ya siapa lagi kalau bukan cinta pertama nya, sang pujaan hati yang selalu menghancurkan harapan nya Tampa sisa,yang ahli dalam memberikan sakit pada dirinya Tampa aba aba.
Dara yang dari tadi membujuk Kenzo untuk ikut menonton film terbaru yang tayang di bioskop harus bersusah payah dengan segala alasan hingga melibat kan Ningrum mamah Kenzo.
"Ayo lah ken, kita nonton film kesukaan kamu juga kan!
Bujuk dara dengan nada memelas,
"Kamu ingat dara, mengapa kita berpisah?
Kenzo menatap lekat dara, dengan dara yang penasaran ucapan selanjutnya yang akan dibicarakan Kenzo.
"Karena aku sibuk dan tidak ada waktu.jadi tidak usah melakukan ini. Karena aku tidak akan pernah berubah.
Dara terdiam kenangan akan dirinya yang di tinggal Kenzo,dan kehadiran Kevin membuat hatinya ngilu.
Salah kah ia bila ingin memperbaiki hubungan nya, hanya saja dirinya terlalu egois
"Tapi ken aaa
Belum sempat dara melanjutkan kata katanya, Kenzo langsung memberinya peringatan.
"Dan tentang hubungan kita, sudah benar benar berakhir dara.jadi aku mohon jangan libatkan mamah dengan masalah kita berdua.
Setelah mengatakan kalimat terakhir nya Kenzo pergi meninggalkan dara yang masih terpaku.cara apa lagi yang harus ia lakukan agar Kenzo kembali ke sisi nya seperti sedia kala.
Kenzo menahan amarahnya sebisa mungkin, ia tak ingin membuat mamah nya tambah ikut campur dengan masalah dirinya sekarang,jika tidak memandang mamah nya, mungkin dara sudah ia maki, karena berani mengusik hidup ayrin beberapa yang lalu, dengan menyewa preman itu membuat ia tak terima dengan sikap dara yang sebenarnya.
Kecewa tentu saja, kekasih yang selama ini dicintai ternyata mendua, kekasih yang selalu di anggap baik, ternyata sangat licik.
Kenzo memberhentikan mobil nya, saat netra nya menangkap seseorang yang ia kenal,sedang berjalan bersama laki laki yang ia kenal juga, ada sesak yang dirasakan Kenzo, yang tambah membuat nya prustasi.
Ya, Kenzo melihat ayrin bersama Kevin jalan bersebelahan, sesekali tampak ayrin tersenyum, entah apa yang dikatakan Kevin hingga membuat wanita dengan lesung pipi nya itu tersipu malu.
"Harus kah aku membawa ayrin. Apa sih yang mereka ceritakan sehingga tersenyum seperti itu.apa mereka mau balikan lagi.
Tak puas dengan pertanyaan yang tak ada jawaban Kenzo langsung menekan nomor di ponsel dan menghubungi ayrin tentunya.
Terlihat wanita di seberang sana mengeluarkan ponselnya dari tas selempang yang ia kenakan.
"Datang ke apartemen saya sekarang.
Belum sempat ayrin menjawab lagi lagi hubungan sepihak sudah berakhir, membuat ayrin kesal.
"Siapa?
Tanya Kevin yang penasaran karena ekspresi ayrin langsung berubah setelah menerima telvon.
__ADS_1
"Wah lihat ekspresi nya itu, memang saya segitu nya sampai muka nya berubah masam.
Keluh Kenzo yang melihat perubahan dari wajah ayrin.
"Biasa lah, oh iya Kevin aku pergi dulu ya daaaah.
Ayrin langsung naik taxi yang sudah ia panggil, meninggalkan Kevin yang masih bingung.niat hati ingin mengantar pulang eh malah gagal.
Sedang kan Kenzo tersenyum puas melihat wajah Kevin yang kecewa.
Sesampai di apartemen Kenzo, ayrin langsung di buka kan pintu oleh tuan rumah.
"Ada apa bos? manggil saya kesini? Bukan untuk Nemani makan lagi kan?
Tanya ayrin yang langsung Tampa basa basi, karena sang bos memang suka sekehendak hatinya saja.
"Oh tentu tidak, ini masalah pekerjaan.
Jawab Kenzo Tampa rasa bersalah,
Ayrin mengangkat sebelah alis nya, menunggu pekerjaan apa yang di maksud dengan bos nya ini.
"Kamu ikut saya ke acara rekan bisnis saya, disitu banyak orang penting jadi kamu jangan buat saya malu.
Ayrin memutar mata malas, ia tidak suka pesta, tentang pesta hanya akan mengingatkan dirinya pada sosok Alvi yang selalu menghantui pikiran dan hatinya.
"Bisakah saya tidak pergi bos.
Tanya ayrin jika masih bisa bos nya di ajak kerja sama.
Ayrin berdecak kesal mendengar jawaban enteng sang bos, harusnya ia tak repot bertanya,jika yang di hadapi nya bukan lah manusia seutuhnya.
"Para pelayan akan menyiapkan baju dan menghiaas diri kamu, jadi diam dan nikmati saja.saya juga mau siap siap dulu.
Setelah beberapa jam, ayrin sudah siap dengan gaun panjang warna merah dan rambut yang di gerai, menambah pesona seorang ayrinka Azahra malam ini, di tambah make up yang di poles kan, Kenzo sedikit menganga, ia tak menyangka ayrin akan secantik ini.
"Ini kamu Rin?
Tanya Kenzo yang Tampa henti menatap ayrin.
"Iya iya lah bos, saya cantik kan.
Puji ayrin pada dirinya sendiri, membuat Kenzo memasang mata malas.
"Yah bisa lah, karena semua yang mendandani kamu, sudah profesional, kerja bagus mereka semua,pasti mereka berusaha sangat keras
"Hah, saya tidak percaya ada orang seperti anda.
Kenzo mengulum senyum mendengar ocehan ayrin yang sangat kesal, harus di akui ayrin memang sangat cantik,
Kenzo juga sangat tampan malam ini,setelan jas mahal yang selalu berbalut dengan dirinya menambah pesona sang CEO.
Sampai lah mereka di sebuah gedung nan megah,Kenzo menyuruh ayrin mengandeng lengan nya, ayrin hanya bisa menuruti entah mengapa ia sangat berdebar malam ini.
__ADS_1
"Wah Kenzo Austin, senang bisa bertemu dengan anda.
Sapa pria separuh baya dengan pakaian formal sedang tersenyum sambil menyalami Kenzo dan ayrin.
"Apakah ini kekasih anda tuan Kenzo?
Membuat Kenzo terbatuk dan menatap ayrin.
"Bu.. bukan, saya juga senang bertemu dengan tuan Herman yang terkenal itu.
Balas Kenzo memuji pria yang sudah tidak muda lagi.
"Haha, bisa saja, oh iya saya bersama putra saya.
Seorang laki lagi Nan tampan dengan tatapan dingin nya, menghampiri mereka sambi tersenyum paksa.
"Alvi kenalin ini tuan Kenzo, pebisnis muda yang sukses dan akan jadi teman kerja kamu.
Ayrin yang dari tadi hanya fokus Dengan pemandangan sekeliling Tampa menghiraukan perbincangan antar bisnis itu, langsung menatap pada laki laki yang di panggil Alvi.
Iyakah Alvi yang Selama ini ia rindukan, benarkah Sekarang mereka di pertemukan kembali. Selucu ini kah kisah mereka? Setelah bersusah payah melupakan dengan mudah nya ia datang Tampa rasa bersalah.
Tatapan ayrin nanar, pandangan nya tak lepas dari sosok yang juga menatap nya dengan dalam,
"Ayrin,
Suara Kenzo membuyarkan kenangan kenangan yang sempat terputar dalam pikirannya Tampa ia minta.
"Ku terima uluran tangan darimu, air mata berlinang, dunia seperti mau hancur, seperti nyawa yang kembali kepada raga, seperti sesak yang sekarang bisa bernafas, tapi mengapa Sangat sakit rasanya.
Kenzo yang melihat langsung berdahem, membuat ayrin kembali sadar dan menarik tangan nya dari genggaman Alvi.
"Baik lah tuan Herman, saya rasa kami mau bertemu dengan tuan rumah nya dulu.
"Oh tentu tuan Kenzo.
Kenzo menarik ayrin yang masih mematung.
"Ada apa?
Tanya nya sambil menatap ayrin yang mata nya sudah berkaca-kaca.
"Mengapa harus bertemu kembali?
Jawab ayrin yang Kenzo tidak mengerti
"Hah? Maksudnya?
"Sudah lah, apa saya boleh pulang bos, tiba tiba saya merasa tidak enak badan.
"Kamu sakit? Ya baik lah kalau begitu kita pulang sekarang.
Baru hendak pergi melangkah kan kaki kini ayrin terpaku melihat pemandangan di depan nya, ya itu Alvi laki laki yang ia berikan seutuh hatinya Tampa tau balasan. Sedang berpegangan tangan dengan wanita yang sangat ayrin kenal.bukan kah itu Vivi. Jadi benar adanya berita tersebut.
__ADS_1
Mengapa saat ia hendak pergi, kakinya tak bisa ia langkahkan, mengapa ia harus seperti orang bodoh yang menangis saat ini,
"Hanya aku separuh nyawa menahan sesak di dada, sedang kan kau bahagia tertawa di depan mata.begitu sakit yang ku rasa malam ini.