Pecah Berserakan

Pecah Berserakan
Amela dan Gio


__ADS_3

Sesampai Di kamar kosan, Walau sederhana mungkin ini yang lebih nyaman saat ini, Amela langsung merebah kan badan nya ke kasur unicorn milik Ayrin, dan menatap langit langit kamar ia menahan ludah saat mengingat gio yang ia telvon mengabarkan kan diri nya sudah berada di bandara dan minta di jemput oleh kekasih hati nya yang membuat ia memilih meninggal kan pekerjaan demi cinta nya, dan rasa rindu nya, rasa penasaran yang selama ini ia rasakan.


Selang beberapa menit nama my boy❤️ tertera di ponsel milik gadis yang akrab di sapa Mela itu, Tentu ia langsung menggeser tombol hijau dan mendengar kan suara di seberang sana dengan senang hati.


"hallo , Kita bisa ketemuan ga yang?


Sapa di seberang sana dengan nada berat


" Tentu, Jawab Mela dengan senang, tak sabar ia bertemu pujaan hati yang selalu ia rindukan


Hubungan di telvon sudah terputus, Mela langsung bangkit dan mengganti baju,


" mau kemana Mel? Tanya ratu yang baru keluar dari kamar mandi


" Ketemuan sama gio tu, Jawab Mela dengan percaya diri


Ratu menahan ludah, ia sebenar nya kasihan dengan Mela, Tapi ia tak berani ikut campur tentang masalah hati, ia takut salah dalam memilih langkah, biar lah Mela menyelesaikan masalah nya sendiri.toh masalah nya sendiri belum tau ujung nya.


########

__ADS_1


Di Taman yang berada di pinggir kota, dengan bunga yang tidak terlalu banyak, tapi masih menambah pesona sore saat ini, Wanita yang memakai rok Levis pendek dengan baju Kaos putih dan di balut dengan aother Levis yang senada, rambut nya diikat tinggi, mengenakan sepatu


kets putih, Telah duduk di kursi taman, sambil menunggu seseorang yang ia rindukan.


Ya Wanita itu Amela Claudiya


Sosok yang di tunggu ia lah gio, Tampak gio datang dengan membawa seikat bunga, tersenyum manis menyapa gadis manis di depan nya.


Mela tersenyum malu dan meraih bunga yang di berikan,


"Apa kabar buk bidan? _ Gio


"baik, sejak bertemu anda, _Amela


Entah mengapa Mela merasa gio bukan lah seperti gio yang ia kenal dulu ada yang berbeda dari pacar nya ini, ada yang di sembunyikan, Akhir nya Mela mencoba memberanikan diri meminjam hp gio**,


"*Kenapa kamu minjam hp aku?


" ya, ga papa aku, cuma pengen pinjam,

__ADS_1


" kamu ga percaya ya sama aku?


" bukan gitu, lagian kamu kok sensi amat sih, emang ada yang kamu sembunyi in dari aku? kalau ga ada apa apa harus nya kamu ga panik dong.


" siapa yang panik juga? ini kamu periksa hp aku sepuas nya*.


**Mela perlahan melihat pesan di hp gio terlebih dahulu, tidak ada yang mencurigakan, ia melihat panggilan keluar, Ada nomor yang ga di kenal yang sering di hubungi gio, tentu bukan nomor nya,


Gio yang duduk di sebelah nya berusaha menetralkan wajah nya sebisa mungkin, jangan sampai pacar nya yang penurut ini tau bahwa ada wanita lain yang mengisi hati nya saat ia jauh dari amela, jujur saja gio belum sanggup juga kehilangan wanita manis yang periang di sebelah nya ini.


Mela memberikan Hp gio**,


" Maaf, bukan aku ga percaya, hanya saja aku takut kehilangan kamu.


Gio tersenyum tipis, dan menarik tangan Mela, meletakkan ke dada nya,


" kamu masih merasakan detak jantung aku kan? selama itu masih berdetak cinta aku buat kamu sayang. **Tatap nya dengan dalam, kedengaran nya tulus.


Mela mengulum senyum, dan menarik tangan nya kembali, ia malu, hingga pipi nya memerah**,

__ADS_1


"Iya aku percaya sama kamu sayang.



__ADS_2