
Ayrin menatap langit malam, bintang bertaburan,bulan merayu,
namun hati nya masih pilu, dengan masa lalu dan rasa yang masih saja menunggu tampa tau cara untuk berlalu,
"Di langit yang aku tatap, ada rindu yang aku titip, Bisakah kita kembali menjadi teman? Lupakan jika aku pernah jujur tentang perasaan ku pada mu, Alvi aku ingin melupakan mu, dan itu sangat sakit
Ayrin terus saja melihat hp milik nya, tentu ia tak akan menemukan apa pun tentang Alvi, baik itu tentang yang ada di Jakarta ,karena ia telah memblokir semua tentang mereka, agar ia tak tau kabar Alvi, jika masih melihat Alvi cinta itu datang dengan mudah nya, memang mudah sekali jatuh cinta, Hingga hati tak ada rasa, hingga tidak bisa membedakan antara bodoh dan cinta.
tak berapa lama Ayrin menyimpan hp nya, namun ada panggilan dari nomor yang tak di kenal, Ayrin sempat heran siapa yang menelvon nya, bukan kah nomor nya hanya ada dengan orang orang terdekat, bahkan ratu dan amela saja tidak tau kontak nya,
Ayrin berharap itu Alvi, andai saja ada keajaiban Alvi mencari dan menghubunginya, pasti ia lah wanita paling bahagia di dunia ini,
Ayrin segera menepis pikirannya yang tak akan pernah terjadi,
Melewat kan panggilan yang belum sempat ia terima, Ayrin acuh, mungkin bukan siapa siapa , untuk kedua kali nya nomor itu menelvon lagi Ayrin yang juga penasaran siapakah penelpon ini,
"ini gua rin , lu gak rindu sama gua a, lu tega ga ngasih kabar sama kita, sekarang Mela di sini
Suara di seberang sana terdengar nyaring sedang marah, tapi bercampur tangis , Ayrin langsung menjauh kan hp dari telinga nya,
" *maaf ratu, gua gak maksud gitu, gua juga rindu sama lu, oh iya Mela di Jakarta sekarang?
"iyaa, dan Mela udah tau tentang gio, gua udah kasih tau, dan dia sekarang marah sama gua,
"terus Mela nya sekarang dimana?
"dia di luar, dia gak tau gua nelvon lu, gua minta nomor lu sama adek lu,
" pantas saja, heem, gimana di sana tu?
"semua tidak baik, oh iya Alvi udah putus sama Abel*,
Ayrin terdiam sejenak, ini yang membuat nya tak mau berurusan dengan orang yang kenal dengan Alvi, menyangkut alvi, pasti ia akan di ingatkan lagi dengan laki laki yang sudah mematahkan hati nya berkali kali, yang sial Nya dengan tidak tau diri cinta itu hadir kembali Tampa ada benci.
" heem, gua tak mau mendengar tentang Alvi tu,
jauh di lubuk hatinya paling dalam, ia ingin tau bagaimana keadaan Alvi, mengapa sampai putus dengan Abel, namun ia sudah bertekad untuk tidak membahas apa pun tentang Alvi, itu tetap saja akan melukai hati nya yang masih luka,
**Ratu juga menghembus nafas, ia tak bermaksud mengingatkan sahabatnya tentang yang menyakitkan hati nya, namun ia berharap dengan kabar itu, Ayrin bisa kembali ke Jakarta , berkumpul kembali , Egois kah dirinya?
2 jam lebih antar sahabat itu melepas kan rindu, banyak cerita yang di dengar kan, hingga mata mulai mengantuk, berakhir lah hubungan telepon itu,
Ayrin melirik jam dinding pukul 23:20, pantas saja ia mengantuk, Ayrin melihat Kayla sudah terlelap menyusuli alam mimpi, Ayrin pun ikut menyusul ke alam bawah sadar,
kayla mencoba membangun kan ayrin, dengan menarik selimutnya, Ayrin yang masih mengumpulkan kesadarannya, dengan mata terpejam masih malas untuk bangun**,
"Rin, lu ga kerja? bos kita gak suka ada yang terlambat lo,
Ayrin teringat dengan bos barunya Kenzo, yang selalu memecat karyawan yang terlambat, Ayrin langsung bangun, berlari ke kamar mandi dengan cepat ia siap siap untuk pergi ke kantor.
Kayla sempat tertawa melihat tingkah teman nya itu,
" masih pukul 06:30 sayang,
Ternyata Kayla hanya mengerjai nya, memang benar kalau sudah menyangkut bos Kenzo, semua juga takut terlambat, dengan laki laki yang mood nya berubah-ubah.
Sesampai di kantor semua karyawan melirik ayrin sambil berbisik bisik,tentu Ayrin heran kenapa dengan mereka semua?apa ada yang aneh sama penampilan nya, apa ada yang salah dengan diri nya, mengapa pagi ini mereka semua menatap Ayrin, biasa nya juga tidak peduli dengan kehadirannya, bahkan ada yang tak mengenal nya, saking tidak dia anggap nya di kantor , kalau mau minta tolong baru mereka baik pada Ayrin,
__ADS_1
Kayla lah teman yang baik pada Ayrin, wanita yang sudah lama bekerja di perusahaan ini, tentu tau apa penyebab semua orang memperhatikan Ayrin dengan mata tidak suka.
"ini wanita yang menghancurkan hubungan bos kita sama pacarnya
Ucap Tasya yang memang dari awal tidak suka pada Ayrin,ia lah yang membeberkan berita tersebut, karena ia ada di restorant tempat dimana Ayrin mengaku jadi istri Kenzo.
di tambah Tasya melihat dara yang keluar dari ruangan bos nya, menangis, dan tidak beberapa lama Ayrin juga keluar dari ruangan tersebut, membuat keyakinan Tasya bertambah kuat,
"saya tidak pernah menghancurkan hubungan mereka,
"Mana ada maling yang mau ngaku ,
Timpal salah satu karyawan wanita, yang berada di pihak Tasya
"gua mah percaya aja, prempuan kayak dia ini, pasti mengincar uang,
**ujar yang lain, tak ada yang percaya pada nya, yang mau mendengar penjelasan dari nya, semua sudah berpendapat seperti itu, Tampa tau kejadian yang sebenar nya, kayla mencoba membela Ayrin, tentu ia akan kalah berdebat dengan para para penggosip di kantor,
Ayrin tertawa, membuat mereka heran, dihujat malah ketawa, mungkin pikir mereka Ayrin memang sudah gila**,
"kalian memang terbaik, dalam mengurus masalah orang lain,
saya merasa terhibur dengan kalian semua, sudah lama saya tidak tertawa seperti ini, terima kasih ya, karena udah peduli,
Tentu kata kata Ayrin menyindir secara halus, membuat Tasya dan yang lain nya tambah panas, sekaligus malu, karena Ayrin yang di pikir nya akan marah marah, malah ketawa dengan kencang. entah apa yang lucu, mereka jadi seperti orang bodoh di buatnya,
Ayrin menggeleng dan duduk di meja kerja nya, Kenzo dan Fero yang sudah mendengar perdebatan antara wanita itu tersenyum, Kenzo juga tidak menduga Ayrin akan membalas nya dengan tertawa bukan dengan marah balik, atau menjelaskannya kejadian yang sebenarnya, ya hubungan Kenzo berakhir karena masalah pribadi nya, masalah yang di buat Ayrin masih bisa di perbaiki, sedang kan masalah nya dan dara sudah benar benar berakhir.
saat melihat Kenzo dan Fero datang, semua kryawan langsung bubar ke tempat masing masing, Kenzo melangkah melewati meja Ayrin, namun Ayrin tak sedikit pun mengacuhkan, Ayrin tampak sibuk dengan berkas berkas yang di periksa nya, Kenzo berdahem namun tak sedikit pun mengalihkan perhatian nya pada kertas kertas yang di lihat nya, Ayrin masih setia memandang kertas itu di banding melihat bos nya yang sudah kesel karena tak di acuh kan oleh nya,
bukan Ayrin saja yang kaget, karyawan lain pun ikut melihat ke arah Kenzo, Fero hanya bisa geleng geleng lihat tingkah bos nya ini, Kenzo merasa malu, dan meneriaki semua kryawan nya
"kalian semua udah bosan kerja, kalian semua mau di pecat,
mereka yang dari tadi melihat ke arah Kenzo langsung mengerjakan pekerjaan mereka dengan serius ,tampa berani melihat ke arah Kenzo lagi,
namun berbeda dengan Ayrin, yang melototi Kenzo membuat Kenzo memarahi nya lagi,
" kamu berani menatap saya seperti itu, kamu mau di pecat juga
Ayrin menggigit bibirnya sendiri mendengar perkataan bos nya, selalu ada kata di pecat dalam kamus nya,
Fero yang melihat tingkah bos nya, langsung menyuruh bos nya masuk ke ruangan,
"maaf bos lebih baik kita masuk ruangan, mereka sedang kerja bos
"kamu juga berani memperintah saya Fero, kamu juga mau di pecat,
Fero angkat tangan dan langsung menunduk minta maaf pada Kenzo,
"pagi saja sudah bikin saya kesel, gimana sih kalian ini,
Kenzo masih saja mengomel sepanjang jalan ia masuk ke ruangan nya, Fero telinga nya sudah tebal, mendengar ocehan bos nya ini setiap saat,
" Fero suruh Ayrin ke ruangan saya
" tapi bos ini jam makan siang,
__ADS_1
" saya tidak pernah ngomong dua kali,
" baik bos
Fero sedikit berlari ke kantin melihat kesana kemari, mata nya tertuju pada dua wanita cantik yang sedang menikmati makanan sambil sesekali mengobrol ringan, ya mereka Ayrin dan kayla
" Hem Ayrin, kamu di panggil bos
" loh ini kan jam makan siang pak,
" saya tidak tau, kata bos ini penting
Ayin sedikit kesel dengan bos nya satu ini, tapi tetap saja ia hanya karyawan dan laki laki yang ngeselin itu bos nya, jadi ia harus patuh, Ayrin pun dengan berat hati meninggalkan makanan nya, sambil memegang perut nya,
" Fero bonus kamu saya kurangi, karena telat 5 menit, mencari wanita itu,
Fero hanya berdahem, Ayrin bengong dengan perkataan bos nya, di kurangi bonus Fero hanya gara gara dirinya, ini sungguh tak masuk akal, memang manusia kejam,tak punya hati,
"dan kamu belikan saya kopi, tidak boleh panas, tapi tidak boleh terlalu dingin, dan manis nya harus pas, saya kasih waktu 5 menit
" kopi yang di seberang jalan itu bos? gak mungkin bisa 5 menit ,belum lagi antrian nya,
" saya tidak mau tau, waktu dimulai dari sekarang,
Ayrin langsung berlari membeli kopi tersebut, Fero juga heran kelakuan bos nya sudah makin gila.kasihan gadis malang itu.
5 menit kemudian Ayrin datang dengan membawa kopi, terlihat keringat dan rambut nya yang acak, karena harus lari membeli kopi, padahal di dapur kantor sudah di sediakan air panas dan macam macam kopi, namun bos nya masih saja mengerjai dirinya,
"saya sudah tidak mau lagi minum kopi itu , sudah dingin, buang saja!
Ayrin gak habis pikir ada manusia hidup seperti ini, apa yang salah dalam otak nya itu, atau ia tak punya hati, dia hidup hanya dengan jantung, se enak nya ngomong, nggak menghargai perasaan orang lain ,orang udah capek capek, sampai berantem dengan pembeli lain karena menerobos antrian,sampai ia harus membeli mahal secangkir kopi demi tepat waktu, dan di suruh buang, ini bukan masalah harga nya tapi ini masalah menghargai.
" dasar iblis,
ucap Ayrin pelan, namun masih terdengar di telinga Kenzo,
" apa? kamu bilang saya iblis? kamu berani? seperti ini iblis?
Kenzo mencekam lengan Ayrin sedikit kuat, hingga Ayrin mengerinyit kesakitan,
" sakit bos,
Fero yang melihat itu langsung mencegah bos nya,Kenzo langsung menurunkan tangannya, dan menyuruh Ayrin ke luar,
" **benar benar iblis
Tatapan tajam ayrin**
Kenzo lagi minum kopi
Ada yang penasaran dengan sekretaris Fero Al ghibran☺️
__ADS_1