
Malam yang begitu panjang bagi orang yang tak punya kekasih, malam yang sepi dan dingin,
Ayrin merasa bosan, di kamar, di ruangan yang slalu tempat ternyaman nya, ratu yang pergi dengan rizky, mela yang vidio call sama gio, Tetap saja ia tak bisa membohongi diri nya sendiri bahwa ia kesepian, tetap saja hati ini merasa sunyi walau ada di keramaian sekali pun, Ternyata yang redup sudah gelap,
Sementara itu ratu sedang asyik ngobrol sama rizky, mereka melihat alvi dan abel sedang bicara dengan serius, sesekali abel ketawa sambil menepuk bahu alvi dengan manja,
Ratu menarik nafas dalam, dan menghembus kan dengan kasar, ia cukup merasakan luka untuk ayrin,
"*kalau ayrin lihat pasti hati nya hancur,
"ya elah sayang, ngapain in sih mikirin orang lain, ini kan moment kita berdua, lagian kan ayrin ga ada di sini.
"ayrin itu sahabat aku, bukan orang lain, kamu mana ngerti soal perasaan,
"loh kok kamu marah sih? aku kan cuma kasih tau,
" aah udah udah, aku bete, aku ga mau di ajak ngobrol,
"dih kok kamu kaya anak kecil sih?
" apa anak kecil? kamu ga sadar yang anak kecil itu kamu*,
**Rizky hanya diam dan geleng gelang melihat pacarnya, Beberapa saat yang hanya ada keheningan di antata mereka,
"*kamu benar benar diamin aku ya ki, aku kan mau kamu bujuk aku,
__ADS_1
"aduh gua bingung ngajak bicara dari mana ini, wajah nya bete gitu lagi, bisa bisa gua yang salah lagi**,
"Ya udah kita pulang aja*!
kata ratu yang menghilang kan sunyi di antara mereka.
"*loh kita kan baru sampai yang
"habis nya kamu diamin aku,
" ya udah aku minta maaf ya sayang,
"iya aku maaf in*,
Di meja alvi dan abel,
Abel sedikit berhati hati dan ingin memastikan siapa ayrin di hati alvi.
"ga ada hubungan apa apa, kita cuma teman satu sekolah waktu sma,
Pandangan alvi jauh memandang jalan di depannya, tentu saja ia berbohong, bagaimana bisa ia mengatakan perasaan sebenar nya pada abel, bahwa ia jatuh cinta pandangan pertama dengan ayrinka azahra
" *kamu tau bel? apa yang paling menyakitkan ?
"perpisahan*.
__ADS_1
jawab abel singkat,
"ada yang lebih menyakitkan dari perpisahan, Mempunyai rasa yang sama,tapi tidak di takdir kan untuk bersama.
Alvi menatap abel yang terus melihat nya.
"*maksud nya, kamu dan ayrin tidak bisa bersama?
"loh ko aku dan ayrin sih,orang aku baca caption remaja baper, wkwkkw*
Abel lega mendengar nya, tapi tetap saja ia merasa ada yang di sembunyikan laki laki yang bernama lengkap alvi Al-Ghifari ini dari nya,
Sedang kan Ayrin terus memainkan hp nya yang tak ada pesan dari siapa pun, ia hanya melihat foto, kembali dan yang lain, ia melihat kontak alvi, lalu ia tersenyum,
"aku punya kontak nya tapi bukan hatinya,
sedang apa dia ya? apa dia pernah memikirkan ? ah sudah lah rin, jangan seperti ini lagi,
Mel mengakhiri vidio call nya karena gio mau berangkat kerja,
"*udah vidio call nya?
"udah, gua kasihan liat lu, bengong kaya orang banyak punya anak,.
"alah palingan si gio kerja*,
__ADS_1
mereka tertawa bersama.