Pelakor Pilihan

Pelakor Pilihan
21. Terbongkar Sudah Keburukan Liana


__ADS_3

"Aku bebas dari sangkar emas Lion pria bego itu!!!" Teriaknya Liana yang sangat senang karena setelah hampir enam tahun dia terpenjara tidak mendapatkan ijin dari suami dan kedua orang tuanya.


Arjuna segera menarik tubuhnya Liana sebelum mendapat teguran dari pihak kepolisian satlantas Polresta.


"Sayang hati-hati, jangan bertingkah seperti anak kecil, ingat kalau ada apa-apa kita jadi batal berangkat ke luar negeri lagi gara-gara kamu," gertak Arjuna sedikit ilfil dengan sikapnya Liana yang kekanak-kanakan.


Liana dan Arjuna sudah berada di dalam pesawat yang akan membawa mereka ke Paris Prancis.


Sedangkan Lion segera terbangun dari tidurnya saat mendengar hpnya yang sedari tadi bergetar di atas meja nakas ranjangnya.


"Siapa sih gangguin saja," umpatnya yang sangat marah karena istirahatnya terganggu.


Lion segera meraih hpnya tersebut lalu mengangkat teleponnya yang ternyata dari detektif yang disuruhnya untuk mengawasi apa saja yang dilakukan oleh Liana.


"Ada apa?" Tanyanya Lion yang sedikit kesal.


"Halo Tuan Muda, aku sudah kirim semua yang ingin Tuan ketahui ada di dalam email Tuan," ujarnya saat sambungan telepon sudah tersambung.


"Oke, aku akan segera transfer gaji plus bonusnya jika aku puas dengan kinerja kamu," pungkasnya Lion lalu memakai celana boxernya.

__ADS_1


Lion bergegas ke luar kamar istri keduanya Gladys lalu berjalan tergesa-gesa ke arah ruangan Pribadinya yang biasa dia pakai kerja.


Dia meninggalkan Gladys yang masih tertidur pulas di atas ranjang king size-nya.


Dia membuka laptopnya lalu membuka email yang dikirim oleh anak buahnya yang ditugaskan sebagai detektif dadakan dari Lion yang memang sebenarnya tugasnya bekerja dibagian untuk mencari informasi yang sangat penting.


Lion terperangah melihat isi dari email tersebut. Bola matanya seolah-olah akan keluar dari kelopak matanya. Wajahnya memerah menahan amarahnya. Urat-urat tangannya menonjol, jakunnya naik turun hingga nampak sangat jelas bagi siapa saja yang melihatnya.


Lion menghembuskan napasnya dengan kasar, dia mengelus wajahnya dengan gusar.


"Ya Allah… ternyata mereka sudah lama saling kenal sebelum aku menikahi wanita ular itu!!" murkanya dengan penuh amarah.


Brak!!!!


Laptop itu tertutup cukup kuat sehingga menimbulkan bunyi yang cukup besar pula.


"Aku akan mengikuti permainanmu dan jika saatnya tiba aku akan mengusir kalian dari rumahku," geramnya dengan seringai liciknya.


Seorang suami yang setia, penyayang, baik hati dan tulus mencintainya tapi apa yang dia dapatkan hanya pengkhianatan terhadap cintanya yang tulus.

__ADS_1


"Lampard segera ke dalam ruanganku tidak pakai lama," ucapnya dengan tegas.


Lion berdiri di depan jendela kamarnya, dia tidak sanggup menahan air matanya yang sedari tadi ingin lolos akhirnya jatuh juga. Sekuat apa pun jika berhubungan dengan hati dan perasaan pasti akan berujung dan berakhir dengan deraian air mata kesedihan.


Lion berjalan ke arah rak tempat beberapa botol minuman berjejer di atas rak tersebut. Mulai dari minuman yang bermerek hingga yang paling mahal ada di sana.


Tangannya baru ingin meraih minuman itu, tapi langsung terhenti saat pintu ruangannya terbuka lebar. Lion langsung menurunkan tangannya sambil menoleh ke arah orang itu yang berjalan masuk ke dalam ruangannya.


Lion segera memotong sedikit rambutnya, beberapa helai. Kemudian ia menyerahkan anak rambutnya yang sudah tercabut dari akar kepalanya ke hadapan Lampard salah satu ajudan terbaiknya yang dia miliki.


"Aku mau hasil tesnya DNA segera keluar dan saya tidak ingin mendengar alasan prosesnya lama," tuturnya yang tidak ingin dibantah sedikit pun.


Lampard menatap ke arah bosnya dengan wajah yang kebingungan, Lion segera menjelaskan kepada Lampard tentang apa yang harus dia lakukan.


"Ingat hasilnya harus secepatnya ada di dalam genggaman tanganku," pintanya lalu menyuruh Lampard keluar dari sana.


"Baik Tuan Muda," ujarnya langsung berbalik dan akan keluar dari sana tapi langkahnya terhenti saat Lion kembali mengatakan sesuatu terhadapnya.


"Ingat!! jangan sampai ada yang tahu jika aku sudah menikah lagi dan cukup anak buah kepercayaanmu yang tahu semuanya, camkan itu baik-baik," terangnya lalu kembali duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan rumah tangganya Tuan Muda, apa kecurigaan ku selama ini sudah terbukti dan ketahuan keburukan dan kebusukannya si wanita ular itu," gumamnya sambil menutup pintu itu dengan rapat.


__ADS_2