
Lidya tidak berkutik setelah membaca berkas yang dilempar oleh Lion tepat di depan dadanya.
"Apa kamu masih menolak? Tapi itu mudah jika kamu menolak, kamu tidak akan pernah mendapatkan harta gono gini secuil pun, dan kedua kamu juga tidak akan pernah melihat anakmu lagi, saya sudah tahu putri siapa Angel, tapi karena istriku menyayangi Angel sehingga saya meminta padamu untuk mengambil hak asuh itu berada ditanganku dan bagiku Angel selamanya adalah putriku!" Tegasnya Lion lagi yang tidak mau terbantahkan.
"Tapi, Mas Lion apa sama sekali tidak ada lagi rasa sayangmu sedikitpun untukku, Ingat kita itu menikah hampir delapan tahun aku yakin kau masih mencintaiku," ucapnya Lidya yang berusaha untuk membujuk dan mempengaruhi Lion seperti dulu yang sering dia lakukan dan berhasil.
Tapi,kali ini Lidya melupakan jika hati manusia yang kokoh sekalipun akan berubah jika Tuhan Yang Maha Pencipta menginginkan untuk mengubahnya. Hanya dalam sekejap mata semuanya bisa berubah. Karena Allah SWT maha pembolak balik hati nurani umatnya.
"Aku serahkan semuanya padamu,kamu tanda tangan saat ini juga aku tidak akan pernah mengatakan kejelakan kamu di depan kedua orang tuamu tapi, jika kamu tidak mau bekerjasama denganku, aku hanya bisa bilang maaf saya tidak punya pilihan lain lagi," ujarnya Lion yang ingin sekali pergi dari tempat itu.
Lion segera bangkit dari duduknya karena hendak ke keluar untuk mengurus keberangkatannya ke Seoul Korea Selatan menemui kedua mertuanya sekalian dia ingin memberikan hadiah honeymoon kepada istri paling disukai, dicintainya dan paling berharga dalam hidupnya itu.
Lion baru beberapa langkah ingin menaiki undakan tangga, Lidya segera menginterupsi nya untuk segera menghentikan langkahnya itu.
"Baiklah aku sudah tanda tangan semua berkas ini dan aku akan pergi jauh dari kehidupan kalian dengan satu catatan kamu dan siapapun itu jangan sekali-kali mengusik kehidupanku dengan kekasihku dan masalah Angel saya tidak peduli kamu anggap anakmu sendiri atau tidak bukan urusanku lagi," ketusnya Lidya langsung berlalu dari hadapan semua orang yang sudah memperhatikan apa yang telah terjadi di dalam dapur itu.
Lion hanya tersenyum penuh kemenangan menanggapi sikapnya Lidya," syukur Alhamdulillah akhirnya aku terbebas dari wanita berhati buruk, lucknut, matre dan tukang selingkuh, sungguh kesalahan terbesar dalam hidupku adalah menikahinya dan mengenalnya,"
__ADS_1
Sam segera mengamankan berkas yang terdiri dari beberapa rangkap fotocopy berkas tersebut. Apa yang dikatakan oleh Lidya masih mampu di dengar dengan baik oleh Angel dan Lidya.
"Ya Allah… semoga cukup dia saja sebagai seorang ibu yang sikapnya sungguh tidak layak dipanggil dengan sebutan mama,"
Satu minggu kemudian, Angel pagi itu merajuk karena ia ingin ikut bersama kedua orang tua sambungnya ke Seoul. Lion dan Gladys mampu menyakinkan putri sulungnya itu sendiri berbagai alasan.
Lion tidak mungkin membawa anaknya bersama dengannya. Karena Lion ingin menikmati masa dan waktu kebersamaannya hanya berdua saja sebelum Gladis hamil anak pertamanya.
Lion yang melihat istrinya sedang merias dirinya segera berjalan mendekati istrinya itu dengan langsung memeluk tubuhnya Gladys dari belakang sehingga kedua bayangan mereka berada di dalam kaca cermin riasnya.
"Sayang apa kamu baik-baik saja dan sanggup berangkat menemui kedua orang tuamu?" Tanyanya Lion yang sedikit khawatir melihat kondisi raut wajahnya Gladys yang sedikit pucat.
"Insya Allah aku baik saja kok Abang, kita bisa berangkat ke Korsel tidak perlu dibatalkan," elaknya Gladys yang sebenarnya dalam mode yang tidak baik-baik saja.
"Alhamdulillah kalau seperti itu, kita berangkat yuk entar ketinggalan pesawat lagi," ajaknya Gladys yang menarik tangan Lion segera meninggalkan rumah mewah mereka menuju bandara internasional Soekarno Hatta Jakarta Selatan.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di dalam pesawat menuju bandara internasional Incheon airport Korea Selatan.
__ADS_1
Sore hari pesawat mereka sampai dengan selamat di bandara. Gladys sama sekali tidak memikirkan jika kedatangannya sudah diketahui oleh kedua orang tuanya itu. Gladys menutup mulutnya saking tidak percayanya melihat kedua orang tuanya dan juga kakak satu-satunya serta beberapa bodyguardnya sudah menunggu kedatangannya sejak lima belas menit yang lalu.
Gladys yang melihat kedua orang tuanya itu segera mempercepat langkahnya hingga jalannya dipercepat pula Kate tidak ingin membuang waktunya untuk memeluk tubuh mami dan papinya.
Gladys di luar dugaan,dia bersimpuh di depan kedua orang tuanya dan memohon maaf sudah membangkang dan minggat dari rumahnya karena tidak ingin dinikahkan dalam usia muda. Padahal ternyata ujung-ujungnya dia juga nikah muda.
"Mami, papi maafkan Gladys yah yang sudah pergi tanpa pamit kepada kalian, Gladys tidak ingin jadi anak durhaka mi, Pi tapi aku juga enggak mau nikah dengan pria yang papi pilih, saya maunya nikah dengan pria itu," ucapnya sendu Gladys yang air matanya sudah membanjiri wajahnya itu.
"Jangan seperti ini Nak, kamu putri kami tidak punya salah apapun, kami lah yang terlalu egois karena sudah memaksa kamu untuk menikah," tuturnya Pak Zulkarnain Ahmed Kris seraya membantu putri semata wayangnya untuk berdiri.
"Iya sayang kamu itu tidak punya salah,mari kita lupakan segalanya dan memulai membuka lembaran baru, apalagi kamu itu sudah punya suami pilihan sendiri dan kau cukup mampu dan pintar cari suami yang begitu baik sesuai dengan kriteria kakakmu, Iya kan kak Gading," tuturnya Bu Rahayu Anindya Hanif.
Semuanya tertawa mendengar candaan dari ibunya Gladys. Sebelum mereka balik ke rumah, Gladys memberikan kejutan kepada suaminya terkhusus dan terutama untuk kedua orangtuanya itu.
Yaitu berita kehamilan Gladys yang sudah dua bulan. Gladys memperlihatkan testpack tes kehamilan yang kemarin sempat dites urine oleh Gladys langsung.
Kebahagiaan mereka semakin bertambah banyak dan melimpah keberkahan di dalam kehidupan mereka semua. Lion tak hentinya mengecup punggung tangannya Gladys saking bahagianya karena akhirnya dia bisa memiliki anak sendiri, bukan anak dari pria lain.
__ADS_1
...********TAMAT********...