
Keesokan paginya, Gladys bangun cepat hampir bersamaan dengan suaminya itu.
"Abang aku sudah pilihkan pakaian kerjanya Abang, kalau butuh sesuatu panggil aku saja, aku dibawah di dapur," ucapnya Gladys.
"Mau ngapain di dapur?" Tanyanya Lion sambil menautkan kedua alisnya itu.
Gladys terkekeh mendengar pertanyaan dari suaminya itu," astagfirullah aladzim Abang, bukannya kemarin katanya minta dimasakin nasi goreng seafood ala Jakarta, gimana sih! Masih muda dan tampan gini kok udah pikun dan pelupa," ujarnya Gladys sambil bergurau di depan suaminya itu.
Lionel pun tertawa cengengesan karena lupa dengan tantangan yang diberikan khusus untuk istrinya itu.
Lion memeluk tubuh ramping istrinya yang mirip gitar spanyol itu, "Kalau gitu kamu harus dan wajib masakin Abang masakan yang paling nikmat dan lezat tidak ada duanya, kalau kamu berhasil aku akan bawa kamu ke Korea Selatan menemui papamu," ujarnya Lion yang membuat Gladys terkejut karena suaminya sudah mengetahui rahasia terbesarnya dalam hidupnya itu.
"Mak-sud-nya a-pa Abang, sa-ya ti-dak mengerti," elaknya Gladys yang salah tingkah karena kartu asnya sudah berada di tangannya itu.
Lion semakin mengeratkan pelukannya itu ditubuhnya Gladys sambil menoel hidung mancungnya Gladys.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu mengelak dan berbohong untuk menutupinya karena papamu sendiri yang mengatakan hal itu kepada Abang, jadi kamu bersiaplah hari minggu kita ke Seoul Korsel," tuturnya Lion kemudian mengecup sekilas pipi kanannya Gladys.
Gladys terdiam mematung meresapi setiap perkataan dari mulut suaminya itu, sedangkan Lion hanya tersenyum penuh kemenangan, karena sudah mengetahui asal usul Istrinya yang setiap harinya memberikan kejutan yang membuatnya terkagum kagum dengan kemampuan Istrinya itu.
"Ihhss Abang kenapa meski harus cari tahu sih, papi juga pasti ini semua kerjaannya Arya sehingga mengetahui keberadaanku," kesalnya Gladys sambil menghentakkan kakinya ke atas lantai keramik.
Gladys segera berjalan ke arah dapur,raut wajahnya yang kesal sehingga bibirnya dimonyonkan saking jengkelnya karena rahasianya sudah terbongkar.
"Kenapa Nyonya Muda Gladys raut wajahnya seperti seseorang yang tidak dapat uang belanja bulanan saja," bisiknya Mbak Yuni.
Gladys segera mengambil semua bahan-bahan nasi goreng seafood spesial ala Jakarta yang akan dibuat khusus untuk suaminya. Tanpa meminta bantuan kepada art nya ia segera mengolah bahan-bahan mentah seperti, cumi-cumi, udang, ayam goreng, telur, bakso, sosis, bawang merah, bawang Bombay dan putih, daun bawang dan prei serta cabe rawit serta tomat sudah dibersihkan dan dipotong-potong kecil sesuai seleranya Gladys pastinya.
Gladys memakai apron ketubuhnya terlebih dahulu sebelum memulai memasak dan mengikat asal rambutnya itu dengan cepol ala-ala Gladys hingga beberapa anak rambutnya masih terjatuh menutupi sebagian pipi dan keningnya itu.
Lion diam-diam memperhatikan apa apa yang dilakukan oleh istrinya itu di dapur. Hingga anak sambungnya itu duduk di salah satu kursi khusus untuknya.
__ADS_1
"Mami apa makanannya sudah siap?" Tanyanya Angel putrinya Lidya dengan kekasih simpanannya itu.
Gladys tersenyum tipis sebelum menjawab pertanyaan dari putri kecilnya yang sudah dianggap anaknya sendiri.
"Sabar yah sayang tersisa kerupuk sama telur ceploknya, tapi ngomong-ngomong mau telur dadar apa diceplok saja?" Tanyanya Gladys sambil terus mengaduk kerupuk udang yang sementara digorengnya itu.
"Aku mau dua-duanya saja Mami, Angel suka makan semuanya," jawabnya Angel penuh suka cita.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah duduk di hadapan piring masing-masing. Gladys sudah menuang nasi goreng seafood yang begitu menggugah selera makan mereka pagi itu.
"Masya Allah betapa nikmatnya masakan istriku, sampai-sampai saya tidak bisa menahan godaan makanannya," pujinya Lion.
"Iya masakannya mami sungguh nikmat," imbuhnya Angel.
Hingga suara seseorang mampu mengintrupsi pembicaraan mereka, Gladys dan Lion menatap dengan tatapan mata yang berbeda-beda melihat siapa yang datang sepagi itu.
__ADS_1