Pelakor Pilihan

Pelakor Pilihan
29. Saling Mengagumi


__ADS_3

Mereka sangat asyik dan bahagia makan makanan itu tapi terganggu dengan kehadiran seseorang yang tanpa permisi duduk di hadapan mereka.


Keduanya hingga mereka sama-sama mengalihkan perhatiannya ke arah sosok orang yang baru saja duduk di hadapannya.


Gladys menghentikan tangannya untuk menyuapi makanan untuk Angel gara-gara orang itu.


Orang itu tanpa permisi sepatah kata pun langsung mengambil alih ayam goreng yang ada di dalam genggaman tangannya Gladys.


Kelakuannya hingga membuat Gladys tidak berdaya dan hanya melongok dan mulutnya membulat sempurna membentuk huruf o, tidak percaya dengan tingkah laku ajaib orang itu.


Orang itu tanpa merasa bersalah sedikitpun terus mengunyah ayam goreng upin Ipin dengan lahapnya. Walaupun sedikit kepedasan dengan saus sambalnya, tapi tidak mengurangi rasa nikmatnya.


"Maaf Abang sudah berapa hari tidak makan ayam?" Sarkas Gladys yang melototin Lion yang terus menyantap paha mulusnya ayam goreng.


Lion sama sekali tidak menggubris perkataan dari istrinya yang jengah melihat kelakuannya Lion.


"Kenapa makan ayam goreng saja di depannya membuatku sangat bersemangat menikmati paha ayam ini," Lion membatin yang sesekali melirik ke arah Gladys.


"Mommy, Papi tega yah ambil ayam golengnya Angel," ucapnya Angel dengan wajahnya yang mulai sedih dan siap untuk nangis.


Gladys yang mendengar curhatan dari Angel segera membujuknya dengan perkataan yang mampu membuat Angel tersenyum sumringah.


"Sayang, apa Angel gak kasihan sama Papi? Papi kan baru pulang kerja pasti papi sangat lapar jadi dia ambil Ayam gorengnya Angel, Mommy ganti ayamnya dengan dadanya yang super besar, apa Angel suka?" Rayunya Gladys dengan senyuman termanisnya dia suguhkan di hadapan anak sambungnya.

__ADS_1


Angel tersenyum kegirangan melihat dada ayam goreng krispi yang ada di depan matanya. Dia langsung menyambar ayam goreng itu tanpa banyak kata lagi ataupun drama paha dan dada ayam.


"Dia masih muda tapi, sangat telaten dalam menjaga Angel sepertinya Liana tidak salah pilih untuk mencari istri baru untukku," Lion membatin lalu menghentikan kunyahan makanannya.


Gladys sama sekali tidak mengetahui jika dia diperhatikan seksama dan teliti oleh Lion jadi dengan santainya dia kembali menyantap makanannya yang sempat tertunda tadi beberapa menit lamanya.


"Papi, Mommy Gladys cantik banet yah, papi pintel banet cari istri yang cantik, baik hati lagi," celoteh Angel dengan gaya bicaranya yang masih cadel itu.


Lion yang mendengar perkataan dari Angel refleks menghentikan aktifitasnya. Dia pun menatap ke arah Gladys yang kebetulan melihat balik ke arahnya Lion. Sehingga mereka saling bertatapan dan beradu pandang.


Mereka sama-sama saling mengagumi dalam diamnya. Gladys mengagumi wajahnya Lion yang sudah cukup matang dan dewasa tapi, wajahnya seperti pria yang belum cukup berumur 28 tahun saja.


Lion sangat menyukai sifat dan karakternya Gladys yang sangat perhatian dan sorotan penuh kasih sayang.


"Apa keputusanku ini sudah benar untuk memilih jadi istrinya tanpa restu dari kedua orang tuaku?" Gladys membatin dengan tatapannya tertuju pada Lion.


Sejatinya tidak pernah ada yang menyakiti kita, hanya saja kita yang memilih merasa sakit. belajarlah dan latihlah hati kita untuk selalu sabar, dan jadilah pemaaf pada mereka yang sudah berbuat salah pada kita, maka semuanya akan terasa baik-baik saja.


sebetulnya tidak pernah ada yang mengecewakan kita, hanya saja kita memilih untuk kecewa. luaskan hati kita maka semuanya akan terasa ringan dan jangan pernah menaruh harapan yang lebih pada sesama manusia jika tidak ingin kecewa, berharaplah hanya pada Allah karena hanya Dia lah yang tidak akan pernah mengecewakan kita.


Dan juga tidak pernah ada yang menyinggung kita, hanya saja kita memilih untuk tersinggung. andai saja kita bisa melapangkan hati kita maka semua akan terasa manis.


kita yang memilih rasa dalam hati kita, maka jika sekiranya kita masih bisa memilih berlapang dada maka pilihlah kelapangan. Karena kita akan merasa tenang dan selalu bahagia. semua tentang rasa yang kita sendiri yang memilikinya dan kita juga yang memilihnya.

__ADS_1


Berbuatlah hal-hal kebaikan agar yang kita dapatkan juga kebaikan. Karena sejatinya apa yang kita perbuat hari ini esok ataupun lusa pasti akan kembali pada diri kita sendiri.


Apa yang kita tanam dan itu lah yang akan kita tuai


Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:



Pesona Perawan


Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan


Cinta CEO Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan



Makasih banyak all Readers...


i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca...

__ADS_1


Jangan pernah bosan yah dengan karya recehannya Fania Mikaila AzZahrah daeng Sayang...


__ADS_2