Pelakor Pilihan

Pelakor Pilihan
27. Harapan Lion Untuk Gladys


__ADS_3

Terlalu menyesali hanya akan membuat kita lupa untuk bersiap memperbaiki. Ketakutan itu hanya sementara, penyesalan itu selamanya.


Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.


Prank… bruk… bedebug…


Foto dalam figura itu hancur lebur mengenai tembok yang tidak bersalah.


"Apa salahku padamu Liana?? Apa kurangnya diriku selama ini!! Dasar wanita luck nut!!" Pekiknya dengan emosi yang semakin tinggi hingga Lion mengamuk di dalam ruangan kerjanya.


Untung saja ruangan itu dilengkapi dengan fasilitas peredam suara sehingga apapun yang terjadi di dalam sana tidak akan ada yang tahu apa yang sedang dilakukan oleh pemilik perusahaan tersebut.


Lion sangat murka dan marah setelah kenyataan dan fakta baru terungkap selama ini yang tidak pernah sekalipun terlintas di dalam benaknya.


Lion merasa pria yang paling terbodoh di dunia ini yang bisa-bisanya memelihara ular berkepala dua di dalam rumahnya.


Lion pun tidak menyangka jika wanita yang dinikahinya adalah wanita yang bertopeng penuh kepalsuan yang mengatasnamakan hubungan pernikahan suami istri yang suci tapi ternyata hanyalah manusia luck nut.


Lion menghapus jejak air matanya yang setitik demi setitik membasahi pipinya. Sekuat apa pun seorang pria pasti ada saatnya akan berada di titik terendah dirinya.


Pasrah bukanlah jalan yang terbaik tapi marah dan dendam bukan jalan yang benar untuk menyelesaikan masalah.


Tetapi memberikan pelajaran yang pantas dan layak sesuai dengan perbuatannya agar segera menyadari segala kesalahannya dan memperbaiki sisa hidupnya dengan baik itu solusi mungkin yang paling tepat.

__ADS_1


"Angel bukanlah darah dagingku tapi, aku sudah menyayanginya dengan sepenuh hati dan setulus hati, apa yang akan terjadi nantinya jika Angel tahu aku bukanlah papi kandungnya," lirihnya Lion.


Dia lalu segera memanggil ob dan office Boy dan girl untuk segera datang ke dalam ruangan kantornya. Kantornya yang sudah nampak seperti kapal pecah saja yang seakan-akan sudah hampir berbulan-bulan lamanya tidak pernah dirapikan dan bersihkan.


Pecahan kaca dan benda yang terlempar saat rasa amarah, kecewa dan benci sekaligus dendam menjadi satu bagian yang menguasai hati nuraninya itu.


Lion bergegas ke dalam kamar mandi untuk segera mengambil air wudhu. Dia tidak ingin berlarut dalam kubangan penyesalan yang nantinya akan berpengaruh negatif terhadap jiwa dan raganya.


"Aku tidak boleh seperti ini terus, aku harus bersabar dan menekan amarahku," gumamnya saat sebelum mengambil wudhu untuk bersiap shalat Dzuhur.


Beberapa saat kemudian, baru saja dia mengakhiri doanya,ada seseorang yang mengetuk pintu.


Tok… Tuk.. Tok..


Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku daripada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna daripada menjelaskannya.


Lion meraih remote control pintunya lalu segera menekan tombol power sehingga terbukalah pintu itu dengan otomatis.


Ketiga orang itu yang bekerja di bagian keamanan hanya terperangah dan kaget melihat kondisi kantor yang tadi pagi rapi, bersih dan teratur dengan baik di tempatnya tapi saat itu juga yang mereka lihat berbanding terbalik.


Tetapi, mereka tidak akan berani untuk berkomentar apapun hanya mampu bisa bekerja sebaiknya agar bonus bisa mereka rasakan dan dapatkan.


Lion yang memperhatikan raut wajah dari karyawannya hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya tanda dia ikut keheranan dengan apa yang sudah dia lakukan.

__ADS_1


"Tolong bersihkan secepatnya dan jangan ada sedikitpun pecahan atau kotoran yang tersisa di dalam sini, jika kalian bekerja dengan baik dan semaksimal mungkin aku akan memberikan kalian bonus," terangnya Lion.


Ia lalu mengambil jasnya setelah melihat ada chat yang masuk ke dalam hpnya dari bodyguard yang dia perintahkan untuk mengawasi istri keduanya yang nantinya akan menjadi calon pengganti Liana, jika Gladys mampu membuat Lion kembali percaya pada seorang perempuan lagi.


"Aku sangat berharap kamu itu berbeda dengan Liana dan harapanku kamu segera hamil anakku sekaligus penerus dari perusahaan Dirgantara," gumamnya Lion sembari tersenyum smirk.


Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:


...1. Pesona Perawan...


...2. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...3. Pelakor Pilihan...


...4. Cinta CEO Pesakitan...


...5. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


Makasih banyak all Readers...


i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca...


Jangan pernah bosan yah dengan karya recehannya Fania Mikaila AzZahrah daeng Sayang...

__ADS_1


__ADS_2