
Lion sangat menyukai sifat dan karakternya Gladys yang sangat perhatian dan sorotan penuh kasih sayang.
"Pria mana yang tidak akan bersyukur dan bahagia jika memiliki istri yang sangat cantik dan baik hati sepertinya," lirihnya Lion.
"Apa keputusanku ini sudah benar untuk memilih jadi istrinya tanpa restu dari kedua orang tuaku?" Gladys membatin dengan tatapannya tertuju pada Lion.
Berselang saat kemudian, mereka sudah menghabiskan beberapa potong paha atas, paha bawah, dada ayam pun sudah mereka nikmati. Untuk pertama kalinya Lion menikmati makanan junk food itu.
Selama ini dia sebenarnya paling anti dengan makanan siap saji, tapi untuk saat itu dia mengenyampingkan hal tersebut hanya untuk anak dan istri keduanya yang paling penting mereka bahagia.
"Kenapa semakin hari aku semakin menyukai semua yang ada dalam dirinya,apalagi saat kami melakukan hal itu, aku dibuat melayang hingga seakan-akan melupakan semua kejahatan dan kebohongannya Liana," Lion membatin senantiasa menatap intens ke arah Gladys.
Gladys tidak mengetahui jika dia sedang ditatap dan diperhatikan sedemikian rupa oleh suaminya Lion.
Angel sangat menyukai jika dirinya diperhatikan oleh Mommy Gladys karena selama ini, dia tidak pernah mendapatkan perhatian sedikitpun dari Mama kandungnya sendiri.
Bahkan Liana akan memberikan banyak alasan untuk menolak apa yang diinginkan oleh putrinya. Misalnya jika Angel merengek meminta untuk hanya sekedar jalan-jalan biasa saja, ia akan menolak mentah-mentah keinginan anaknya itu. Tetapi itu wajar saja karena disuapin ia tidak pernah dapatkan hal seperti itu dari Maminya.
"Papi, Angel sudah kenyang gimana kalau kita pulang saja yah, Angel juga udah ngantuk Moms," jawabnya dengan menutup bibir kecilnya sambil menguap.
Gladys yang membersihkan sisa makanan yang terjatuh mengenai pakaiannya segera dibersihkan oleh Gladys dengan penuh kasih sayang.
"Abang, Angel sudah ngantuk kita pulang saja kalau gitu," pinta Gladys di hadapan suaminya yang berharap apa yang dikatakannya bisa diterima oleh Lion.
__ADS_1
Lion langsung bangkit dari duduknya sambil mengambil alih Angel dari pangkuannya Gladys lalu dia menggendong tubuh kecil anaknya itu.
Gladys hanya tersenyum menanggapi tindakan yang ditempuh oleh Lion. Dengan penuh kasih sayang, ia menggendong Angel dalam gendongannya itu.
Sesekali Lion menepuk punggungnya Angel agar segera terlelap dalam tidurnya. Hal itu sering kerap kali dia lakukan jika, Angel susah tertidur.
Mereka berjalan hingga ke depan pintu depan Mall terbesar yang ada di ibu kota Jakarta. Mereka berjalan beriringan layaknya keluarga kecil lainnya yang penuh rasa kebahagiaan yang menyelimuti hati mereka.
Gladys masih sering tidak percaya jika dia telah memutuskan untuk menjadi istrinya pria yang sudah cukup dewasa dan usianya mereka berbeda jauh.
"Apa aku akan hidup untuk selamanya dengan pria yang cukup dewasa itu," batinnya Gladys yang diam-diam memperhatikan wajahnya serta seluruh bentuk tubuhnya Lion.
Gladys tidak memungkiri jika, Lion Pria yang cukup tampan dengan penuh karisma dengan segala pesonanya itu.
Mereka berjalan dan sesekali berbincang-bincang santai sembari bergurau untuk mencairkan dan menghangatkan suasana yang tercipta diantara mereka.
Dari pojokan jalan yang mereka lalui,ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik mereka sedari tadi. Dia bergegas mengambil hpnya untuk menelpon bos-nya.
"Apa!! Itu tidak mungkin!! Bisa saja kamu salah lihat saja," ujarnya orang yang berada dibalik telpon setelah mengambil beberapa rekaman video serta foto yang mereka ambil saat itu juga.
Orang itu tersenyum penuh kemenangan dan kelicikan. Orang itu tersenyum bahagia karena sudah membayangkan banyak uang yang akan mereka dapatkan karena berhasil mendapatkan beberapa informasi penting.
"Aku akan kaya mendadak kalau seperti ini," tuturnya yang tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Dia segera mengambil hpnya lalu mengambil beberapa rekaman video serta foto dari mereka bertiga. Dia pun segera mengirim hasilnya ke hpnya atasannya itu.
"Bagaimana ini kalau sudah seperti ini jadinya, aku takut jika Tuan Besar marah besar dan murka setelah mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh putri tunggalnya," lirihnya yang mulai gentar dan ketakutan menghadapi ulah Nona Mudanya.
Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:
Pesona Perawan
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Jangan Lupa untuk Rate Bintang 5, Favoritkan, Like setiap Babnya dan gift seikhlasnya..
Makasih banyak all Readers...
__ADS_1
i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca...
Jangan pernah bosan yah dengan karya recehannya Fania Mikaila AzZahrah daeng Sayang...