Pelakor Pilihan

Pelakor Pilihan
22. Mengagumi


__ADS_3

"Ingat!! jangan sampai ada yang tahu jika aku sudah menikah lagi dan cukup anak buah kepercayaanmu yang tahu semuanya, camkan itu baik-baik," terangnya lalu kembali duduk di kursi kebesarannya.


"Apa yang terjadi dengan rumah tangganya Tuan Muda, apa kecurigaan ku selama ini sudah terbukti dan ketahuan keburukan dan kebusukannya si wanita ular itu," gumamnya sambil menutup pintu itu dengan rapat.


Adzan Magrib berkumandang dari alarm hpnya Gladys yang mengusik ketenangan tidurnya. Dia segera membuka pintu matanya lalu mengerjapkan berulang kali.


Dia segera meraih hpnya dan melihat sudah jam berapa. Dengan kondisi matanya yang masih sedikit terpejam itu. Tapi saat melihat dan menyadari jika sudah hampir jam 7 malam. Betapa kagetnya karena sudah melewatkan waktu shalat ashar dan magrib.


Dia segera menyibak selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia tergesa-gesa bangun dari tidurnya tapi, langkahnya kembali terhenti saat merasakan rasa ngilu, perih dan sedikit sakit dibagian daerah sensitifnya.


"Ya Allah…. Kenapa masih sakit yah? Apa karena Abang Lion tadi sore mengambil jatahnya lagi jadi gara-gara itu sehingga masih terasa sakit?" Tanyanya yang berfikir tentang apa yang tadi mereka lakukan.


Tetapi, karena sudah terlambat dia memaksakan dirinya untuk bangkit. Sehingga dia berjalan sedikit mengangkang lebar dan sesekali meringis kesakitan.


"Aku tidak boleh kalah dengan keadaanku ini," cicitnya yang berjalan berpegangan pada tembok dan meja yang dilaluinya.

__ADS_1


Tapi, baru sekitar tiga langkah kakinya melangkah tubuhnya tiba-tiba terasa ringan dan melayang.


"Aaaahhhhhh jatuh!!!" Pekiknya saat tubuhnya yang digendong oleh Lion yang tanpa aba-aba ataupun pemberitahuan sebelumnya padanya.


Gladys refleks menutup matanya karena ketakutan jika dia sampai terjatuh. Suara cemprengnya memenuhi seluruh pojok ruangan tersebut.


Lion yang melihat kejadian itu hanya tersenyum menanggapi reaksi dari istri kecilnya.


"Jangan takut, ini Abang suami kamu coba dibuka matanya sayang," pinta Lion yang tersenyum smirk melihat tingkah lucu dari istri barunya itu.


"Ya Allah… masya Allah suamiku sangat tampan rupanya, kenapa aku baru menyadarinya yah? Dan baru kali ini aku memperhatikan dengan seksama dan detail bentuk ukiran dan pahatan dari wajahnya yang sangat sempurna," batinnya Gladys yang mengagumi sosok suami sirinya itu.


Gladys tidak menampik jika bentuk tubuh dan wajahnya Lion jika dilihat dari umurnya tidak sesuai. Orang-orang akan berpikiran belum tiga puluh tahun lebih.


Gladys saking terkesima dan terpesonanya melihat dari dekat wajah Lion hingga mampu membuatnya seketika melupakan rasa terkejut dan sakit dibagian intimnya itu.

__ADS_1


Gladys spontan mengelus wajah suaminya dengan menggunakan jari lentiknya. Dengan senyuman tipisnya yang mampu membuat Lion sangat menyukai dengan apa yang dilakukan oleh Gladys.


"Apa kamu sudah puas mengagumi ketampananku?" Tanyanya Lion.


Pertanyaan itu mampu membuat Gladys menyembunyikan tangannya dan salah tingkah. Ia tersipu malu, wajahnya seketika memerah merona menahan rasa groginya.


"Ya elah kenapa juga aku terbuai dalam mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu indah ini," batin Gladys.


"Abang suka jika kamu menyukai dan mengagumi bentuk tubuhnya dan wajahnya Abang sayang," tutur Lion yang masih setia menggendong tubuh istrinya.


Gladys segera mengembalikan kesadarannya kembali ke mode jaimnya jaga imagenya yang tidak ingin ketahuan jika dia sudah mulai ada rasa suka dan cinta untuk suaminya itu.


"Abang sangat bahagia melihat senyumanmu ini, jika bisa Abang meminta teruslah tersenyum manis ke arah Abang dan jangan pernah sedikit pun ada rasa bosan dan yang paling penting senyuman termanis kamu hanya untuk Lion seorang," terang Lion sembari mengecup sekilas bibirnya Gladys.


Gladys yang diperlakukan seperti itu betapa bahagianya. Perempuan mana yang jika diperlakukan istimewa, sweet dan penuh kasih sayang yang tidak akan bahagia. Pasti hatinya akan berbunga-bunga dan bermekaran sejuta bunga di dalam lubuk hatinya yang paling terdalam.

__ADS_1


__ADS_2