Pelakor Pilihan

Pelakor Pilihan
23. Keributan Ulah Angel


__ADS_3

"Abang sangat bahagia melihat senyumanmu ini, jika bisa Abang meminta teruslah tersenyum manis ke arah Abang dan jangan pernah sedikitpun ada rasa bosan dan yang paling penting senyuman termanis kamu hanya untuk Lion seseorang," terang Lion sembari mengecup sekilas bibirnya Gladys.


Gladys yang diperlakukan seperti itu betapa bahagianya. Perempuan mana yang jika diperlakukan istimewa, sweet dan penuh kasih sayang yang tidak akan bahagia. Pasti hatinya akan berbunga-bunga dan bermekaran sejuta bunga di dalam lubuk hatinya yang paling terdalam.


Keesokan paginya, Gladys dikejutkan dengan kedatangan Angel putrinya Liana. Gladys yang masih bergelung di dalam selimutnya. Tersentak kaget ketika ada tangan imut yang mengupil di hidungnya. Angel mencocol hidungnya Gladys menggunakan jari kelingkingnya yang imut itu.


"Aunty ayo banun, udah pagi," ucapnya dengan gaya bicaranya yang cadel.


"Aaaahhhh!!! Siapa itu!!" Pekik Gladys yang bangkit dari baringnya karena ada sensasi geli yang dirasakannya.


Angel langsung menutup kedua lubang telinganya saking kencangnya dan menggema suaranya hingga gendang telinganya hampir pecah saja.


"Iiihhh Aunty kenapa cuaranya becar banget?" Tanyanya Angel yang masih menutup kedua telinganya itu.


Gladys semakin dibuat keheranan melihat tubuhnya Angel yang sudah duduk di atas tubuhnya bagian kakinya yang masih polos.


"Kamu siapa? Kok bisa berada di dalam kamarnya Aunty?" Tanyanya Gladys saat sudah bisa mampu menetralkan perasaannya yang tadi terkejut.

__ADS_1


Gladys keheranan sekaligus kebingungan dan tidak tahu siapa anak kecil itu.


"Aku Angel Aunty tantik, aku anaknya Papi Lion," ujarnya dengan gaya cadelnya itu.


Gladys langsung mencubit pipi chubby nya Angel lalu menarik Angel kedalam pangkuannya itu.


"Apa aku juga nantinya akan punya anak juga dari Abang Lion kan kami sudah itu?" Batinnya Gladys.


Angel yang melihat tiba-tiba Gladys terdiam dia ikut kebingungan karena tadi berteriak-teriak saat terkejut sekarang terdiam dalam kebisuannya.


"Aunty kok bengong sih, apa yang terjadi padamu Aunty?" Tanyanya lagi dengan menggoyang kedua lengannya Gladys.


Dia menatap ke arah Angel lalu menggelengkan kepalanya,"Aunty Alhamdulillah baik-baik saja kok sayang, Aunty hanya lapar," kilahnya Gladys yang menutupi kenyataan yang ada.


"Aku juga laper kok Aunty," ucap Angel sembari mengelus perutnya dengan tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih nan imut.


"Kalau gitu kamu mau tunggu Aunty gak? Aunty mau mandi dulu soalnya!" tutur Gladys yang buru-buru menutupi seluruh tubuhnya dengan melilitkan bedcover yang dipakainya tidur.

__ADS_1


"Oke Aunty," balasnya dengan mengacungkan jempolnya ke arah Gladys yang sudah berjalan ke arah kamar mandi dengan berjalan tergesa-gesa.


Angel kemudian turun dari ranjang king size-nya dengan merangkak turun lalu berjalan ke arah luar kamarnya Gladys sesaat pintu kamar mandi tertutup rapat.


Dia mencari keberadaan Papinya karena sudah dua hari lebih mereka tidak saling bertemu. Sedikit pun dia tidak mencari keberadaan dari Maminya yang sudah bertolak ke Luar Negeri menuju Prancis.


"Papi!!! Papi!!! Kamu ada di mana?" Tanyanya yang berlarian menuju ruangan pribadi Papinya. Ia terus mengetuk pintu kayu jati yang tinggi itu dengan cukup kuat.


Tok… Tok… Tok..


Maid yang tidak sengaja mendengar teriakannya nona muda mereka segera berjalan ke arah sumber suara.


Maid itu segera mendekati Angel yang sedari tadi mengetuk pintu hingga dia sama sekali belum terbuka juga.


"Maaf Nona Muda, Papinya Nona sedang tidak ada di rumah karena ada urusan penting yang harus Tuan Besar kerjakan, itu pesannya Papi untuk Nona, katanya Kalau Nona cari Tuan, harus ngomong gitu Non," terang Maid tersebut yang mendudukkan tubuhnya di sampingnya Angel yang sudah memperlihatkan wajah sendu dibarengi dengan wajahnya yang murung.


"Ya Papi pergi lagi," gumam Angel yang sangat sedih tidak bisa bertemu dengan Lion Papinya.

__ADS_1


__ADS_2