
Lion dan Gladys sudah sampai de rumah mereka berselang beberapa menit kemudian. Lion segera menggendong tubuh Putri kecilnya itu ke dalam kamarnya.
Kedatangan kedua pasangan suami istri itu disambut hangat oleh beberapa asisten rumah tangganya.
"Selamat datang kembali Tuan dan Nyonya Besar," sapa beberapa orang yang berdiri di sekitar ambang pintu dengan memakai pakaian seragam.
Malam harinya, Gladys tidur seorang diri di dalam kamarnya hingga menjelang subuh. Pasalnya Lion bekerja sampai pagi bersama kedua asisten pribadi dan juga sekretarisnya. Yaitu Lampard Maxy dan Leonard Pasaribu. Kedatangan Pak Edward Chen sang pengacara pribadinya itu menjadikan pembicaraan mereka semakin serius saja.
"Ingat selesaikan perceraianku secepatnya dengan Liana, ajukan segera gugatanku di pengadilan agama dengan berbagai bukti yang sudah kamu pegang dan Ingat saya tidak mau jika prosesnya harus makan waktu lama,saya muak jadi suaminya perempuan tidak benar itu!" Tegasnya Lion Lie Dirgantara.
Arjuna dan Liana tunggulah akhir dari kehidupan bahagia kalian dan setelahnya hanya akan hidup seperti seseorang yang enggan untuk mati tapi segan untuk hidup di dunia ini lagi. Lion sudah bertekad dan memutuskan untuk menghukum kedua orang itu sesuai dengan perbuatannya yang telah membohongi dan menipunya dengan berbagai bukti yang sudah dipegang dan dikantonginya itu.
__ADS_1
Tapi, dari kesalahan terbesar yang kalian perbuat saya bisa bertemu dengan perempuan yang mampu menggetarkan hatiku yang selalu bahagia dan berbunga-bunga jika berada disampingnya.
"Baik Tuan Muda,kami akan melakukan segala sesuatunya sesuai dengan perintah Tuan Lion," ucap pengacara keluarga besarnya itu.
Gladys Gretchen Naim istri keduaku tapi akan menjadi istri terakhir dalam hidupku ini.
"Makasih banyak atas kehadiran kalian bertiga dan Ingat apa yang sudah saya katakan cepat laksanakan semuanya karena saya tidak suka menunggu!" Perintahnya Lion sebelum meninggalkan ruangan itu.
Lion bergegas naik ke lantai dua rumahnya itu, ia berjalan terus menuju kamarnya sendiri. Tapi, belum sempat melawati kamarnya Gladys, tanpa sengaja melihat pintu kamar istri kedua nya terbuka lebar. Entah dorongan dari mana sehingga Lion pria dewasa berusia tiga puluh lebih itu masuk ke dalam kamar Istrinya Gladys yang baru berusia dua puluh dua tahun.
Lion mendapati Gladys yang tidur telentang dengan memakai pakaian yang sungguh sangat menggangu imannya Lion saat itu. Lion segera berjalan ke arah dalam kamar istrinya yang sudah hampir seratus persen sah dimata hukum dan agama karena sudah diurus oleh pengacara keluarga terbaik yang dimilikinya.
__ADS_1
Lion menutup rapat pintu kamarnya terlebih dahulu sambil celingak-celinguk memperhatikan keadaan sekitarnya. Seolah Lion adalah seorang maling yang masuk ke dalam kamar istri sang pemilik rumah dengan berjalan pelan-pelan sangat hati-hati bahkan mengendap-endap seolah semut pun yang ai injak tidak akan mati.
Lion tanpa basa-basi ba bi bu langsung saja menerkam tubuh sintal dan seksi milik istrinya itu. Lion segera menanggalkan semua benang yang melilit ditubuhnya itu. Dia langsung naik k atas ranjang tepatnya di atas tubuhnya Gladys. Sedangkan Gladys yang sudah tertidur lama,ia mengerjapkan kedua kelopak matanya itu ketika tubuhnya terasa ada yang menindihnya itu.
Awalnya Gladys terkejut melihat siapa pria yang sudah mengungkungnya,tapi saking pintarnya dan lihainya Gladys menutupi keterkejutannya itu. Gladys tanpa pikir panjang dan malu ia langsung mengalungkan kedua tangannya di leher jenjangnya Lion dengan tersenyum terkikik melihat benda pusakanya Lion yang sudah siap tempur dengan size yang cukup panjang itu. Gladys tidak mampu menahan rasa tawanya akhirnya tawanya pun pecah dan nyaring hingga memenuhi seluruh sudut penjuru ruangan itu.
Lion yang melihat sikapnya Gladys yang sangat mengerti jika Istrinya tertawa terbahak-bahak karena melihat kondisinya tak memakai sehelai benang kain pun yang menutupi tubuh sispack nya itu.
Lion segera membekap mulutnya Gladys dengan ciri uuu mannya yang sungguh memabukkan bagi keduanya. Kedua matanya Gladys membelalak dan melotot sempurna saking terkejutnya melihat apa yang dilakukan oleh suaminya itu hingga lenguhan kecil meluncur dari sudut bibirnya yang merah, lembut dan kenyal itu.
Subuh itu keduanya menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing sebagai pasangan suami istri itu yang sah dan halal hingga keduanya kembali tertidur pulas di dalam dekapan hangat masing-masing.
__ADS_1