Pelet Maduku!

Pelet Maduku!
Bab. 24


__ADS_3

Shofia merasakan ada hawa panas yang mengelilingi tubuhnya saat matanya bersirobok dengan mata sang ustadz.


"Bagaimana, Ustadz? Apa teman saya ini sedang dikuasai oleh pengaruh susuk seseorang?" Tanya Sari penasaran apakah sang majikan sama dengan kakaknya terkena pengaruh ilmu susuk dari sang sahabat.


"Benar, Sekali. Teman mu ini sedang dalam kuasa sosok yang dikirim melalui susuk yang ditanam dalam diri wanita itu," jawab sang ustadz dengan terus menatap ke bola mata Shofia. Dia tidak menyangka jika sosok wanita muslimah seperti Shofia bisa terkena gangguan jin.



Sari menatap ke arah Shofia yang sedang duduk gelisah. Ciri-cirinya sama dengan sang kakak dulu yang pertama kali datang untuk rukyah.



"Lalu bagaimana Ustadz, apakah bisa sekarang juga kita melakukan rukyahnya, Ustadz?" tanya Sari, dia tidak ingin membuang waktu begitu saja. Mengingat sang majikan akan semakin memburuk jika tidak segera dibantu.



"Bisa, tapi ini tidak seketika hilang, harus kembali lagi untuk membersihkan semua yang ada dalam tubuh wanita itu," jawab sang ustadz sembari terus menatap Shofia dengan tangan menggerakkan tasbih dan mulut yang terus berdzikir.


__ADS_1


"Aaargh ... Panas! Hentikaan ...!" Shofia menutup kedua telinganya, dia mengerang kesakitan. Mata Shofia melotot, mulutnya mengeluarkan desissan.



Sari melongo dan merasa takut melihat ekspresi Shofia dia pun menjauh dari Shofia. Seketika Shofia menyerang sang ustadz dengan mengeluarkan suara desis ular.



"Astaghfirullah! Nyonya Shofiaa menantu dari sang ustadz hebat saja masih bisa dirasuki, bagaimana dengan kami yang hanya wanita biasa. Sungguh besar kekuatan dari makhluk bernama Jin itu! Pandai mencari celah kelemahan manusia!" gumam Sari bergidik takut.



Sang ustadz dengan kemampuan ilmu yang dia miliki menghindar dari serangan Hera. Saat ini yang menyerang dirinya bukan wanita yang ia tolong, melainkan sosok yang bersemayam di tubuh Shofia a.




"Allahu Akbar!"

__ADS_1



Sang ustadz memekik dengan menyebut lafal yang membuat makhluk ghaib itu merasakan panas seperti bara api yang menempel di kulit.



Shofia mengeluarkan suara yang sangat menyeramkan.


"Ruuuarrr ... Ssshh. Anak manusia, jangan kau coba -coba menggangguku! Aku tidak suka kau ganggu!" teriak Shofia dengan suara yang menyerupai raksasa yang kejam.


"Wahai iblis laknat! Keluarlah dari tubuh wanita shalih ini! Jika tidak maka aku akan menghabisi dirimu!" sahut sang ustadz dengan mengacungkan tasbih yang ada di genggamannya.



"Hahaha ... Atas dasar kau apa berani mengganggu korban ku!!" teriak Shofia lagi. Suaranya sudah bukan suara Shofia lagi, melainkan suara jin yang bersarang di dalam tubuhnya. Jin yang selalu mengganggu Shofia, agar menuruti perkataan Freya.



"Kalian adalah makhluk tak bermoral! Tega menyakiti makhluk yang lain. Kalian begitu kejam, membuat seorang istri berpisah dari suaminya!" teriak sang ustadz geram. Wajah Ustadz muda itu tampak serius, matanya menatap tajam ke arah mata Shofia. Sementara Shofia masih dalam kendali jin yang berasal dari bangsa ular tersebut. Shofia mendesis dan sesekali menjulurkan lidahnya persis seperti ular.

__ADS_1



Sari membulatkan matanya melihat sang majikan seperti ular. Dia semakin yakin jika Shofia memang terkena pelet dari sosok yang ingin merebut semua kebahagiaannya.


__ADS_2