
"Hentikan amarahmu, kita harus baik pada gadis itu, kita bisa menjadikannya tumbal untuk Ki Sanca!" bisik Yulia memperingatkan Freya agar tidak memarahi gadis itu.
Freya menoleh ke arah Yulia dan Yulia membalas tatapan mata Freya dengan mengedipkan matanya sebelah. Dia meyakinkan Freyaa agar bisa membawa gadis itu bersama mereka.
Freya yang paham arti dari kedipan mata Yulia, pada akhirnya turun dan menghampiri gadis belia itu.
"Maaf, Dik. Maafkan kakak. Tadi kakak hanya terkejut saja, takut melukai mu. Bagaimana apa ada yang terluka?" tanya Freya dengan wajah yang lembut. Dia memulai menggunakan susuk yang ia pasang di atas bibirnya.
Gadis itu pun menoleh ke arah Freya. Kedua matanya bersirobok dengan mata Freya. Freya pun mulai melafalkan mantra sihir agar gadis itu menuruti dan mematuhi apa yang ia katakan.
"Tidak ada yang sakit, Kak. Aku hanya terkejut saja, tidak ada yang terluka," jawab gadis itu dengan tatapan yang tidak lepas dari bibir Freya.
"Siapa namamu dan di mana rumahmu?" tanya Freya dengan tersenyum ramah, memulai aksinya.
"Nama saya Minah, Kak. Rumah saya tidak jauh dari sini," jawab sang gadis dengan paras yang cantik dan masih lugu itu.
__ADS_1
Freya tersenyum menyeringai, dia tidak usah bingung dan capek mencari gadis untuk dijadikan tumbal oleh Ki Sanca.
"Mau ku antar pakai mobil mewah ini? Kebetulan kakak juga akan mengunjungi salah satu keluarga kakak yang juga alamatnya sekitar sini. Ayo, tidak usah takut. Di dalam ada kakak yang baik juga. Dia memiliki banyak coklat untukmu," rayu Freya pada sang gadis belia itu agar mau diajak masuk ke dalam mobil.
Gadis bernama Minah itu pun merasa senang, belum pernah dia naik mobil mewah sebelumya. Suasana desa yang sepi membuat rencana Yulia dan Freya berjalan dengan mulus. Keduanya merasa senang karena misinya berhasil tanpa harus susah payah.
Gadis itu terdiam, dia sedang menimbang akankah ikut mobil Freya naik mobil atau tidak. Di dalam tubuh gadis itu terjadi pergolakan batin. Satu sisi pengaruh guna-guna yang dimiliki Freya memalui susuk yang dipasang di mata dan atas bibirnya, dan satu lagi karena pengaruh hati gadis yang masih murni.
"Dek? Ayolah jangan takut. Nanti kakak ajak keliling kampung dengan mobil mewah ini, bagaimana?" Bujuk Freya lagi. Berharap gadis itu mau menuruti perintahnya.
Minah yang masih polos dan lugu itu akhirnya mengangguk menyetujui penawaran Freya. Freya tersenyum dengan penuh kemenangan, dia telah berhasil membuat orang lain mematuhi perintahnya.
"Baguslah, ayo kita masuk!" ucap Freya meminta Minah masuk ke dalam mobil, duduk di bagian tengah mobil. Setelah menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan semua aman maka Freya pun masuk ke dalam mobilnya.
Brrrumm ...
__ADS_1
Freya menghidupkan mobilnya dan melajukan mobil tersebut menuju ke rumah ibu asuh Yulia. Freya melirik ke arah Yulia, mereka berdua tersenyum penuh makna, sementara Minah si gadis desa itu sedang mengagumi kemewahan mobil Freya.
"Minah, kenapa kamu diam saja? Apa kamu kedinginan? Kalau kedinginan biar AC nya kakak matiin," ucap Freya mengajak Minah berbicara.
"Tidak ada apa-apa, Kak. Minah hanya kagum saja dengan kemewahan mobil kakak yang harum wangi ini," jawab Minah dengan lugu. Dia memandangi televisi kecil yang ada di balik kursi yang diduduki Freya.
"Kak, kenapa bau mobil ini seperti harum pengantin ya kak? Harumnya seperti harum bunga melati!" ucap Minah mempertajam indera penciumannya.
Deg!
Deg!
Freya terkejut karena merasa dirinya tidak memasang pengharum mobil dengan harum melati. Freya melirik ke arah Yulia yang tersenyum aneh pada Freya. Freya terdiam, mencoba memahami maksud dari senyuman Yulia.
"Oh, Begitu. Baiklah.
__ADS_1