
Teh seduhan yang dibuat Yulia adalah teh khusus yang mampu membuat aura wajah yang tertanam susuk bersinar terang. Siapapun yang memandang wajah Yulia akan terpesona. Di mata mereka yang memandang Yulia, Yulia adalah sosok wanita yang cantik sempurna tiada cela dan tiada cacat.
"Aah ... Segarnya pagi ini. Tujuanku untuk mendapatkan gadis perawan untuk tumbal Ki Atmo sudah kudapatkan, selain itu aku juga sudah membawa Freya menjadi budakku seumur hidup!" gumam Yulia sesekali menyesap teh panasnya.
"Yulia, kau akan berangkat hari ini juga?" tanya Silvi yang datang dengan sepiring pisang goreng di tangannya. Dia pun meletakkan piring itu di samping gelas Yulia.
Yulia tersenyum pada wanita paruh baya itu, dia sangat menyayanginya karena Silvi adalah sosok yang merawatnya sejak kecil, dan hanya Silvi lah yang bisa bersabar dengan segala tingkah lakunya yang nakal.
"Benar, Bunda. Yulia hari ini akan kembali ke Jakarta. Tujuan Yulia sudah tercapai semua, jadi hari ini juga Yulia harus pulang. Dua hari lagi, Yulia harus mengadakan pemujaan agar ilmu Yulia semakin hebat!"jawab Yulia.
Yulia tidak sungkan menyebut di depan sang ibu asuhnya apa yang dia lakukan di Jakarta. Silvi sudah tahu karena Silvi sesungguhnya adalah budak bagi Yulia. Jiwa Silvi yang dulu baik dan taat beribadah telah dikunci oleh Yulia. Sekarang yang ada di samping Yulia hanyalah seonggok tubuh tanpa ada jiwa aslinya.
"Hati-hati, Nak. Jangan sampai Farhan mengetahui sepak terjang mu. Kau tidak boleh terlalu gegabah mengibarkan bendera perang dengan Farhan. Sebab Farhan bukanlah lawanmu. Jika jiwanya sudah tersadar maka kau akan dalam bahaya. Tubuhmu bisa hancur oleh Farhan."
__ADS_1
Silvi dengan tatapan kosongnya karena yang ada di dalam tubuh Silvi sesungguhnya adalah Arimbi. Arimbi menggunakan jasad Silvi agar bisa terus mendampingi putrinya.
"Iya, Bunda. Semua langkah sudah Yulia perhitungkan agar tidak meleset. Selama Freya dalam pengaruh kita maka Farhan tidak akan berkutik. Sebentar lagi Freya akan hamil dan anak itu adalah anak genderuwo yang semalam menanamkan benihnya di dalam rahim Freya. Hahaha ....!"
Yulia tertawa senang, ternyata membuat Freya hamil secepatnya adalah tujuan Yulia sesungguhnya.
"Bagus, Nak. Anak itu akan menjadi sosok yang hebat kelak. Perpaduan antara manusia dengan genderuwo yang kuat dan hebat. Bayi itu kelak akan menjadi senjata kita untuk melawan Farhan!" ujar Silvi alias Arimbi. Ternyata Arimbi belum juga menyadari akan dosanya. Dia masih juga ingin membalaskan dendamnya pada Azlan.
Sungguh rencana Yulia adalah rencana besar yang sudah lama ia susun untuk mengalahkan dan membalaskan dendamnya pada Farhan dan juga ayah mertuanya--Azlan.
"Kamu harus tetap waspada Yulia. Kau melupakan jika Farhan juga memiliki anak dari istrinya Shofia. Anak itu bisa saja menjadi sosok lawan bagi anak Freta, karena dia dalam perlindungan si ustadz brengsek itu! Hah ...! Mengapa selalu saja ada yang menghalangi semua rencana kita?!"
"Sabar, Bunda. Yulia masih punya rencana jahat yang lain. Saat ini Yulia belum bisa melukai bayi itu, tapi nanti jika sudah lahir maka Yulia akan menyuruh Freya untuk membunuh bayi itu!!" Yulia mengepalkan kedua tangannya ingin sekali saat itu juga dia memukul perut Shofia hingga keguguran.
__ADS_1
"Tenang, Yulia. Kamu tidak boleh emosi. Semua yang kau rencanakan bisa gagal jika kau emosi seperti ini!" Silvi memeringatkan anaknya.
Yulia mengatur napasnya, dia tidak boleh emosi dan sembarangan melangkah hingga merugikan dirinya sendiri. Rencana yang sudah disusun akan hancur jika diikuti oleh emosi yang tidak terkendali.
Sementara itu Freya terbangun karena perutnya lapar, dia merasakan seluruh tubuhnya remuk. Nafsu genderuwo dan senjata bionya yang besar telah memporak-porandakan alat vital kewanitaan Hasna. Bau yang menyengat keluar dari ******** Freya.
"Aaargh! Mengapa tubuhku sakit semua, dan apa ini mengapa aku tidak pakai sehelai benangpun dan sakit!!" Freya mencoba menggerakkan tubuhnya, akan tetapi rasa nyeri di **** ************* membuat Freya tidak mampu duduk.
Tanda merah kebiruan sudah bertebaran di tubuh Freya. Meninggalkan rasa nyeri jika ditekan. Perlahan Freya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang te lanjang dan terlentang begitu saja di ranjang. Kesadaran akan apa yang telah Freya perbuat semalaman belum menguasai diri Freya.
Kepala Freya terasa sakit dan pusing, rasa lapar yang mendera membuat diri Freya berusaha keras untuk bangkit. Tubuhnya bergetar karena rasa sakit yang mirip dengan orang yang dicambuk dengan cemeti. Bekas kuku tajam juga ada di bagian lengannya. Entah apa yang dilakukan genderuwo itu hingga tubuh Freya membiru semua.
"Aaargh!!" Freya terjatuh saat hendak berdiri, dan betapa terkejutnya dia melihat sesuatu yang keluar dari alat kewanitaannya.
__ADS_1