
Freya tanpa sadar mengikuti begitu saja keinginan sosok jin lelaki yang menyerupai Farhan Rasa cinta pada Farhan yang berlebihan membuat siapapun yang menyerupai Farha dia lihat sebagai Farhan yang asli.
Freya masuk dalam pelukan jin lelaki yang menyerupai Farhan itu. Tanpa menunggu lama karena jam telah menunjukkan pukul dua belas malam maka jin itu membawa Freya pergi ke alamnya.
Jin lelaki seperti Farhan itu menggendong tubuh Freya. Diletakkannya tubuh Freya di sebuah ranjang empuk terbuat dari bulu angsa. Freya terbuai dalam pesona lelaki yang menyerupai suaminya itu. Tanpa sadar Freya menyerahkan dirinya melayani nafsu sang jin.
Lenguhan dan ******* bersahutan dari balik kamar tersebut, Freya tidak tahu jika dirinya masih berada di dalam kamar yang sama. Hanya alam pikirannya yang merasa berada di alam yang lain. Tangan dengan kuku panjang dan hitam membelai lekuk tubuh Freya, bibir Semerah darah dan penuh dengan air liur yang menetes dan bau menjelajah lekuk tubuh Freya.
__ADS_1
Jin yang menyerupai Farhan itu adalah sosok jin yang sangat hebat dalam memuaskan naf su wanita. Dialah jin yang selalu meruda paksa wanita yang tidur tanpa menutup aurat dengan benar. Jin itu masuk ke dalam kamar-kamar para wanita dan menatap tubuh wanita itu dengan tatapan laparnya.
Para ulama menyarankan walau tidur di kamar sendirian tetap diwajibkan bagi wanita menutup aurat dengan sempurna. Selain itu juga sebelum tidur disarankan untuk melakukan sunah menjelang akan tidur. Membiasakan berwudhu sebelum tidur, sholat Sunnah, membersihkan tempat tidur, lalu saat rebahan membaca dzikir dan surat pendek lalu meniup ke tangan dan mengusap ke seluruh bagian tubuh.
Semua hal itu dilakukan untuk melindungi diri dari godaan dan diperkosa jin jahat yang menyukai wanita. Jin itu akan masuk ke dalam mimpi dan menjadi sosok laki-laki yang wanita itu harapkan. Jin lelaki dengan bulu yang lebat dan hitam itu bisa menjadi suami ataupun kekasih. Hingga tanpa sadar wanita itu mengira kalau telah bercinta dengan suami atau kekasihnya.
"Rasakan kau Freya! Seumur hidup kau akan selalu menjadi budakku! Dasar wanita bodoh!" gumam Yulia yang mencuri dengar di balik pintu kamar Freya.
__ADS_1
Malam pun semakin larut dan merangkak menuju pagi. Freya sekarang terkapar tanpa busana seorang diri di ranjang berukuran 200×200 cm itu. Freya masih merasa lelah karena tubuhnya semalaman melayani lelaki yang menyerupai suaminya yang sesungguhnya adalah genderuwo yang menyamar.
Suara Adzan subuh yang terdengar keras tidak mampu membangunkan Freya. Kedua telinganya sudah tersumbat oleh tangan -tangan yang tidak kasat mata. Freya kembali larut dalam mimpi indahnya hingga melewatkan waktu subuh. Kebiasaan sholat bersama Farhan sudah dia lupakan.
Secangkir teh dengan ramuan herbal yang diracik dan dimasukkan di dalam gelas tersebut menemani pagi Yulia Ramuan teh yang menurut manusia biasa tercium sangat menyengat, akan tetapi bagi Yulia merupakan teh yang mengeluarkan keharuman yang menenangkan.
Teh seduhan yang dibuat Yulia adalah teh khusus yang mampu membuat aura wajah yang tertanam susuk bersinar terang. Siapapun yang memandang wajah Yulia akan terpesona. Di mata mereka yang memandang Yulia, Yulia adalah sosok wanita yang cantik sempurna tiada cela dan tiada cacat.
__ADS_1