Pembalasan Dendam sang Putri

Pembalasan Dendam sang Putri
Malam Kelabu


__ADS_3

" Apa aku hanya bisa menerima hukuman yang seharusnya tidak aku terima ?,Kenapa kak Mina tak percaya Padaku bahkan ayah pun? kakek ,kak Hiromi cepatlah pulang tolong Aku" Tangis karin.


 


gadis tak berdosa itu di cambuk berkali kali oleh ayahnya sendiri,kedua tangannya diikat kedepan sambil berlutut membelakangi ayahnya,punggungnya sudah terluka cukup parah .dihadapan para pelayan dan saudarinya ia hanya membisu meneteskan air mata.


"Sampai kapan kau tidak buka mulut soal penyusup itu! Rin apa kau sudah di Setubuhi olehnya hingga kau tak mau bicara"


 


Mendengar hal itu Karin hanya terdiam


"baiklah kalau kau tak mau bicara" Ayahnya memberi kode kepada para pelayan


lalu seorang Utusan Dari utara itu masuk,karin terkejut ia mengenalnya dari orang orang sekitar bahwa ia sering memeriksa kesucian para Penerus Kerajaan terdahulu.


"Ayah,kumohon sekali ini ayah percayalah padaku aku adalah putrimu mengapa kau begitu tidak percaya pada putrimu sendiri"Tangis gadis itu berlutut memegangi Kaki ayahnya


" sejak kapan Aku punya putri Lemah sepertimu" kata kata ayahnya membuat karin tersadar bahwa selama ini ia tak pernah dianggap sebagai anaknya


karin mencoba berdiri dengan gaun putihnya yang terkotori oleh noda darahnya ,para pelayan pun membantunya berpegangan.


"Aku harap kau tak menyesal melakukan hal ini Padaku Ayah" katanya dengan tatapan kosong dari mata birunya yang lembut itu ia pun masuk ke kamar dan utusan dari utara itu masuk setelah meninggalkan Altar tersebut

__ADS_1


setengah jam berlalu semuanya menunggu.hanya Denting jam tua yang berbunyi di ruangan itu memecah keheningan


 


Tak lama utusan itu keluar berjalan dengan tenang melepaskan sarung tangan karetnya


"yang mulia "


"kita bicarakan di depan saja"


keduanya berjalan menuju perpustakaan


pelayan pribadinya menunggu di pintu luar


"Nona karin masih Suci dia masih belum di sentuh oleh laki laki mana pun"


Sontak dia berlari ke arah kamar putrinya ,ia sudah berargumen kalau putrinya masih perawan dia tidak bersekongkol dengan musuh


dengan cepat ia membuka pintu kamar putrinya ,ia melihat Putrinya meringkuk disudut kamar sambil ketakutan


"Rin!" Panggilnya dengan Nada Cemas


gadis itu terbalak lalu menjerit ketakutan

__ADS_1


"Ja..ja..jangan kemari, jangan Bunuh aku...jangan bunuh aku" Takutnya gemetaran sambil memeluk dirinya


"Ku mohon pergi dari sini..kumohon" tangis gadis itu


lalu datanglah hiromi kakak karin dari arah pintu,Dilihatnya sang adik meringkuk ketakutan di hadapan ayahnya,segera ia berlari memeluk adik kesayangannya itu


"Apa yang sudah kau lakukan pada Karin!"


"Hiromi ini hanya sebuah kesalah pahaman saja"


"Rin.." ia melihat gadis itu menangis dipelukannya


dilihatnya punggung adiknya penuh luka


"Kak bawa aku pergi ,Kumohon aku ingin bersama kakak"Rintihnya


"Rin ," Tangis kakak laki lakinya itu melihat adik perempuannya menderita selama ini,Hanya Adik kesayangannya itulah yang membuatnya bersemangat di medan perang


"Yang mulia Aku mohon keluar lah dari kamar karin"


Dia tahu begitu marahnya perasaan Hiromi saat melihat Karin seperti itu segera ia keluar dan menutup pintu itu dengan pelan


Ia mengangkat Tubuh adiknya itu dengan hati hati dan membawanya ke Kamarnya ,Gadis itu tertidur diatas Ranjang kakaknya berselimut Tebal Para pelayan sibuk meracik obat untuk luka yang ada di punggung adiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2