Pembalasan Dendam sang Putri

Pembalasan Dendam sang Putri
Kesepakatan


__ADS_3

"Kalau karin setuju aku akan setuju soal negosiasi yang kau ingin kan pada kami," kata Reito yang meminum tehnya


"Aku tau kalian tidak suka dengan cara kerja ayahku demikian aku juga tapi ,ini semua aku lakukan demi Kakekku dia.."


"Sedang Tertidur memulihkan dirinya" celetuk karin datang


"Kau bagaimana bisa tau?!" kejut Hiromi


Karin duduk santai bersama mia meminum teh mawar kesukaannya


"Alfonso dan Jhonatan adalah Orang kepercayaanku ,mereka memberikan Informasi Pada kami berdua" kata Karin


"Tenang saja apa yang nona minta akan kami lakukan " kata Alfonso yang menyiapkan kue kering


"Sebenarnya siapa dia bagaimana bisa dia menjadi Tuan bagi iblis dari para iblis seperti kami,Walaupun aku sedikit tahu kekuatannya waktu dulu ia menggertak pasukan ayah waktu itu..,tapi.."


"Anda tak perlu berpikiran sampai sejauh itu,Kalau Yang mulia pangeran sendiri yang berinisiatif bernegosiasi dengan kami ,akan kami pertimbangkan asalkan jangan sangkut pautkan kami dengan kerajaan kalian" pelan karin menaruh cangkirnya


"Akan kupikirkan dulu,karena aku juga masih banyak pikiran soal peringatan Klan hutan kemarin yang akan menghancurkan sekolah itu"

__ADS_1


"Jangan jangan ini hubungannya dengan simbol aneh di dinding kelas kita waktu itu" kejut Reito


Hiromi hanya mengangguk


"Hanya beberapa dari kami yang tau bahasa Klan Hutan dan lagi kata ayah ada penyusup yang masuk menyamar menjadi murid disekolah itu"


"Rin..." kata Sato


"Jangan gegabah dulu,kita cari perlhan lahan hingga kita menemukan petunjuknya" pikir karin


"Nona biarkan kami yang menyelidikinya"


" Aku akan berdiskusi dengan paman Franky,dia bisa memberi solusi bagi kita"katanya


"Ah..iya juga si Franky lebih cerdas ketimbang kami" pikir Jhonatan


"Masalah itu bisa kita selesaikan kapan saja ,aku ingn makan aku sungguh lapar" kata karin perutnya berbunyi


Setelah mereka makan ke tiganya kembali ke asrama mereka ,karin dan Reito kembali Tidur

__ADS_1


esoknya keduanya berangkat sesampai disekolah karin membagikan edaran yang ia Terima kemarin setelah mengisi Form karin dan mia mengumpulkan diRuang guru tepat bertepatan tuan Yano juga ada diDepan ruang guru keduanya kembali kekelas setelah mengumpulkan form tersebut jam istirahat semuanya berkumpul seperti biasanya saling berbagi bekal bersama Tuan yano tak Lama Hiromi dan sato datang bergabung teman teman karin dan mia menyambut dengan Hangat dan Tuan Yano juga agak gugup lalu Tak lama Datang Kepala sekolah Frakeinsten ia juga ikut bergabung para murid kelas B sangat senang menyambut hangat kepala sekolah


"Ide bagus seperti ini mempererat hubungan antar siswa siapa yang punya ide seperti ini kagum" frakeinsten makan dengan lahap bersama mereka


"Kepala sekolah ini semua ide ketua kelas,Dia sangat baik dan peduli dengan kami"


"Gadis itu tak ada habisnya membuat kejutan bagi kami" kata Hiromi


"Pangeran anda mengenalnya?" heran Frakeinsten dia sangat ingin tau siapa siswa ini yang punya ide cemerlang sama seperti Tuannya Arucard ,tak lama karin datang bersama mia membawa beberapa minuman


"Wah ketua kami,sudah menunggumu dari tadi " kata salah satu temannya


"Hehe...maaf kami tadi membeli beberapa minuman untuk kalian" lembut karin sara familiar itu berdengung di telinga Frakenstein segera ia menoleh melihat Gadis dengan rambut putih dan lekuk waja mirip dengan Mendiang Tuan Putrinya dahulu,diTambah lagi Matamerahnya yang sama seperti Arucard mata yang penuh dengan misteri membuat Tubuh dan seluruh badannya bergetar


Lalu karin duduk disudut tikar bersama mia


"Ka..kau.." segera gadis itu menoleh


"Ah..selamat bergabung dikelas B kami yang sederhana Bapak kepala sekolah" lembutnya hiromi tau yang ada dipikiran frakeinsten segera ia menepuk pundaknya dan memberikan kode kalau dia Bukanlah Karin Mendiang Tuan putrinya terdahulu,para siswa kelas A dan Tingkatan A lainnya merasa Terasingkan sedangkan senior kelas B merasa takjub melihat pemandangan itu beberapa Dewan merasa Kalau karin sedang mencari muka kepada Ketua Senat dan kepala sekolah terutama andalan sekolah Reito tapi mereka belum mengetahui bahwa Reito adalah kakak karin.

__ADS_1


__ADS_2