Pembalasan Dendam sang Putri

Pembalasan Dendam sang Putri
Malam Terakhir


__ADS_3

segera Hiromi mencabut pedangnya yang menusuk dilengan kei.


"Dengarkan aku ,Mulai Hari ini aku sudah bukan siapa siapamu lagi Rin,Jangan panggil aku kakak lagi"


dada karin terasa sakit saat kakaknya yang selama ini yang menemaninya da ia sayangi mengatakan hal itu pada nya.


"Kak..aku mohon maafkan aku"tangis Karin mencoba mendekati hiromi


"Aku sudah tak bisa menjadi orang yang bisa melindungimu lagi "katanya menahan air mata melangkahkan kakinya


 


"Kak..ukhh"segera Karin mutah darah sambil memegangi dadanya ia jatuh bersimpuh sambil menahan darah yang keluar dari mulutnya.


 


"Rin.."Cemas Kei melihat kekasihnya mengeluarkan begitu banyak darah dari mulutnya ,Hiromi terbalak mencium darah adiknya segera ia menoleh didapatinya adiknya sudah lemas dipangkuan Kei.


"Rin!" cemasnya berlari langsung memeluk tubuh adiknya itu.ia teringat apa yang dikatakan Frakeinsten beberapa hari lalu soal ini.


"Kak..maaf kan aku yang membuat kakak marah"rintihnya


"Cukup jangan banyak bicara Rin,Aku akan membawamu pulang"Cemasnya melepaskan jubahnya untuk memablut karin segera ia mengangkatnya


"Aku akan ikut aku juga yang bertanggung jawab atas semua ini"Kata kei segera keduanya menuju ke istana Nocturnal.


Ditengah perjalanan gadis itu sudah sangat lemas.

__ADS_1


"Rin bersabarlah kumohon kau bertahan "Cemas hiromi melihat adiknya menahan sakit .


 


sesampainya Hiromi dan kei masuk ke Altar mereka melihat banyak orang sedang berdiskusi termasuk ayahnya.


 


"Yang mulia.."Cemas Hiromi lelah menurunkan karin


"Rin.."Panik Arucard


semuanya panik termasuk ayah karin


"Cepat bawa karin kekamarku ,Frank Cepat lakukan sesuatu pada karin!"


Segera Hiromi bergegas membawa karin kekamar kakeknya bersama Frakeinsten dan Ayahnya .


Mereka terkejut melihat Tubuh karin penuh bekas gigitan


"Ini..?!"Kejut ayahnya


"Kei lah yang melakukan ini"Cemas Hiromi gemetaran memegangi tangan mungil adiknya itu.


"Tuanku aku harap kalian berdua keluar aku akan menangani Nona Karin agar bisa di selamatkan"Panik frakeinsten


Keduanya keluar menuju Altar

__ADS_1


Mina bersimpuh dihadapan semua orang bersama kei.


segera Hiromi menampar mina dengan sangat Keras di hadapan semuanya


"Kakak Macam apa kau!Tega melakukan ini semua pada Karin Adik kita sendiri!"


Mina hanya gemetaran meneteskan air mata.


"Aku tau ini semua salahku,Dengan ceroboh aku memberitaukan kei kalau.."


"Cukup!Jika sampai Karin mati aku tak segan segan akan Membunuhmu walaupun kau adikku juga"


"Hiromi redakanlah amarahmu,Tidak baik kalau kau berbicara seperti itu"


"Karena kau ingin merebut gelar Putri mahkota darinya kau berbuat kotor seperti ini .mulai hari ini aku Hiromi Pangeran Nocturnal Bila Karin Mati karena hal yang terjadi hari ini Aku bersumpah Akan keluar dari Nama keluarga kerajaan dan jika suatu hari nanti aku tak akan memihak pada siapaun termasuk ayahku sendiri"Sumpahnya memotong rambutnya


"Hiromi bukan kau saja yang akan melakukannya Hari ini juga aku akan Turun bersama Cucuku meninggalkan Semua ini jika Karin mati"


"Yang mulia?!"Cemas semuanya.


Arucard turun dari kursi itu melepaskan jubahnya melemparkan pada Mina beserta mahkota .


"Lakukan apa yang kau Mau mina ,bukan kah ini yang kau mau"


kata kakeknya pergi meninggalkannya bersama kakaknya.


Malam itu karin membuka matanya,ia melihat frankeinsten sangat cemas.

__ADS_1


"Aku tau ini akan terjadi padaku paman Franky,Waktuku juga tak cukup banyak sampai besok"rintih gadis itu menahan sakit dengan senyuman manis.


__ADS_2