Pembalasan Dendam sang Putri

Pembalasan Dendam sang Putri
Pertapaan


__ADS_3

"Ada urusan apa kakak Tertua kemari "'kata karin yang keluar dari dalam kolamnya


" aku hanya mengunjungi adik kecilku saja"


"Kenapa anda malah kemari dan tidak menunggu diruang tamu saja" dingin karin melewatinya segera karin bergegas masuk kekamar dan berganti kimono okuninushi duduk diteras tak lama Enma Juga datang ia terkejut melihat okuninushi datang keduanya juga berseteru satu sama lain walaupun saudara tak lama karin keluar melihat keduanya bertengkar segera ia melerai keduanya karin menahan kedua tangan kakaknya yang akan beradu


"Mau sampai kapan tingkah kalian seperti anak kecil" marahnya keduanya langsung Tenang segera keduanya diam sambil berpaling


"Kalau kalian seperti ini aku tak mau bertemu dengan kalian lagi" marah karin berbalik badan tak disangka tangan karin tadi terluka menahan keduanya darahnya mencucur ketanah lalu bunga lili merah laba laba itu tumbuh dibekas darah karin segera karin membalut tangannya


"Kalian pergilah dari sini" kata karin menutup pintu keduanya menyesal telah bertarung setelah keduanya pergi karin mengambil pedang Kusanagi hadiah dari susanooh ia menyimpannya dalam cincin ruangnya segera ia menuju ketempat Neneknya ia berjalan sendirian digua kegelapan tubuhnya bersinar menerangi jalannya para yome terusik dan bersembunyi lalu karin masuk kedalam istana neneknya itu para pelayan menyambutnya karin lalu membuka tirai melihat neneknya bercermin ia tidak takut akan wajahnya yang rusak karena Izanami tau karin berbeda dengan yang lain


"Nenek" kata karin bersimpuh dibelakangnya


"Bagaimana dengan dunia dewa ,menurutmu nak" katanya berbalik badan

__ADS_1


"Disana agak kacau mereka membeda bedakan antara tempat tinggal,Aku tak suka itu" manjanya menaruh kepalanya dipangkuan Izanami


"Wajar saja mereka sombong seperti itu karena mereka lebih lemah dari kita" katanya mengelus elus kepala karin


"Ini semua tidak adil menurutku" sedihnya


"Tak apa nenek ,sudah terbiasa dengan hal itu" karin mengambil sesuatu dari balik kimononya


"Aku tadi membuat Kue Lotus untuk nenek" katanya memberikan kue itu Izanami menerimanya


"Aku tak malu,nenek yang menyelamatkanku dan memberiku posisi dewa penting aku tak akan melupakan jasa nenek,kenapa juga aku harus malu lagipua anda adalah nenek ku" gemas karin sambil manja


"Anak ini" Lalu ia mengeluarkan sebuah lentera memberikannya kepada karin


"Nenek ini apa?"

__ADS_1


"Itu adalah Lentera Penarik Jiwa,kau bisa mencabut nyawa seseorang dengan itu"


"Ah..spertinya itu tidak cocok dengan ku"


"Lalu hadiah apa yang ingin kau minta untuk kau bawa bekal saat berinkarnasi nanti"


"Aku hanya ingin ,gulungan mata dewa iblis penakluk"Gumam karin


" ah..baiklah tapi jangan kau buat semena mena ilmu itu ingat itu"


"Wah terimakasih nenek" girang karin tak lama Izanami memasukan gulungan itu kejiwa karin karin melatih diri selama hampir 350 tahun bersama dengan Izanami ia sudah menguasai seluruh Ilmu yang diberikan oleh Izanami


Rambut putih karin sangat Panjang ,Izanami sudah memberi Izin pada karin kapanpun ia akan Turun kebumi,karin membuka portal menuju tempat tinggalnya ia disambut oleh gakutei dan para pelayan


"Selamat datang kembali Nona" gakutei merasakan Aura karin lebih sangat mengerikan ketimbang sebelum berlatih ia sudah dibekali oleh neneknya beberapa senjata dan ilmu

__ADS_1


Mendengar adiknya keluar dari Pelatihan Enma langsung keluar menuju tempat adiknya itu,didapatinya adiknya bermain Koto di padang bunga itu Enma mencoba mendekat tapi ia terhenti ketika alunan itu menjadi menyeramkan bunga bunga dipadang menjadi banyak yang Tumbuh dan mengeluarkan darah dari bunga itu ,karin tau kakaknya datang ia berhenti bermain,segera ia menoleh melihat kakaknya ,Enma melihat Airmata karin keluar ia larut dalam kesedihan


__ADS_2