
karin hanya melewatinya tak memperdulikannya
"Dasar Rendahan,dia sama rendahannya dengan Yome" Segera karin menghentikan langkahnya.Para dewa lainnya terkejut apa yang telah dikatakan pelayan itu
"Apa Tuan mu tak pernah mengajarkan sopan santun kepadamu" kata karin sambil berbalik
"Hei,bukannya itu kasar mengejeknya " bisik bisik dewa lainnya.
"Hei ,kau pelayan dari dewa mana''kata Okuninushi
" ah Tuan Okuninushi anda disini ,kenapa anda tidak mengusir pelayan rendahan ini"
"Apakah kau bisa menjaga mulut kotormu itu" katanya ia langsung takut tak lama dewa Raijin datang bersama dengan Enma
"Ada apa ini"kata raijin semuanya lalu membungkuk memberi Hormat kepada Enma
"Tuanku aku hanya ingin mengusir pelayan rendahan ini" katanya menunjuk karin segera ia mendorong pelayannya hingga tersungkur didepan karin
"lancang cepat minta maaf padanya apa kau tidak tau dia adalah Nona Inari" ia terkejut ketakutan Enma menghampiri karin
__ADS_1
"Adikku sayang kenapa kau diam saja" katanya
"Aku menunggu sejauh mana ia akan menjelek jelekan aku,lagi pula seorang budak adalah cerminan dari Tuannya bukan" semuanya langsung terdiam
"Haha...kata kata itu memang agak sedikit kasar tapi aku suka" kata Enma
"Nona maaf kan saya memiliki pelayan yang buruk" katanya meminta maaf
"Lalu hukuman apa yang pantas aku berikan kepadanya" dingin karin
"Nona maafkan kelancangan hambamu ini.." katanya berulangkali membenturkan kepalanya
"Terserah keputusan anda Nona" kata Raijin seketika karin tersenyum melihat pelayan itu berlutut didepannya karin hanya memegang kepalanya
"Aku sangat suka caramu " girang Enma para dewa hanya tertegun melihat apa yang dilakukan karin termasuk okuninushi ia hanya gemetaran saat melihat mata karin penuh dengan Aura Membunuh yang kuat sama seperti Enma
"Darah terkutuk!" kata dewa Ameterasu yang baru datang bersama kedua dewa agung slah satu dewa agung adalah ayahnya yaitu Susanoo semuanya membungkuk hormat termasuk karin dan Enma
"Gadis kecil darimana kau mendapatkan Darah Terkutuk itu" kejutnya
__ADS_1
"Nenek izanami lah yang membuka segel Tubuhku" semuanya terkejut darah terkutuk sangatlah langkah dan lagi kekuatan darah itu sangat besar mampu membunuh siluman ,manusia dan Dewa itu adalah alat pembunuh nomor satu.
Karin tau harusnya ia tak datang kepertemuan itu ia hanya menunduk diam
"Nak ayo pulang " kata susanoo karin dan enma mengangguk dewa Tsukiyomi melihatnya dengan sedih saat mendengar keponakaannya tadi dihina
"Paman bibi kami harus kembali"
"Baik hati hati dijalan"
"Dan lagi aku tidak akan pernah hadir di pertemuan ini lagi " lanjut karin melompat menaiki gakutei ketiganya menuju ke alam bawah
"Hei..kenapa kau tak mengunjungi ayahmu ini" gemasnya mengusap kepalanya
"Mau bagaimana lagi ayah sangat sibuk" gerutu karin
"Ayah setelha ini karin akan turun kebumi ,apa ayah tidak memberinya bekal" canda enma
"Besok datanglah ke istana ayah " gerutunya
__ADS_1
Enma hanya tersenyum lebar,akhirnya keduanya pergi setelah menuju tempat karin ia harus istirahat lagi karena jiwanya setengah manusia untuk itu karin mudah lelah,sementara itu pelayan raijin di habisi oleh okuninushi karena telah mengejek saudarinya raijin pun juga menerima hukuman
Okuninushi mendatangi tempat karin ,ia menghampiri karin yang sedang berendam rambutnya berwana coklat susu itu berkibar ia melihat karin membasuh tubuhnya segera karin memoleh menyadari okuninushi datang ia langsung membalut tubuhnya dengan kain.