Pembalasan Dendam sang Putri

Pembalasan Dendam sang Putri
Gerbang Yang Salah


__ADS_3

"Apa salahnya kalau berusaha" Gerutunya


"Maafkan dia memang dia tidak sopan maklumi saja" ejek benzaiten


Karin hanya mengangguk pelan


"Nah mumpung anda disini ayo kita berpesta!!" sorak benzaiten karin berdiri lalu membungkuk


"Maaf saya banyak kerjaan lain kali saja saya akan ikut" pamitnya


"Ah...tak apa nona " kata Tenjin tiba tiba pintu terbuka dilihatnya Jendral enma


"Nona muda ini gawat"


"Kenapa"


"Ada yang mencoba paksa masuk alam kematian ,dan lagi mereka berasal dari dunia manusia"


Karin memejamkan matanya dia menenangkan dirinya

__ADS_1


"Gakutei.."


"Iya nona" gakutei muncul dihadapan karin dengan tubuh wanitanya


"Kirimkan pesan kepada nenek aku akan membantu kakak "


"Tapi nona anda masih lemah "


"Tak apa cepat lakukan ini perintah" Tegasnya menyuruh gakutei


"Baik" katanya menghilang segera karin keluar ke halaman bishamonten daikoku dan bishamon mengikutinya


"Nona izinkan kami ikut membantu " kata keduanya karin hanya mengangguk jendral membuka pintu ke dunia manusia ke empatnya terjun dari langit mengikuti jendral karin melihat banyak siluman dan yome merusak hutan dan memasuki gerbang secara paksa .


"Adik kau..dan kalian ?!" kejutnya


"Kak...aku akan membantumu mengunci gerbang ini asalkan tolong beri waktu aku"


"Baiklah aku akan melindungimu" Seketika tubuh karin bersinar ke 9ekornya muncul bersamaan dengan telinga rubahnya.

__ADS_1


Karin pun mulai membaca mantra nya dan para dewa dan jendral pun ikut melindunginya karin hampir menyegelnya tiba tiba dia akan diserang oleh Beberapa Yome sebuah kilatan pedang membunuh para yome


"Yaboku " Girang enma ia melemparkan kendi pengunci jiwa yang ia suruh mengambil di istananya segera para siluman tersedot kedalam kendi itu ,Karin menyelesaikan segelnya


"Syukurlah kau datang tepat waktu" girang enma mengusap usap kepala yaboku pria yang hampir mirip dengan bishamon tapi pandangan matanya sayu sama seperti karin ia menggunakan kimono berwarna gelap rambutnya dikuncir.karin merasa ini sudah batasnya ia ambruk didepan batu yang ia segel tadi


"Adik " cemas Enma lalu ia mengangkat karin yang tertidur pulas


"Baiklah aku pulang terima kasih kalian sudah membantuku" kata Enma pergi bersama jendral yaboku pun juga pergi berlawanan arah.


Karin terbangun di kamarnya semuanya tampak sepi gakutei menungguinya didepan kamarnya


"Nona anda mau kemana"


"Berendam di belakang " kata karin menggunakan yukata tipis ia berjalan lalu menceburkan dirinya kedalam kolam gakutei menemaninya duduk sambil membawakan kpakai yang akan ia pakai


Ia menghela nafas lalu tak lama keluar dari kolam ia memakai kimononya, saat berganti pakaian para pelayan memberi tahu kalau Enma dan Yaboku datang segera setelah karin merias diri ia langsung menuju ruang tamu keduanya berbincang bincang


"Maaf aku tadi habis mandi"

__ADS_1


"Tak apa adik ,bukankah kau suka berendam" karin hanya mengangguk sambil duduk ketiganya membahas tentang salah satu dewa yang berhianat hanya beberapa dewa yang di curigai oleh enma dan yaboku setelahya keduanya pergi sebelum itu enma mengatakan akan menjemputnya besok saat akan pergi,lalu karin melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk itu sembari dibantu gakutei dan para pelayan.


Esoknya setelah karin berendam seharian ia mencoba memakai kimono itu tapi tidak cocok dengan warna rambutnya dan tubuhnya Karena terlalu mencolok segera ia membuka kimono yang diberikan oleh Izanami dulu.


__ADS_2