Pembalasan Dendam sang Putri

Pembalasan Dendam sang Putri
Identitas


__ADS_3

para dewan yang lainnya menghapus ingatan siswa manusia agar tidak mengingat kejadian ini dan mereka pulang kerumah masing masing tak lama Jendral Ajushi dan pasukannya datang bersama michiru Tunangan mina mereka terkejut sudah tidak melihat apa apa lagi


''Yang mulia"hormat pasukan kepada Hiromi


"Kalian berpencarlah,aku masih merasakan keberadaan Klan Hutan disini"


"Baik"


"Pangeran ,Siapa yang membunuh para monster itu"cemas Ajushi,Hiromi lalu menunjuk ke arah karin


" gadis Itulah yang membunuh para monster"ia terkejut meliht karin


"Bukan kah dia..." gumamnya ia mengingat kejadian tahun lalu dalam istana saat ia meremehkan Raja makoto tapi ia tahu kalau ia bukan tandingan baginya karena ia merasakan kekuatan besar tersembunyi dalam gadis itu. Ia tau ia takakan ikut campur dengan gadis mengerikan itu.semuanya kembali keTempat mereka masing masing karin langsung tidur setelah pulang ia tak berbicara apapun,hari hari berikutnya Hiromi datang bersama Ajushi diMansionnya hari ini hari bulan purnama merah Hari dimana klan srigala hilang kendali dan memiliki kekuatan besar karin merasakan kesakitan dipunggungnnya karena darah kutukan itu,didunia dewa bulan purnama merah adalah pertanda dewa Tsukiyomi sedang Marah,kekuatan itu berpengaruh dengan lambang bunga Higanbana diPunggung karin untuk itu karin tidak ada dimansion Reito lah yang menyambut keduanya,ia pergi kekuil miliknya dekat dengan Hutan perbatasan malam itu karin menggunakan Kimono hitamnya sambil menahan sakit ia menaiki tangga bunga Higanbana tumbuh langsung mekar disamping tangga yang ia lewati.Gadis itu berjalan menuju belakang kuil dan menyiram dirinya dengan air sumur lalu menuju ke tempat berendam air hangat dibelakang kuil itu ia melepaskan kimononya dan memakai yukata putih tipis itu kekuatannya tertekan Sinar bulan itu ia hanga menahan rasa sakit ditubuhnya rambutnya tumbuh menjadi panjang hingga menyapu Tanah segera ia menceburkan dirinnya kedalam kolam itu,ia menggunakan sedikit teknik yang diajarkan oleh neneknya agar bisa menekan rasa sakit akibat segel itu akhirnya gadis itu bisa menahan rasa sakit itu segera ia keluar dari dalam air rambutnya kembali seperti semula akan tetapi ia dikepung oleh beberapa Vampire segera mereka akan menyergapnya karin menekan mereka dengn kekuatan membunuhnya vampire vampire itu berubah menjadi abu tak lama ia memakai kimononya itu dan merapikan Obinnya


"Sampai kapan anda berdiri disitu?mengintip gadis mandi itu sangat Tidak sopan Loh Tuan Frakeinsten" kata karin menata rambutnya ,ia keluar dari balik pohon ia berjalan lalu bersujud

__ADS_1


"Aku tau ,itu pasti Anda Tuan putri" hormatnya,karin hanya terdiam menyadari kalau identitasnya terbongkar


"Kapan ,kau mulai tahu kalau ini aku?paman"


"Dari awal anda ke Taman tempat yang mulia tidur,anda malam itu memberikan ramuan untuk membantu menyembuhkan luka lukanya,aku tau itu pasti Anda selain pangeran Hiromi siapa lagi kalau bukan anda ,cucu yang sayang kepadanya" Karin berbalik badan frakeinsten terkejut melihat gadis itu menangis perasaan Rasa bersalahnya saat ia mati meninggalkan kakekknya masih berkecambuk dihatinya


"Tuan putri,saya akan merahasiakan identitas anda termasuk kepada pangeran Hiromi dan lainnya,Saya akan Melakukan sesuai Rencana yang akan putri lakukan" katanya


"Paman,aku cuma ingin membunuh mereka yang telah membuat kakekku seperti ini dan lagi aku akan membalas kan apa yang telah mereka lakukan dimasalalu terhadapku" kata karin mengulurkan tangannya frakeinsten menerima uluran hangat dari tuan putrinya dahulu


"Aku akan membuka pintu lebar untukmu" gadis itu memeluk


orang yang pernh mengasuhnya waktu saat dia menjadi Putri kerajaan rasa rindu keduanya tak terbendung,malam itu Frakeinsten membawa gadis itu ketempat Arucard Tertidr,ia mendekati tubuh kakeknya yang berbaring diantara bunga bunga yang indah itu gadis itu menyentuh tangan dingin kakeknya


"Aku harap kakek cepat bangun" sedihnya ,Frakeinsten juga berharap agar tuannya bisa bangun kembali

__ADS_1


Frakeinsten mengangkat karin dan membawanya pulang ke Mansionnya,Reito dan lainnya terkejut


"Rin..."


"Dia sudah tau identitasku"


"Tapi,.."


"Aku tak membongkarnya ,dia sendiri sudah mengetahuinya"


"Moh...baiklah" gerutu reito


"Mulai hari ini anda akan berkerja disini juga paman ,dan lainnya aku harap kalian menerimanya dengan baik jangan sampai ada yang membocorkan identitasku sedikitpun"


"Baik nona"

__ADS_1


__ADS_2