
mendengar hal itu gakutei langsung memeluk karin ia tak salah pilih memilih Tuan barunya
"Master aku berikan seluruh Nyawaku kepadamu,Aku harap aku bisa berguna untukmu"
Karin hanya tersenyum kecil lalu ia mengambil yukata pendek dalam lemarinya,ia menuju ke kolam pemandian air panas miliknya itu,ia merendam dirinya sambil merasakan jeritan jiwa yang disiksa dilautan api.
Gakutei menemaninya dengan berjaga sekitar ia memerintahkan para pelayan untuk menyiapkan Kimono karin.
"Nona kami sudah menyiapkan Kimono anda di kamar anda"keduanya bersimpuh saat berbicara .
lalu karin keluar air dengan pelan gakutei membalut pundaknya dengan handuk lalu menuju kekamar.setelah merapikan diri karin mencoba keluar dari rumahnya ia berjalan ke halaman depan rumahnua dengan pelan lalu ia memetik bunga lily itu.
"Nona aku tak tau alasan kenapa anda memilih tempat ini untuk anda tinggali didunia dewa?"
"Aku sangat suka bunga ini,Dibalik keindahannya ada racun yang mematikan didalamnya"katanya pelan segera bunga itu berubah menjadi elemen api yang menyala di tangan karin. tak lama beberapa orang dengan kimono putih dengan topi yang agak tinggi datang mengendarai awan lalu turun.
"Maafkan kami mengganggu Ketenangan Dewi Inari"Hormat mereka
"Silakan masuk"Kata karin melewati mereka.
__ADS_1
beberapa pelayan duduk di belakang Karin.
"Ada Urusan apa penjaga Langit kemari"kata gakutei menahan marah.
"Kami memberikan Undangan kepada dewi Inari untuk datang menghadiri pertemuan para dewa dan Kami juga ingin menitipkankan undangan Untuk Dewa Enma.."
"kenapa tidak kalian sendiri yang memberikannya"kata karin menatap mereka.
"Soal itu kami sedang sibuk mengirimkan ..banyak undangan ini kepada para dewa lainnya"Cemas mereka.
"Baiklah aku akan memberikannya pada Kakak"pelan karin
tak lama mereka pergi karin membuka undangan miliknya ia masih ingat kalau pertemuan pertamanya dengan saudara Dewanya itu membuat kepalanya pusing Enma mengoceh sepanjang perjalanan saat mengajak karin berkeliling diistananya.
dia adalah dewa yama dengan wujud lain menyerupai anak seumuran kakaknya Hiromi tapi rambutnya berwarna hitam pekat dan panjang dengan mata Hijaunya yang menyala walaupun begitu umurnya sudah Ribuan Tahun.tapi karin malas dengan ocehannya.
__ADS_1
"Gakutei"panggil karin ia lalu berubah menjadi Rubah iblis karin pun menungganginya menuju Istana dewa Yama.
setibanya diHalaman istana jendral bawahan enma menyambut karin dan memberi Izin untuk masuk kedalam Ruangan Enma .karin menyuruh gakutei untuk menunggunya diluar .ia berjalan bersama jendral memasuki Ruangan utama dilihatnya Sang dewa sedang sibuk menulis setumpuk tugas dibantu oleh para bawahannya.
"salam Tuanku Nona kecil datang kemari"seketika perasaan yang tegang berubah
"Dimana dia?"senangnya,lalu karin mengintip dari belakang jendralnya
"Kalian semua keluar dulu,jendral kau tinggal disini!" segera mereka keluar.karin mengambil undangan itu yang ia sempitkan diObinya lalu memberikannya pada Enma dengan sekilas enma melihatnya memberikan pada jendral
"hah....aku sedang sibuk tanggal itu,Jendral katakan pada mereka kalau suasana hatiku sedang tak enak"malasnya
"Kalau begitu aku datang kepertemuan bersama jendral ya"Pelan karin mengeluarkan undangannya segera pikiran enma berubah.
"Tidak,Aku akan ikut menemanimu adik kecilku"senangnya sambil mengusap kepala adiknya setelah merebut undangan itu dari tangan Jendralya.
"Tadi katanya tidak ikut"
"Aku harus ikut karena kau ikut saat berkumpul takutnya ada dewa yang menjahilimu karena kau dewa baru"bohongnya.
__ADS_1