
Malam itu Hujan salju sangat lebat,Para ahli obat sibuk meramu obat yang di perintahkan oleh pangeran untuk adiknya,Malam itu suhu tubuh karin meningkat .semuanya menjadi panik tak lama Sang Kakek datang ditengah kekacauan.
"Kakek!"
"Yang Mulia"Hormat semuanya lalu ia memberi kode agar mereka keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana ini bisa terjadi pada karin?!"cemas orang tua yang kelihatan umur kepala tiga itu walau umurnya sudah hampir seribu tahun itu
"Perbuatan ini Yang mulia Ayah yang melakukannya"Sedih hiromi berbalik badan sambil memegangi tangan karin.
"Frakeinsten "
"Baik yang mulia Arucard"
pelayan muda itu segera memeriksa Nadi karin,ia mengecek mata dan mulut gadis itu
"Yang mulia Nona karin tidak bisa di selamatkan,penyakitnya sejak lahir membuat keadaan ini semakin buruk belum lagi ia menerima luka luka yang ada ditubuhnya akibat hukuman itu"
__ADS_1
"Apa?!"hiromi terduduk lemas sembari memegangi tangan adiknya yang ia sayang,ia berjalan ke arah jendela
"Ibu aku gagal melindungi karin"Tangisnya sambil bersimpuh didepan foto Mendiang Ibu mereka.
"Yang mulia masih ada harapan lagi untuk Nona bertahan lama ,Asalkan.."
"Asalkan apa ?"
"Asalkan Nona Karin tidak mengalami serangan jantung dan mutah darah yang berlebihan"
Semuanya lalu terdiam,Segera Arucard memerintahkan Frakeinsten untuk memberitahukan kepada Seluruh penghuni istana Untuk tidak mendekati kamar karin kecuali Orang tertentu.
Esoknya Arucard mengambil kembali kepemimpinan Tahta Bangsa Nocturnal dari Makoto ayah karin karena kecerobohan yang ia lakukan pada putrinya sendiri termasuk Mina kakak perempuan karin di Cabut juga gelar Putri Istana.Dua minggu berlalu Karin terbangun dengan bagian tubuh yang ditutupi oleh perban ia memandangi kedua telapak tangannya yang penuh luka ia juga masih merasakan luka yang masih belum kering di punggungnya.ia melihat seseorang tertidur diKursi depan ranjangnya ia mengenalinya ia mencoba Turun dari ranjang itu berjalan tertatih tatih meraih orang itu lalu memegang kepalanya.
"Karin.. syukurlah kau bangun"Segera ia mencium tangan adiknya itu dan menariknya duduk dipangkuannya
"Kak aku ingin pergi jauh dari Tempat ini"
"Tentu ,Kakek sudah memberi izin padaku untuk membawamu pergi dari Sini"
__ADS_1
"Benarkah ,Kak Terimakasih aku menyayangimu "peluk gadis itu.
"Tapi Luka mu Harus benar benar sembuh dulu lalu kita akan keluar dari sini"
"Baik "
Hari itu para pelayan sibuk karena Karin sudah bangun beberapa Pelayan sudah dipilih ketat oleh Frakeinsten untuk melayani karin ,Karin di pindahkan kekamar Hiromi jika hiromi pergi kemedan perang Frakeinsten lah yang menemaninya di Kamarnya itu.Hari itu kakeknya datang menemuinya bersama Ayahnya Karin terkejut melihat ayahnya datang ia segera mencoba menjauh.
"Rin.."
"Kumohon jangan kemari"takut karin gemetaran
"Rin aku sudah mendiskusikan ini bersama Ayahmu ,Besok adalah Upacara pengangkatanmu Menjadi Putri Mahkota"kata kakeknya dengan Tegas
"Aku menolak..aku tak mau"tenang karin dengan tatapan mata benci kepada ayahnya.
"Rin.."
"Tidak aku tidak mau "Berontak gadis itu
__ADS_1
Tiba tiba sesuatu masuk dalam kamar Hiromi menyilaukan mata mereka dan mengeluarkan asap segera arucard mencoba menghilangkan kepulan asap itu,didapatinya Karin menghilang dari Ruangan itu meninggalkan Jepit rambut yang sering ia pakai.segera mereka mencari keluar
Gadis itu dibawa oleh Tunangannya sendiri Menuju Hutan Sihir Klan Srigala.