Pembalasan Dendam sang Putri

Pembalasan Dendam sang Putri
Kutukan


__ADS_3

Frakeinsten diajak keruangan baca A ke reito dan Karin ketiganya berdiskusi


"Paman,Dia adalah Reito kakak kandungku didunia Dewa,kami berdua berasal dari Dunia dewa Bawah"


"Salam Tuanku Reito Enma ,aku adalah pengasuh Putri karin.."


"Jadi orang ini yang pernh kau ceritakan itu ya Rin" katanya sambil mengusap kepala karin


"Baiklah anda boleh bekerjasama dengan karin,orang pilihan karin tidak akan pernh salah" girangnya


"Dan lagi Rin,Hari ini kau harus melapor kepada ayah kita soal segel kutukan itu"


"Baik kak" karin langsung menghilang


"Anda bolh menginap disini,aku akan memyuruh alfonso dan Jhonatan untuk menjaga Tuan Arucard"kata reito sambil menyalakan Rokoknya


Reito menceritakan perjuangan karin selama 500 tahun terakhir ini,ia tahu apa yang harus ia perjuangkan yaitu membuat keseimbangan antar mahkluk


Karin kembali kedunia dewa ia menggunakan kimono berwarna merah dan putih menuju Istana ayahnya,ia melihat beberapa pelayan sibuk karin menerobos masuk keruangan kerjanya


" ayahku aku sangat merindukanmu"katanya sambil memeluk seseorang yang bukan Ayahnya segera karin mengetahui dan menjauh ternyata itu adalah Okuninushi


"Putri kecilku..beri salam kepada saudara sepupumu"


"Salam kepada Tuan dewa Okuninushi" lembut karin ,ia akan menyentuh karin tapi karin menangkis tangannya dengan kimono


"Sangat tidak sopan kalau anda menyentuhku,padahal bukannkah anda..."

__ADS_1


"Putri kecilku katanya kau merindukan ayah" segera karin memeluk ayahnya


"Tentu saja aku sangat merinduk.." gadis Itu menahan sakit dipunggungnya


"Nak..." kejut susano'o


"Segel kutukan i..ini.." erang karin


"Okuninushi,aku harap kau pulanglah duluan hari ini dewi inari sedang menahan rasa sakit segel kutukan itu"


"Tun..."


"Keluar tuan okuninushi " pelan karin memegangi punggungnya


"Kalau bukan ayahmu,putriku tak akan merasakan kesakitan seperti ini"


Malam 100 tahun lalu karin dituduh menyembunyikan kelinci milik Tsukiyomi,sehingga membuatnya marah dan mengutuk karin sebenarnya Kelinci miliknya dibawa Oleh Okuninushi ,Sehingga Tsukiyomi merasa bersalah setelah mengutuk karin tapi kutukan itu berlanjut saat karin turun kedunia manusia mengingat kejadian Itu Okuninushi merasa sangat bersalah kepada karin


"Apa ada yang bisa aku bantu"


"Tak apa aku sudah menyiapkan air dari 7 mata air dibumi,anda tak perlu cemas" kata susanoo mengangkat putrinya


"Kalau bisa,tolong bantu aku menegakan tubuhnya" katanya mendudukan putrinya okuninushi mengahampirnya dan memegang kedua bahu karin dari depan susanooh membuka kimono putrinya dan ia akan mengoleskan air itu diPunggungnya,dada karin terlihat segera okuninushi memeluknya


"Aku akan mengolesinya" segera ia mengusap air itu pada punggung karin, karin menggigit bibirnya rasa sakit itu tak tertahankan sampai ia menitikan air mata melhat hal itu okuninusi berbisik pada karin


"Gigitlah bajuku tak apa" segera karin menggigit bajunya ia masih menahan sakit hingga menggertak

__ADS_1


"Bersabarlah Rin ,Kurang sedikit lagi"


Tangan karin meremas baju okuninushi dipunggung lalu tanpa sadar Okuninushi mencium gadis itu ,gadis itu menutup matanya yang berlinangan air mata,menyadari putrinya di cium susanoo akan menghentikan okuninushi tapi ia terkejut segel kutukan itu sedikit melemah segera ia mengolesi seluruhnya dan menyegel kembali kutukan itu ,karin tak sadarkan diri dipelukan okuninushi,susanoo hanya mengangguk memberi isyarat padanya untuk menjaganya sampai ia bangun,okuninushi merapikan kimono yang dipakai karin ia meletakan kepala karin di lengannya keduanya tidur bersama ,okuninushi mencium gadis itu lagi dan memberikan tanda dilehernya tak lama Reito Enma Datang membuka kamar ayahnya dilihatnya okuninushi mencium adiknya


"Kau.." segera okuninushi duduk


"Berani sekali kau menyentuhnya"


"Jangan salah,aku mereda kan rasa sakit karena kutukan itu" malunya ,Ia mendekati adiknya yang berbaring itu dan mengangkatnya


"Mau dibawa kemana dia"


"Kebumi ,lagi pula dia bisa tidur dengan tenang disana"


Karin batuk batuk ia terbangun


"Kakak,kau disini!?" lemasnya


"Syukur lah kau sudah bangun" karin merasakan kakaknya memagang dadanya


Segera karin menamparnya melompat turun


"Kakak sudah aku bilang posisi mengangkat gadis bukan itu caranya,kalau mia kau angkat dengan tanganmu memegang dadanya dia akan pingsan tau"


"Eh...benarkah,tapi adik tak apa kan aku memegang milikmu" candanya menusuk nusuk dada adiknya dengan jarinya segera karin membanting kakaknya yang mesum itu,okuninushi terkejut melihat sisi baik dari keduanya karin menyadari okuninushi melihatnya


"Terima kasih atas bantuan anda tadi" malu karin mengingat ia dicium oleh Okuninushi

__ADS_1


__ADS_2