
Hari hari berlalu sudah Satu Bulan setelah upacara itu Kelas B melakukan aktivitas seperti biasanya mereka lakukan yaitu makan bersama,Hari ini pelajaran Olah raga gabungan antara kelas A dan kelas B karin sudah berganti baju olah raga kemana mana ia diikuti oleh mia sesampainya kedua kelas berbaris secara terpisah beberapa dari kelas A memandang dengan pandangan meremehkan dikelas B,karin hanya memberi kode pada mereka untuk tidak memperdulikan mereka.Setelah itu kedua kelas membagi olah raga kelas kelas A bermain Bulu tangkis sedangkan kelas B bermain bola voly,Sebenarnya Ketua kelas A menyukai Karin tapi karin tak tau sedangkan ia juga harus memisah perasaannya karena Ia juga kelas B ,Karin menguncir rambutnya hingga perutnya terlihat sedikit membuat para siswa melihatinya
"Baiklah Kalian bermainlah dulu ,biar aku dan Mia menjadi wasitnya"
"Baik Ketua!" sorak mereka, Guru olah raga kini Tau perbedaan kelas A dan B ,kelas A hanya mengandalkan Ego dan Harga dirimereka ,mereka saling bersaimg soal posisi Kluarga bangsawan mereka sedangkan dikelas B mereka tak memandang apapun kasta mereka saling kerjasama dan menikmati pelajaran itu.
Setelah pelajaran olah raga beberapa Siswa Senior kelas A mencoba mengganggu salah satu Teman karin mereka menyiram teman sekelasnya itu dengan air koto karin tau anak itu memiliki kasta terendah disekolah ini ,Tapi bukan berati mereka bisa seenaknya menindas yang lemah,segera Karin menghampirinya bersama dengan Mia
"Hei,...kalian makluk sialan !jangan seenaknya menindas Temanku " kata nya stelah menggunakan elemen air untuk mengguyur mereka segera Mia menarik anak itu dan memberi handuk untuk menghangatkan Tubuhnya
"Sialan ,berani sekali kau dengan kami" kata mereka bertiga
"Tapi ,kalau kau mau jalan bersama kami ,kami akan memaafkanmu cantik " karin menangkis tangannya
"Mana mau aku dengan Kalian" jijik karin tak disangka salah satu dari mereka sudah ada dibelakang Mia
"Wah ,jadi ini ya adik kesayangan sato ,hmm bau darahnya sungguh manis" katanya mencengkram tangan Mia
"Lepaskan" takut mia menamparnya segera ia menghempaskan mia hingga tangan mia terluka bersama dengan teman sekelasnya
"Kurang ajar ,Berani sekali kau menamparku dasar.." ia akan menampar Mia tapi dihalangi oleh karin hingga karin terkena tamparannya mulut karin berdarah bekas Cakaran membekas dipipinya
"Apa kah pantas seorang laki laki menampar seorang wanita.."
"Kau.." ia ketakutan melihat Aura membunuh karin matanya merah menyala segera ia dilempar dihalaman sekolah dimana para senior tingkat 3 sedang belajar kedua temannya juga terhempas bersamaan denganya karin sangat marah ia membuat kepala sekolah dan dewan siswa keluar gadis itu menghajar ketiganya dengan sangat Brutal tak ada kata ampun baginya
"Rin Hentikan " kata Sato segera gadis itu berhenti mengajarnya
"Karin yuichi kau telah melanggar peraturan sekolah ini dengan menggunakan kekuatanmu melakukan kekerasan" kata Kei gadis itu hanya tertawa semuanya terkejut tak ada yang berani tertawa didepan Kei sang Rja srigala kecuali gadis gila sepertinya
"Ah...aku lupa kalau tak boleh melakukan kekerasan disini,..tapi...apakah mereka berhak menindas Teman sekelasku dan melukai saudariku" ia meneriaki Kei
__ADS_1
Semuanya lalu terdiam ,Mia dibantu berjalan oleh temannya kakinya terkilir tangannya sedikit berdarah
"Rin..Sudahlah jangan marah..aku.." kata mia Sato terkejut melihat mia terluka
"Mia.." kejut Sato dan Karin keduanya berlari membantunya berdiri
Kei terkejut melihat wajah karin juga terluka karena bekas cakaran,
"Heh..tak kusangka kita seperti dulu lagi" cengir Mia
"Gadis bodoh terluka pun kau masih bisa tersenyum"
"Hehe maafkan aku Karin kak Sato"
Karin hanya cemas melihat saudarinya terluka untung saja Sato memiliki cara untuk menyembuhkan luka kakinya dengan kertas jimat,
"Sebenarnya apa yang kalian lakukan pada Mereka sehingga kau disrrang oleh Junior Karin"
"Heh...bukan salah kalian lalu slah siapa" geram karin tak sengaja darah karin menetes jatuh ketanah Aroma darahnya membuat merekaTergoda dengan bau darah karin
"Rin..darahmu" kejut sato
"Sialan " gumamnya menutup bekas lukanya ketiga seniornya tadi hilang kendalinmereka berunah menjadi ganas segera mereka akan menyerga karin seketika Hiromi dan Reito mengkis keduanya,Hiromi menekan ketiganya ketigannya terkekang oleh rantai sihir miliknya
"Rin..wajahmu..si..siapa yang melukainya" Tanya Reito dengan nada cemas ia melihat adiknya menitikan air mata
Ia mencium bau bekas darah karin ditangan salah satu Ketiganya
"Rupanya kau yang melakukannya ya" kata Reito mengeluarkan sabi
"Berani sekali kau menyentuhnya" marah Reito
__ADS_1
"Monster gila tenanglah itu hanya luka kecil.."
"Kau tau ,dia adalah kesayanganku mulai kecil kau tidak tau apa apa soal dia ,aku tak akan membiarkan oramg yang aku sayangi terluka sementara mereka berani sekali melukainya" marahnya segera Ia akan membunuh ketiganya tapi terhadang oleh kepala sekolah
"Hanya karena melukainya saja kau ingin membunuh mereka Reito"
"Reito, Aku tak apa apa kau jangan membunuh mereka" kata karin segera ia tersadar lalu berbalik melihat adik kecilnya itu
"Huft..baiklah kali ini aku akan memaafkan kalian kalau kalian sekali lagi muncul dihadapan karin segera aku akan memenggal kepala kalian" kata Reito segera ia mengalirkan energi penyembuh pada karin,
"Siapapun yang melukaimu aku akan memnghancurkan Tubuhnya"
"Lalu ,soal penindasan tadi aku tak sengaja melihatnya dari atas pohon tak disangka ternyata Reito juga sedang mencari karin,Tak kusangka Instingnmu begitu kuat saat dia terluka"
"Tuan Hiromi jadi anda mengetahui ini" kata sato
"Sebenarnya aku ingin memberi pelajaran ,tak kusangka Karin sendiri yang Turun tangan,jadi anggap saja itu sudah impas bagi kalian,dan lagi aku akan memberi skors selama sebulan telah melakukan penindasan" beberapa dewan lalu membawa mereka pergi
"Tuan Hiromi maafkan kelalaianku"sesal kei Hiromi hanya melewatinya
" aku harap kejadian ini tak terulang"katanya pergi kei memalingkan wajahnya setelah melihat karin,ia merasa Gadis itu mirip sekali dengan Mendiang Tunangannya.sesekali ia teringaf dengan Tunangannya itu ia selalu pergi kemakam karin dan meminta maaf setiap hari karena ia sudah melakukan hal yang salah padanya
"Anu Terimakasih kau tadi sudah membelaku dan.." karin hanya menepuk pundaknya
"Hei..,Lain kali jangan takut jika kau ditindas Hajar mereka yang mau menindasmu" girangnya lalu temannya itu pergi,Reito menjitak kepala karin
"Sudah kubilang berulangkali hindari..." ia terhenti ketika melihat adiknya menangis
"Ka..kakak ...marah padaku ya..?" isaknya,segera ia memeluk tubuh adikknya itu
"Bagaimana kakak bisa marah ,kau itu kesayangan kakak jangan sampai terluka lagi ya" lenbutnya karin hanya mengangguk
__ADS_1