Pembalasan Termanis

Pembalasan Termanis
10.Imelda Burton


__ADS_3

“Nyonya Burton?” tanya Meira linglung


Meira terbangun dengan penuh rasa bingung, dia bahkan tidak tau dimana dia berada, ruangan dengan bau obat obatan yang baru pertama kali dia lihat, sesaat dia memperhatikan dirinya, badan penuh perban, terinfus bahkan kaki yang tidak bisa digerakkan apakah tempat ini aman,bagaimana dia dapat sampai di tempat ini.


Meira mencoba menggali ingatannya, teringat pada pernikahannya dengan pria yang sangat dia cintai dan dipikir mencintainya,pria yang tanpa perasaan mencelakainya dan mereka jatuh ke laut, terbayang olehnya bagaimana dinginnya luatan dan seseorang datang ke arahnya, apa dia bermimpi Apa dia sudah mati,seorang Dion Prayoga


“suamiku Dion Prayoga, bukan Burton”  ucap meira memegangi kepalanya yang sakit


“siapa Burton, Burton yang mana”ucap Meira bingung


“ ayahku nggak mungkin menikahimukan, hanya ada satu burton yang tersedia” Ucap Eros yang baru masuk ke kamar Meira tetap dengan Bandi di sampingnya


"suamimu sudah datang, aku akan membiarkan kalian ngobrol dulu” ucap dokter wijaya mengerti


“dia Bukan suamiku” ucap Meira pelan


Tatapan Meira mengarah pada Eros yang mendatanginya.suara yang Familiar itu mendatangkan beberapa ingatan tentang tangan tangan dingin yang memeluknya dan suara tegas yang memaksanya bangun, lalu sentuhan lembut yang mengantarkan napas di bibirnya, Eros menyelamatkannya.


“kamu terlambat” ucap Meira sambil merentangkan tangan ke arah eros dan menangis


Pria ini sudah berjanji untuk datang saat dia memanggilnya, pria ini yang sudah memberinya peringatan dan pria inilah yang datang memberi kehidupan baru baginya.


Eros dengan segera berada di dekat meira, memeluknya dengan lembut serta mengusap rambut di keningnya, hatinya lega karena dia tau wanita ini merasakan kehadirannya.


“maaf aku terlambat” ucap Eros lembut


"jangan nagis anak nakal, lihat apa jadinya kalo nggak denger kata kataku” ucap Eros lembut


 “jadi kali ini apa yang akan kamu bilang ke aku" sindir Eros tetap memeluknya


"a...aku akan mengganti semuanya,mana ayah dan kakakku" ucap Meira menundukkan kepalanya


"setelah tiga jam gila yang harus kuhabiskan berenang di lautan mengejarmu, hanya itu, " sindir Eros


"benar katamu, aku hanya wanita bod*h yang jatuh cinta pada orang yang Baj*ngan" ucap Meira ingat pada kata kata Eros dulu


"Bod*h sekali" bentak Eros


Pria ini tiba tiba marah lalu menjauhi Meira, berjalan menuju sofa dan memandang ke kejauhan, hatinya miris,wanita yang


sangat dia sayangi mengucapkan kecintaanya pada pria lain,pria yang bahkan

__ADS_1


nggak ada apa apanya jika dibandingkan dengannya, apa wanita ini buta…


"apasih maumu, aku udah ngaku


salah,aku juga udah ngaku bodoh" ucap Meira mulai kesal


Meira tanpa sadar menggerakkan


badannya dengan tidak nyaman dan hanya mendapatkan rasa sakit dan dia hanya bisa mengaduh


"pelan pelan"ucap Eros dengan cepat memegangi Meira


"sebenarnya aku kenapa sih" ucap Meira lalu menatap Eros,dia masih kebingungan


"Memey coba inget lagi apa yang terjadi" ucap Eros lembut


"kamu ingat apa yang dia lakukan" ucap Eros


ingatan tentang hari itu langsung mengalir, membuat badan meira gemetaran, bagaimana baj*ngan itu membiusnya, memukulinya,


menghianatinya dengan wanita lain, membuatnya terjun ke laut bebas bahkan


dengan tega membenturkan wajahnya ke kapal, tapi meira juga teringat pada anting


“aku berhasil mengaktifkan anting anting itu kan” ucap meira lemah


Eros memang sengaja memancing


ingatan Meira, eros nggak Meira melupakan semuanya dan harus bersikap hati


hati, Meira tidak boleh menjadi anak lemah dan penakut


"apa yang terjadi sampai ada luka panjang dari pipi sampai didadamu, kamu perenang handal, kenapa kamu tenggelam kayak batu, kenapa kamu nggak melawannya, kau bukan anak yang lemah,kamu bisa bela diri" ucap Eros sambil menyentuh luka yang telah tertutup perban


"aku mencarimu secepat yang kumampu, dia penjahat yang lihai, maaf, maaf tentang wajah dan kakimu,kita akan mengobatinya lagi, semua akan membaik" Eros memeluk dan menenangkan Meira yang masih gemetaran


" aku mau ayah dan kakakku,panggilin kak Harry, aku mau pulang"tangis Meira


“Maaf tapi kali ini hanya ada aku suamimu dan kau akan tinggal disini bersamaku,ini rumahmu" ucap Eros pelan


"apa" ucap Meira lalu kembali pingsan

__ADS_1


"astaga....Meira"ucap Eros bingung


"Bandi cepat panggil dokter wijaya" teriak eros yang membuat Bandi terburu buru keluar ruangan


Hari berganti, Meira kembali terbangun di tempat yang sama, dia lapar dan haus, dia belum bisa menggerakkan badannya, meira mulai meringis kesakitan


“mbak Arsi…. Aku haus” meira tanpa sadar memanggil asistennya


"sebentar nyonya Burton saya ambilkan"jawab Salah satu wanita berpakaian medis,


"aku Meira, meira Yarrow bukan Nyonya Burton” ucap meira lalu teringat percakapan dengan eros kemarin


"anda nona yarrow yang diberitakan hilang di lautan 6 bulan lalu?" tanya wanita itu keheranan


"Keluar" ucap Eros yang tiba tiba masuk ke ruangan


"Dia imelda Burton, istriku, dan jangan sampai ada berita lain tentang ini atau hidupmu dan keluargamu nggak akan bisa tenang"ucap Eros dingin


"jelaskan apa yang terjadi,apa kalian gila atau aku yang gila, namaku meira Yarrow aku bukn Imelda Burton, sejak kapan aku nikah sama kamu" ucap Meira bingung


"mana yang mau kamu tau dulu, aku akan mendongengkannya untukmu, pernikahan tidak sahmu, atau statusmu sebagai istriku" Ucap eros


....


"kita nikah, kamu sabotase pernikahan kami, apa kmu gila, kita nggak saling cinta, kita bahkan nggak akan sanggup kalo disuruh satu ruangan' ucap meira nggak terima


"nikah karna cinta,look at you,liat apa yang terjadi sama pernikahan cintamu, c'mon dewasalah a fairytale, Cinderella story or what it's not belong to you,if you want a better life work for it, fight for it"eros mulai marah


" nggak sanggup satu ruangan?lihat kondisimu setelah 2 hari sama orang yang kamu gilai itu,bandingkan dengan sekarang liat sekitarmu jangan bilang kamu belum sadar kalo ini kamar tidurku, hampir 6 bulan ini kamu disini, apa ada hal yang mengganggu keamananmu " ucap Eros kesal


"aku mau kakak dan ayahku,aku nggak mau nikah sama kamu" teriak Meira nggak terima


"oo jadi kmu maunya nikah sama dia" balas eros


"aku nggak mau kalian aku hanya mau kakak dan ayahku,aku mau pulang, pergi kalian dari hidupku" ucap Meira lalu menangis


"lalu setelah pulang apa, nangis, ngunci diri di kamar, apa nyari perlindungan dari kakakmu, kamu yakin yarrow bisa lindungi kami,kamu yakin manusia brengsek itu belum naruh orang orang ya disana,kamu yakin kepulanganmu malah nggak jadi bomerang untuk keluargamu" tanya Eros membuat Meira berpikir


"Meira ini mungkin terdengar kejam untukmu, tapi manusia brengs*k itu sudah menargetkan keluargamu, tanpa kalian sadari dia sudah menanamkan cakarnya dikeluargamu, kepulanganmu hanya


akan membuatmu menjadi senjata yang justru akan mempercepat kehancuran

__ADS_1


keluargamu"ucap Eros


__ADS_2