
"mbak,saya mungkin bukan orang kaya, tapi saya masih mamu untuk ganti baju majikanmu, brapa sih harganya" ucap viola kesal
"lho kok marah, yang dibuat sial nyonya muda kami,kok yang sewot situ" ucap tina
"nah... Elo yang mancung kan" ucap viola marah
"mancingnya dimana,gue cuma nanya, pegawe loe bikin nyonya muda gue basah, tanggung jawab loe mana, loe tau majikan gue siapa nggak" ucqp tina nggak kalah nyolot
"astaga, oke mungkin gue salah nggak ngenalin majikan loe yang paling terkenal sejagat raya,tapi gue nggak perduli" ucap Viola berang
"kalo loe mau semua orang tau dia, loe pampang aja fotonya di papan pengumuman depan, sekalian loe isi keterangan dicari" ucap viola
Meira yang dari tadi mendengar pertengkaran mereka langsung tertawa, kalimat brutal itu memang milik sahabatnya, viola memang berwajah lembut dan polos,tapi sikapnya jauh dari itu, dia wanita yang brutal dan pemberang, dan itulah yang membuat mereka cocok. Hal lain yang tak kalah membuatnya senang adalah secara fisik, viola tidak mengenalinya. Viola yang mendengar tawa riang Meira lalu menatapnya dengan dalam
" maaf tawamu ngingetin aku sama seseorang" ucap viola sendu
"tapi kamu bukan dia, smoga dia tenang" ucap ya pelan
"siapa" tanya Meira
"seseorang " ucap Via
"sudahlah, loe mau gue ganti brapa" ucapnya mengalihkan pembicaraan
"nggak sopan" dengus Tina
"loe yang norak,masih muda gitu udah loe panggil nyonya, emang dia kena pernikahan dini" jawab Via pedes
"cukup, ini cuma hal kecil, lain kali belajar lagi melayani tamu, ayo pulang" ucap Meira pada tina lalu menaruh tips dalam jumlah besar diatas meja lalu memakai kacamata hitamnya
"tapi...." sangkal tina
"nyonya trimakasih untuk kebaikannya, maaf saya akan belajar lebih banyak,tapi saya minta tolong, jangan berikan penilaian buruk pada kafe ini" ucap pelayan tadi dengan menundukkan kepalanya
"siapa namamu" tanya Meira
"saya kiara" ucapnya lagi
"belajar yang baik" ucap Meira lagi
__ADS_1
"nyonya, tuan muda Burton menanyakan kapan nyonya kembali ke mansion" ucap Artur tiba tiba sambil memberikan Hpnya pada meira
"Burton, dia..." ucap Via terbata bata
"kenapa, takut ya, yang kamu bentak tadi memang bukan selebritis dan bukan selegram, dia 'hanya' istri seorang Eros Gavril Burton, namanya Imelda Burton dan kalo ada yang membuatnya nggak suka" ucap tina menakut nakuti, pelayan tadi tau dia langsung menangis, Sementara Via masih terdiam dalam kagetnya
"habislah kafe kalian" ucap tina pelan lalu tersenyum sinis
"tina..." ucap Meira memperingatkan, tina lalu diam dan memandang meira dengan tatapan usil
"maafkan saya" ucap Kiara
"tenang dia hanya bercanda" ucap Meira santai lalu melqngkah dengan pelan ke arah pintu keluar
....
tring...
"siang" ucap kiara spontan pada pelanggan yang baru masuk ke kafe
Meira reflex melihat ke arah pelanggan yamg datang, nafasnya berubah berat, badannya bergetar hebat, untungnya dia memakai kaca mata hitam, mata meira memandang tajam sosok pria yang datang, Jalannya yang sedikit tertatih tidak bisa menutupi aura hangat dan lembut yang dia miliki. Pria yang tampan, dan pasti membuat kaum hawa tertarik padanya.Tapi hal ini tidak berlaku pada Meira.
Meira merasa badannya tersedot, dia kembali merasa badannya terombang ambi g di lautan lepas, kakinya terasa tidak bisa dikendalikan lagi, dia kesakitan.
"nyonya" ucap tina pelan lalu memapah meira untuk duduk
"tolong aku" ucap meira pelan, badannya lemas dan terkulai,bulir bulir keringat terlihat di kulit wajahnya,napasnya sesak
"artur" teriak Tina yang langsung sigap memegang Meira dan artur yang segera menangkap Meira
"anda tidak apa apa" ucap dion yang reflex mendekati meira dan bermaksud menolongnya
Dion terdiam, batinnya meronta, siapa wanita ini, dia sangat cantik dan mempesona,kulit putihnya,rambut coklatnya bahkan suaranya halus, bagaimana matanya, pasti indah. ada sesuatu yang membuat dion tidak bisa mengalihkan mata darinya dia ingin menyentuhnya, ,dia sangat mempesona
"maaf, jangan sentuh nyonya muda kami, dia punya phobia tidak bisa disentuh orang asing" ucap Tina menghalau Dion sementara Artur menggendong meira dan mendudukkannya di meja terjauh di kafe ini
"Artur tolong aku,panggil Eros,nafasku sesal" ucap Meira mulai menangis
"nyonya tenang, Tuan muda dalam perjalanan kemari, nyonya kuatkan hatimu" ucap Artur menenangkan meira
__ADS_1
"mel...minum dulu" tina datang dengan tergopoh gopoh,dia membawa segelas air dingin, dia panik
"artur,kita pergi sekarang" ucap tina
"aku maunya juga gitu, tapi nyonya tegang, kita akan banyak menerima perhatian jika aku membopongnya" ucap Artur bingung
"nona kenapa,ada yang bisa saya bantu" ucap dion mendekati mereka
"maaf, tolong jangan ganggu kami" ucap Artur dingin
"nona mudamu sakit pasti cuaca hari ini sedikit panas, aku hanya berniat membantu, kalian pasti baru kali ini ke daerah ini kan, aku bisa memanggilkan dokter untuknya' ucap dion tidak tau malu
Dilihat dari penjagaan dua orang ini dan mobil mewah beserta supir yang ada di luar, Dion sudah bisa menebak wanita ini pasti spesial, pasti anak orang penting.
Dion sudah tertarik padanya, dia harus tau siapa gadis ini, dan Dia adalah dion, semua wanita pasti tertarik padanya, dia hampir merasa bosan karena masalah Meira yang menjadi semakin panjang. Dia butuh selingan atau target baru.
Dan lihatlah gadis ini,cantik dan mempesona, dion pasti mendapatkannya.
"tidak usah, aku masih bisa mengurusnya sendiri"
Eross datang, dia masuk bersama beberapa pengawal berbaju hitam langsung menuju ke arah Meira yang masih lemas dan bersandar pada Artur, Dan ketika meira melihatnya, hatinya menjadi sedikit tenang,meira merentangkan tangannya ke arah Eros, dia hanya ingin di peluk
"Eros Burton" ucap Dion tidak terima
"sayang" ucap Eros tidak menghiraukan teriakan dion
"Eros" ucap Meira dalam tangisnya, tangannya menggapai ke arah eros
"tolong aku, aku teng...." Meira tidak bisa melanjutkan ucapannya, Eros memotong kata Meira dan mengecup bib*r meira dengan cepat
"tenang, jangan bongkar semuanya" ucap Eros ditelinga Meira lalu membopongnya pergi
"Eros, aku takut, tolong aku,aku tenggelam" ucap Meira sambil membenamkan wajahnya di dada eros,eros sedikit kaget,ada apa dengan wanitanya
"tenanglah, ayo kita pulang" ucap Eros dan bersiap pergi
"tunggu,kamu mau bawa dia kemana, aku yang pertama melihatnya, biar aku yang membawanya ke Dokter" Dion menghalangi kepergian mereka
"pertama melihatnya? apa gunanya itu, berapa kali pun kami melihatnya, dia tetap istriku, imelda Burton" ucap Eros dengan dingin
__ADS_1