Pembalasan Termanis

Pembalasan Termanis
27.yakin menolaknya?


__ADS_3

"titi,kenapa gini amat sih,jadi kayak tombongan sirkus tau" ucap Meira nggak suka


kali ini meira nggak habis pikir, raut wajahnya menjadi agak kecut,di loby ada 6 orang Bodyguard berseragam hitam yang akan ikut,itu pun belum termasuk Artur dan Sopir, dia hanya mau ke mall, bukan mau perang, mereka kira dia siapa,Artis, pejabat?.


Kebayang kan klo ke mall harus rame rame kayak gini, ya malah bakal jadi pusat perhatian kan...


"Mel,ini udah perintah laki loe" bisik tina,dia nggak bisa berbuat apa apa


"tapi kita udah ngajak supor dan Artur, emangnya dia selemah itu sampe nggak bisa jagain 2 cewek doang" Meira sengaja mengeraskan suaranya agar Artur mendengar


"sstt...nyar kak Artur denger, dia itu yang paling deket sama tuan muda,orangnya galak lagi"ucap Tina semakin pelan


"Artur" teriak Meira menantang


"siap nyonya"ucap Artur dingin


Meira melihat Artur dengan seksama,meira tau kalo selama ini Artur slalu berada disekitarnya,tapi mereka belum pernah benar benar ngobrol, Artur berwajah tampan, dengan sedikit raut jail, dan mungkin dia sedikit agak lebih tua Meira


"apa harus sebanyak ini" ucap Meira tenang, rencananya yang mau sok galak seketika dia lupakan, pria ini jelas jelas jauh lebih galak darinya


"perintah Tuan muda" jawab Artur singkat


"3 orang aja" tawar Meira dan artur hanya menggelengkan kepalanya


"Artur,atau aku panggil kak Art?aku rasa kakak aja udah cukup kuat kok buat ngelindungi aku,jadi 3 orang atau aku nggak jadi keluar rumah,dan bilang ke tuan mudamu aku nggak akan keluar dari kamarku selama 1 minggu" ucap meira sambil menyilangkan tangannya


Artur seketika membelalakkan matanya, dia sangat tau akhir akhir ini mood tuan mudanya agak kacau dan penyebabnya karena nyonya midanya ngambek dan tidak keluar dari kamarnya selama 3 hari, dan kalau tuannya sampai tau nyonya muda ngambek lagi karena dia ,mungkin dia harus ke kantor dan mengerjakan pekerjaan administrasi yang sangat dia benci


"baik 3 orang saja" ucap Artur pelan


Artur segera berkoordinasi dengan timnya, sementara Meira Menggandeng tangan Tina dan keluar


"bees" bisik meira


Di depan mansion sebuah mobil SUV keluaran terbaru telah menunggu mereka,satu orang Bodyguard membuka pintu dan Artur membantu meira naik ke mobilnya lalu naik ke kursi di samping sopir sementara bodyguard yang lain masuk ke mobil yang berbeda,

__ADS_1


.....


"kita mau nyari apa dulu" ucap tina saat mereka sampai ke mall


Meira tampak bersemangat,dengan memakai Bucket head dan tas santainya,dia melompat dari mobil dengan ceria,langkahnya langsung oleng kakinya sedikit sakit,Dia lupa kalau diabaru aja bisa berjalan lagi,untung Artur segera menangkapnya


"nyonya tolong sedikit hati hati" ucap Artur dingin


"makasi" ucap meira sambil menggandeng tangan tina dan berjalan dengan pelan.


Rombongan pun berangkat,. Artur berjalan di depan sementara 2 bodyguard di sebelah Meira dan satu lagi dibelakangnya, akhirnya mereka tetap menarik perhatian orang yang dilewatinya dan itu membuat meira agak kesal


"jangan cemberut gitu, sadar dong loe itu istri sang billioner,ya emang mesti kayak gini, ntar juga biasa kok,loe mau beli apa" tanya Tina memcerahkan suasana


"ini lebih berat dari yang dilu" ucap Meira,


sebagai salah satu anak orang kaya,dia terbiasa dengan pengawalan,tapi itu hanya untuk acara acara penting, nggak dalam jumlah besar,dan nggk terang terangan kayak sekarang,tapi sudahlah mending dia fokus pada belanja....


"ke salon yuk" ucap Meira yang dihadiahi senyuman hambat oleh Artur, Meira menjadi lebih bersemangat


"dulu gue sama via sering perawatan disini" ucap Meira senang


"slamat datang dik, sudah buat appointment sebelumnya" tanya pelayannya dengan ramah


"belum, tapi apa masih bisa perawatan" tanya Meira lembut


"mau perawatan apa" tanya nya ramah


"minggir....." ucap seorang wanita flamboyan masuk ke salon lalu mendorong Meira,meira hampir terjatuh untung Artur dan tina dengan sigap memegangnya, akhirnya hanya tina yang terjungkal dan langsung bangun


"loe nggak papa" tanya tina horor, sambil memeriksa Meira yang berpegangan pada artur dan meringis kesakitan,


"sorry gue nggak sengaja, cuma disenggol dikit doang,udah jatuh,masi abg kok lemah banget loe belum makan ya" sindir wanita itu


"eh mulutnya dijaga ya, bukannya minta maaf" ucap tina berang,dia hampir menghampiri wanita itu tapi meira, menghentikannya,dengan wajah pucatnya dia nggak mau jadi perhatian

__ADS_1


"dasar abg dikit dikit udah digedein" ucapnya remeh


"kita pulang aja ya" ucap tina, meira menggelengkan kepalanya, dia harus kuat,hanya tersenggol sedikit aja.


"3 jam lagi gue ada acara,jadi makeup ya" ucap wanita tadi pada sang resepsionis


"mbak Riana udah ada janji sebelumnya" tanya resepsionis dengan ramah


"aduh, gini deh gue bayar lebih ya,yang jelas bagus dan cepet, ntar gue posting di akun gue deh" rayu riana


Pantas Wajahnya sedikit familiar di mata Meira, ternyata Riana Thalia, artis muda yang sedang naik daun


"tapi mbak, adik ini datang lebih dulu" jawab sang resepsionis


"udah dia next aja,masih abg ini paling cuma mau potong rambut doang,adik gue lagi sibuk, jadi gue duluan ya,biar kakak yang traktir" ucapnya nggak sopan


"loe kira dia adik loe, enak aja kita dateng duluan" ucap tina marah.


Artur hanya diam,dia malas dengan pertengkaran antar wanita


"hai siapa ini yang datang" ucap seorang wanita cantik paruh baya dengan ramah


"Riana, kamu mau perawatan apa,saya kasi harga spesial tapi nanti tag kita ya" ucapnya ceria dan dijawab senyuman manis oleh riana


"tapi bu...adik adik ini datang duluan" ucap sang Recepsionis


"next aja, adik maaf salon kamu sudah penuh, datang lain hari ya,nanti saya kasi potongan harga" ucap pemilik,


meira hanya tersenyum lalu menarik tina untuk pergi, di masa lalu nggak akan ada orang yang brani menolaknya,tapi kini dia harus menahan diri,tidak boleh ada pemberitaan miring tentang image nya


"nyonya muda tunggu sebentar" ucap Artur malas


"nyonya muda?astaga pergaulan jaman sekarang,bahkan anak sekecil ini sudah menikah" cerca riana diiringi tatapan mengejeknya


"anak kecil? Nyonya muda kami memang awet muda, tapi aku yakin usianya bahkan lebih besar dari selegram si*lan itu" ucap tina kesal

__ADS_1


"apa anda yakin akan menolak nyonya kami? Tau siapa dia" tanya Artur langsung


__ADS_2