
pertengkaran kecil terdengar saat eros dan meira masuk ke mansion Burton, para pekerja diam dan menguping pertengkaran mereka kali ini. Setelah kedatangan nyonya imelda rumah menjadi sedikit ramai,slalu aja ada pertengkaran tentang hal hal remeh, tuan muda yang keras sementara nyonya yang suka melawan, para pekerja bahkan bertaruh kali ini tuan mudanya akan kalah lagi.
Eros kesal meira memanipusinya, Meira bilang dia ingin makan lalapan,tapi meira nggak bilang kalo mereka harus membelinya di pinggir jalan,Astaga jangan bicarakan debu yang menempel di makanan itu, minyak yang dipakai menggoreng itu satu untuk semua, belum lagi sambal yang dipesannya cabe 10, belum lagi meira merengek mau makan disana, apa dia nggak sadar dia siapa, apa dia nggak liat pandangan pria pria mes*m tadi padanya, Eros serasa ingin mencungkil mata orang orang itu.
Eros sudah hampir membatalkan pesanan mereka, tapi Meira mengancam nggak akan makan,nggak akan bicara padanya, Eros akhirnya mengalah dia memberi Meira pilihan makan lalapan dirumah, atau nggak beli sama sekali, Astaga kenapa dia harus bernegosiasi dengan istrinya sendiri.
" kamu bilang mau makan ikan tapi kenapa malah membeli lele" ucap Eros sedikit kesal lalu memilih duduk di kursi meja makan
"lele kan ikan, dimana salahnya, proteinnya tinggi,dan ini enak" ucap Meira santai lalu membuka bungkusan ikannya dan meletakkannya di piring. Meira dengan santai menyiapkan makanan termasuk menyiapkan ikan yang di pesan Eros dan menaruhnya di depan eros
"kamu mau nasi juga" tawar Meira., Eros hanya menganggukkan kepala
Para pegawai langsung datang untuk membuka makan yang di bawa meira,lalu melengkapinya dengan nasi dan yang lain
"ini untuk kalian" ucap Menyerahkan bungkusan besar berisi ayam lalapan
"terima kasih nyonya" ucap pelayan lalu pergi ke belakang.
Tiara Bandi dan Artur lalu duduk satu meja dengan mereka dan mengambil makanan lalu diam diam makan, mereka menyukai lalapan ini
"sambalnya bahkan membakar lidahku, meira jangan makan itu,nanti kamu sakit" ucap Eros sambil kelimpungan mencari air minum
" itulah enaknya makan lalapan, dan biar pedesnya ilang,kamu tinggal makan kol dan timunnya" ucap Meira lalu menyuapi Eros.
"kmu mau nyoba maem lele nggak, ini enak" ucap meira
Meira menawarkan menyuapi makanan yang ada di tangnnya pada eros, perhatian manis Meira membuat Eros terdiam, hatinya senang,dia pun membuka mulutnya dan menerima makanan dari tangan meira, ternyata rasanya enak. meira pun kembali menyuapi suaminya, pemandangan yang sungguh indah untuk dilihat
....
"aku kenyang" ucap Eros,baru kali ini dia makan nasi dalam porsi besar
__ADS_1
"aku juga, lain kali kita beli lagi ya" ucap Meira lalu mencuci tangannya
"Eros aku mau ngomong" ucap meira
Meira tiba tiba teringat kembali pada pertemuannya dengan Harry, kakaknya tidak mengenalinya, jadi dia ingin mencoba pada orang lain yang seharusnya juga sangat mengenalnya
"besok aku mau ketemu Via" ucap Meira dan Eros menunggu kelanjutannya
"aku akan Pergi ke kafe di daerah D, aku ingin lihat apa dia juga nggak mengenaliku" ucap Meira
"kenapa kamu yakin Via akan ada di cafe daerah D, kafe itu sangat dekat dengan aartemennya Dion apa, atau kamu emang mau ketemu dia?" ucap Eros,
Setitik kecurigaan tetap ada di hati eros, Dion memang sudah sangat menyakiti Meira, tapi meira sangat mencintainya kan, mencintainya dengan waktu yang lama, apa rasa itu benar benar sudah hilang, Eros takut dion menemukannya, merayunya kembali, eros takut meira melupakan semuanya lalu berpaling pada Dion.
" aku nggk mau ketemu Dia, aku belum siap" ucap Meira ketakutan
"tapi hanya disana aku bisa nggak sengaja ketemu via" ucap Meira menguatkan diri
"Via kerja disana" ucap Meira pelan
"Viola Laras, keluarganya lumayan kaya dan dia nggak mungkin kerja di cafe,, Artur" ucap Eros,
meira menyembunyikan hal lain dan eros nggak suka. Dengan cepat Artur mencari informasi Kafe tersebut lewat Hpnya
"stop,kenapa kamu nggak langsung nanya aja sih" ucap Meira kesal lalu melipat tangannya di dada
"lalu kenapa kamu nggak langsung jujur,apa yang sering kalian lakukan di kafe itu" ucap Eros dengan nada yang dingin, suasana romantis tiba tiba menjadi tegang ruangan menjadi sunyi
"hhmm.... Tuan muda itu sejenis coffe shop untuk anak muda, pemilik kafe tersebut adalah sebuah yayasan kemanusiaan, Viola laras terdaftar sebagai akuntingnya, dan nyonya muda adalah salah satu penyumbang dana yayadan, 10 orang pegawainya tercatat sebagai anak yatim piatu yang mendapat beasiswa dari MV, Meira yarrow dan Viola laras" ucap Artur lalu memandang kagum pada nyonya mudanya
"Liat, nggak semua perbuatanku memalukan" ucap Meira
__ADS_1
Meira berdiri dan akan pergi ke kamarnya apa dia seburuk itu, apa dia terlihat seperti orang yang masih stalking pada orang yang bahkan hampir membunuhnya, kenapa orang slalu memandangnya buruk, apa semua sikapnya buruk,apa dia tidak boleh berbuat hal baik
"sayang, maaf" ucap Eros yang mengejar Meira lalu memeluknya, meira hanya diam hatinya sangat kesal
"kamu juga,kenapa menerima perintahnya, bukannya dia sudah memberimu padaku, aku dan hanya aku yang boleh memintamu melakukan sesuatu" teriak Meira pada Artur
Artur kaget dan langsung terdiam, baru kali ini ada wanita yang brani membentaknya, dia mengagumi keberanian wanita kecil ini,dan dia sadar sikapnya salah
"nyonya muda maaf,ini nggak akan terulang lagi" ucap Artur,
Eros kaget, di depan matanya anak buahnya yang paling diam ditaklukkan istrinya sendiri.
"Meira,sudah ya, aku hanya nggak suka apapun yang menghubungkanmu dengannya, aku hanya mau kamu aman" bujuk Eros
"tapi itu nggak berarti kamu dikit dikit menyelidikin aku, kenapa nggak langsung nanya" teriak Meira kesal
"oke, aku yang salah,udah ya" ucap Eros lembut
"kamu ngerti nggak sih" ucap Meira marah
"aku udah pernah bilang, sebelum aku menghancurkannya, aku memang akan slalu terkait dengannya, aku membencinya" ucap meira
"kenapa kamu nggak percaya aku,jangan buat aku juga membencimu, jangan membuatku memilih pergi dari sini" teriaknya lagi Eros hanya diam
"membenciku, pergi dari sini?" tanya Eros gusar
Bayangan meira pergi darinya membuatnya marah, Tanpa disadarinya tangannya mencengkeram tangan Meira dengan kuat
"aku bukan orang yang segampang itu kamu buang dan tinggalkan, aku nggak akan pernah bersikap sejahat Dion, tapi aku juga nggak sebaik yang kmu kira" ucap Eros keras
"apa yang sudah menjadi milikku,akan selamanya menjadi milikku" ucap Eros Marah
__ADS_1
"semua dengarkan aku, mulai hari ini tanpa ijinku istriku tidak boleh meninggalkan rumah" ucap Eros lalu pergi