
"astaga" ucap Eros
Eros sangat kaget,dia bermesraan di mobil, dia lupa segalanya, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, meira bukan wanita pertama yang disentuhnya tapi diumurnya yang sudah 28 tahun ini, beru meira yang bisa membuatnya lupa segalanya.
Dengan berusaha tenang, Eros menggandeng tangan Meira memasuki lobby Burton Grup. Banyak mata memandang kedatangan mereka, ini adalah kedua kalinya direktur utama Mereka yang terkenal dingin menggandeng wanita ke kantornya.
beberapa dari mereka bergosip dengan suara pelan, menanyakan apa wanita ini berbeda dengan yang sebelumnya?
Kemarin seorang gadis kecil yang manis dsn imut datang sambil menangis dan langsung menghentikan rapat penting, hari ini direktur utama datang menggandeng wanita muda wajahnya tertutup topi kaca mata dan masker, tapi body dan gayanya layaknya selegram, dia pasti gadis yang muda dan cantik, apa bos mereka ketahuan bermain dengan 2 wanita.
kasak kusuk akhirnya terdengar di telinga Eros dan membuat Eros tersenyum, sebenarnya dia mulai menikmati gosip tentang dirinya yang suka 'bermain' dengan banyak wanita, tapi dia juga nggak mau istrinya terlihat buruk dan dikasiani karena punya suami yang suka selingkuh, tapi mau apa lagi, wanitanya ternyata suka mengganti gaya, Eros tiba tiba berhenti tepat di depan meja resepsionis
"Bandi" panggilnya
"siap tuan" ucap bandi segera maju
"bilang pada reseptionis siapkan cemilan sore, ini kali kedua nyonya mudamu kesini kan" ucap Eros dengan maksud menjelaskan siapa wanita yang diajaknya
"siap" ucap Bandi
"honey, coba lepas dulu kaca mata dan Bucket hat mu, biarkan pegawaiku sedikit melihat siapa yang datang, kalau nggak mereka akan terus bergosip buruk tentangku" ucap Eros lembut lalu membantu meira membuka kaca mata
Suara lembut Eros membuat pegawai yang ada di lobby terpesona, ternyata benar kata kata orang saat seorang yang dingin jadi bucin,matilah dia
"emangnya mereka berani gosipin kamu apa,kalo aku jadi kamu, pegawe yang suka gosip sampe lupa kerja pasti lewat" ucap Meira santai
Ruangan Yang awalnya ramai menjadi sepi, Sesosok wanita cantik akhirnya terlihat, wajah imut mempesona dan menawan, ,suara yang terkesan manja dan dingin, lengkap dengan badan yang kurus tapi berbentuk dengan kaki yang panjang, paket lengkap yang membuat orang tak bisa melepaskan pandang darinya, bahkan kalimat kejamnya barusan tidak membuatnya terlihat jelek, para wanita iri dan para pria ingin memilikinya, Astaga Pantas saja direktur berubah.
Eros sangat menyadari tatapan tatapan panas yang dihadiahkan pegawainya pada wanitanya, jangankan pegawai yang baru pertama kali melihat meira, Eros malah sering melihat para bodyguardnya yang sudah sering menemani meira dan yang rata rata berwajah sangar sering tersipu saat melihat istrinya, dan itu membuatnya gerah
Eros dengan santainya kembali memasangkan masker dan topi pada istrinya, dan desah kecewa mulai terdengar
"wajah istriku,bukan untuk kalian konsumsi secara sembarangan" ucap Eros dingin lalu menggandeng meira ke ruangannya
"tanpa ijinku, tidak ada yang boleh masuk ruang kerjaku" ucapnya dingin
.....
"jadi" ucap Eros
__ADS_1
"apa rasanya bertemu langsung dengan bajingan itu" tanya Eros dingin,
Eros duduk di kursi kerjanya,dan membiarkan Meira duduk di sofa yang agak jauh darinya, hatinya masih tak terima akan pertemuan itu
"memang memalukan, aku kira aku akan benci melihatnya tapi aku malah ketakutan " ucap Meira kesal lebih pada kesal pada sikap penakutnya
"apa kamu merindukannya?" pancing Eros
"apa rasa cintamu ke dia muncul kembali" ucapnya dingin
"apa kamu menikmati pertemuan itu" ucap Eros lagi
"menikmati pertemuan kami?,kamu gila" ucap Meira kesal
"brakk"
Kami,.... Perkataan meira membuat kemarahan yang sejak tadi dipendamnya memuncak, tanpa sadar eros menekan gelas yang sedang dipegangnya hingga pecah dan melukai tangannya, dia bahkan tanpa sadar menendang meja kerjanya dengan keras
"Eros" ucap Meira,
Meira menghampiri eros dengan cepat, tanpa sadar dia langsung berlutut didepannya, memeriksa kaki Eros lalu melihat tangan eros yang berlumuran darah, Meira menangis lalu membersihkan tangan eros dengan tangannya,dia berusaha menghilangkan darah yang ada di tangan eros,dia bahkan tidak menyadari saat Eros dengan gampangnya mengangkat badannya lalu mendudukkan Meira di pangkuannya
lalu membawa tangan eros yang terluka ke bibirnya lalu menciumi tangan itu dan mencari sisa sisa pecahan gelas.
"kami" ucap Eros marah
"masih ada kalimat kami diantara kalian" ucapan Eros berubah menjadi dingin
"kamu suka melihatnya" tanya eros dingin
"nggak, aku membencinya" ucap Meira dalam tangisnya
"apa hatimu tergerak,apa ketampanannya membuatmu terpesona" tanya Eros
belum sempat meira menjawab pertanyaan Eros, eros tiba tiba mengambil pecahan gelas di atas meja dan menggenggamnya dengan kuat
"jangan...." ucap Meira berusaha menyingkirkan pecahan gelas
"Meira aku sedang menunggu jawabanmu" ucap Eros santai
__ADS_1
"gimana bisa terpesona, aku bahkan nggak sempet ngeliat mukanya" ucap Meira
"jadi kamu mau ngelihat wajahnya?" tanya eros
"Bandi, bawakan obat merah dan alkohol " panggil meira lewat interkom
"nggak usah dan tanpa seijinku,tidak boleh ada yang masuk" ucap Eros dingin,lalu semakin menekan pecahan kaca di tangannya
"aku janji,nggak bakal nyari dia,nggak akan ketemu dia lagi, aku hanya akan melihatmu aja" ucap Meira gugup
"jangan pegang itu lagi, aku nggak mau kamu luka" ucap Meira
"apa kamu masih cinta dia" tanya Eros
"nggak, aku membencinya, aku bahkan tidak mau menyebutnya sebagai masa laluku" ucap meira sambil membersihkan tangan eros yang mulai melemah
"jadi siapq masa depanmu" tanya Eros
"kamu, hanya kamu" ucap Meira pelan
"kami yakin" tanya Eros
"sampai maut memisahkan" ucap Meira pelan
meira mengangkat wajahnya lalu memandang Eros dengan tajam
"mulai hari ini aku janji,dalam hidupku, hanya akan ada kamu, nggak akan ngeliat dia lagi, aku hanya akan pergi keluar kalo kamu ngijinin, aku bahkan akan nurutin semua yang kamu mau, aku akan jadi istri yang penurut" ucap Meira
"kenapa tiba tiba, apa ada hal lain yang kamu mau" tanya Eros,dia hanya ingin Meira jujur
"aku....aku cuma nggak mau ketemu orang itu lagi" ucap Meira
"ada lagi" tanya eros
"aku,....aku mau pergi kemanapun kamu pergi, aku takut, aku nggak mau sendiri,aku takut dia nyakitin aku,aku nggak mau dia apa apain kmu,nggak mau kamu luka, aku nggak mau kamu berurusan sama dia" ucap meira lalu memeluk eros dengan erat
"dia orang jahat, aku nggak mau dia apa apain kami, kita lupain aja masalah dulu, aku nggak mau berhubungan dengan dia lagi" ucap ya sedih
"aku nggak punya siapa siapa lagi,aku cuma punya kamu" tangis Meira pun pecah
__ADS_1