Pembalasan Termanis

Pembalasan Termanis
6.takdir buruk


__ADS_3

Tiupan angin pantai menerpa wajah Meira yang terasa kebas, mobil mereka mendekati pantai, yatch sudah bersandar menunggu kedatangan mereka.


pengaturan mereka hari ini mereka akan menyusuri lautan dan pantai dengan cruise yang indah. Hanya Dion, Meira dan kru kapal. Sementara sesuai rencana mereka pamela sudah menjauh.


"Ayo berlayar menuju neraka" ucap Dion dingin


"kau memang baj*ngan" ucap Meira pelan


"aku memang baj*ngan dan kau hanya seorang pewaris manja yang tak tau diuntung"ucap Dion


"dengar,sesuai janjimu,setelah kita keluar dari mobil kita akan naik ke yatch dan jangan buat masalah yang hanya akan membuat jadwal hidupmu atau keluargamu berkurang" ucap Dion


"satu lagi mereka semua orang orangku dan jadi berhentilah mengirimkan sinyal sinyal meminta bantuan,itu nggak mempan" lanjutnya sambil kembali menyuntikkan sesuatu pada pembuluh darah Meira


Meira mulai merasakan perubahan suasana hatinya,gembira di saat hatinya menangis, Dion bahkan tidak bisa memenuhi janjinya untuk tidak menyuntik meira lagi


"dan jangan percaya pada janji seorang baj*ngan" ucap Meira


Meira mulai terkekeh sementara Dion mulai menenggak minumannya dan menyiramkan alk*hol pada tubuhnya taktik yang pintar


"sayang jangan terlalu mabuk,aku benar benar nggak suka kebiasaanmu ini" ucap Dion sambil menggandeng Meira turun dari mobil dengan berjalan sempoyongan.


sepasang pasangan muda yang sedang mabuk dan menikmati kehidupan mereka, itulah pandangan orang yang mereka lewati.


"tapi kamu slalu suka aku yang gini kan dan kali ini kamu pun sama sepertiku"ucap Meira


Penguasaan diri meira berkurang, hatinya masih mengira Dion adalah pasangannya mereka pun saling berci*man dengan mesra, kesadaran Meira mulai menipis, andai saja semua ini nyata dan semua hal buruk hanya mimpi yang semu


"sayang pelan pelan"ucap Dion sambil memapah Meira menaiki yatch yang mereka sewa


"Dion apa kamu tau,aku sangat sayang kamu,aku bisa bikin kamu jadi orang yang paling bahagia, berjalanlah disampingku" ucap Meira lebih ke memohon lalu memeluk dion

__ADS_1


"Maaf, tapi aku rasa di kehiduan berikutnya pun aku akan tetap menjadi milik Pamela" bisik Dion di telinga Meira


"Sayang ayo duduk,bentar agi kita berlayar" ucap Dion menuju tempat duduk yang sudah di desain dengan indahnya,ya ini Honeymoon mereka yang menyedihkan Meira masih berusaha


setengah jam berlalu,dengan hati yang penuh dengan kekacauan, Meira berusaha menggapai kesadarannya tapi Dion malah memberinya minuman, meira mencari semua cara mulai untuk memundurkan waktu, setidaknya Dion sama mabuknya dengannya dia tidak akan bisa menjalankan rencana jahatnya


"Dion jangan bunuh aku" ucap Meira sedih


"aku bisa memberiku semuanya, atau biarkan saja aku pergi, aku akan membiarkanmu menikmati semua kekayaanku, asal jangan sentuh keluargaku, aku akan menjauh dari kalian, aku nggak akan bilang semua yang terjadi hari ini,lepaskan aku" pinta Meira


"aku nggak pernah buat salah apapun ke kamu,jadi kenapa kamu gini" ucap Meira


"Meimei" ucap Dion


"dulu saat kamu deketin aku,aku udah bilang aku nggak ada rasa ke kamu,aku beberapa kali bilang aku bukan orang yang pantas buat kamu,tinggalkan aku sendiri,tapi kamu bukannya menjauh,kamu mumbuatku terbiasa dengan kekayaan, jadi aku tak bisa menolakmu lagi kan" ucap Dion menyalahkan Meira


"tapi kalo dulu kamu bilang kamu udah ada istri,aku pasti menjauh" ucap Meira


"aku bahkan sudah bisa membayangkan gimana sedihnya wajah wajah sombong keluargamu saat mereka tau kamu hilang"ucap Dion sambil tertawa


"ini kejahatan,kamu bisa ditangkap, kamu nggak takut" ucapnya meira gusar dan mempertahankan kesadarannya,dia harus membuat dion tetap bercerita dan antingnya akan merekam,setidaknya kalau dia harus mati,dia tidak mati konyol dan keluarganya harus tetap aman


"dion kamu itu orang baik, aku yakin pamela lah yang menghasutmu, gimana kalo gini aku bisa memberimu seluruh perusahaan pribadiku dan kalian bisa pergi jauh dari sini,tanpa takut polisi mengejarnu" rayu Meira


"tapi kalau aku membun*hmu, sebagai suami yang sedih,aku bisa mewarisi semua milikmu, dan aku bisa menikahi Pamela lagi kan, bayangkan semua milikmu akan menjadi milik kami" ucap Dion


"keluarga itu nggak bodoh,mereka nggak mungkin bisa kamu tipu semudah itu" ucap Meira


"mereka memang pintar,tapi ingat mereka pasti sedang bersedihdan aku perlahan akan mendapat keercayaan mereka" ucap Dion santai


"Eros pasti membun*hmu" senjata terakhir Meira

__ADS_1


"eros,dia nggak mungkin membantumu,kau mencuri ibunya, anak manja sepertimu hanya membuatnya muak, apa kau tau kenapa Eros membenciku" tanya Dion sambil tersenyum kejam


"aku mencuri orang tersayangnya, namanya Kirey, wanita lembut bodoh yang sangat dia cintai dan dia kira wanita itu mencintainya, wanita itu hanya j*lang yang mau menghabiskan uangnya, aku mengejar calon tunangannya, mengambil semua kekayaannya dan membuat wanita itu meminta lebih banyak ke Eros untukku, setelah aku muak dengannya,aku membuat wanita itu gila dan akhirnya bunuh diri" ucap Dion


"lihat aku sekarang aku berdiri di depanmu tanpa dakwaan apapun yang memberatkanku" ucap Dion bangga


"jadi aku bukan datu satunya korbanmu, astaga bodohnya aku" ucap Meira kesal


"kau tau,apapun yang kau lakukan aku pasti bisa membalasmu" ucap Meira


"oke cobalah,aku akan menunggu pembalasanmu dari neraka sana, karena hanya tempat itu yang cocok untukmu,kamu pasti Mat*, laut ini luas dan dalam" ucap Dion menakuti Meira


"sayang lihat pemandangan disana, sangat indah,ayo kita lihat" ucap Dion


Dengan memeluknya mesra,Dion mengajak Meira ke pinggir yatch untuk menikmati matahari yang mulai tenggelam, suara laut dan dinginnya lautan. Meira menyerah dia pasrah, Dion masih memegang kartu As nya


"sekarang saatnya atau keluargamu akan mat*, semua pilihan ada di tanganmu, cintaku" bisik Dion tanpa nada mabuk dalam suaranya.


Meira pun langsung berdiri, dan berjalan dengan dion yang memeluknya, keluarganya harus dilindungi,dia masih bisa menggantungkan harapannya pada kenyataan kalau dia bisa renang


"lihatlah matahari mulai tenggelam,indah kan" ucap dion sambil memeluk Meira dari belakang


"tenanglah disana" bisik Dion saat yatch yang tiba tiba berbelok dan mereka pun terjun ke laut lepas


"Meira" teriak Dion


Mereka terjatuh ke lautan lepas, Dion tak lupa membenturkan kepala meira dengan keras lalu membenturkan kepalanya pada dinding yatch dengan pelan sedikit luka akan memberinya efek yang bagus


"selamat tinggal, salahkan saja semua pada takdir burukmu" bisik dion sambil tersenyum menang lalu melepaskan Meira dan pura pura pingsan


Kesadaran Meira mulai perlahan menghilang dengan tubuhnya yang semakin tertelan laut lepas

__ADS_1


"Tuhan, mohon berikan keajaibanmu, jangan biarkan mereka mengganggu keluargaku, mereka orang baik,hukumlah aku, aku bukan anak yang baik, tapi aku hanya anak nakal yang masih bisa berubah" ucap Meira pelan


__ADS_2