Pembalasan Termanis

Pembalasan Termanis
14.dikhianati lagi


__ADS_3

Aroma sabun yang wangi serta air yang kali menyeliputi dirinya tak akan mampu membuat Eros tenang,posisinya yang menjadi sandaran tubuh Meira terasa kaku,bukan karena berat tubuhnya, tapi karena has*rat yang mati matin harus ditahannya.


Wanita ini adalah wanita yang slalu datang di mimpinya, wanita yang slalu mengusiknya,wanita yang tidak bisa membuat tidurnya tenang.


Setelah tidak mandi hampir setengah tahun, dengan kondisi lumpuh dan dengan beberapa luka ditubuh meira, Eros memutuskan memangku Meira yang berendam dalam air hangatah, dia tidak ingin tubuh meira kaget dan bertambah kaku, sakit dan nggak nyaman.


Tujuan awal yang sangat disesalinya dengan tubuh yang ringkih pun, wanita ini slalu bisa mengirimkan sinyal sinyal yang mengganggunya,eros harus bertahan,atau wanita ini akan takut padanya.


"Si*l..." ucap eros pelan dan lirih


"Aku berat" tnya Meira terbata bata


"Nggak" ucap Eros makin tersiksa


"Eros apa yang harus aku lakukan sekarang"Meira mengulang pertanyaannya tadi


"Hidup yang nyaman" jawab eros cepat


Eros hanya bisa berharap Meira berusaha sekuat tenaganya buat sembuh dan kembali normal menjalani hidupku menjadi nyonya Burton dengan tenang tapi sayangnya harapan itu masih lama bisa diwujudkan


"nggak lucu eros" ucap Meira santai


"berusahalah untuk sembuh dulu" ucap Eros


"Hidupku susah ya" keluh Meira


"Dikit,tapi semua udah berlalu,sekarang ada aku,tenanglah" ucap Eros


"aku akan usaha sangat keras mengembalikan hidupmu yang normal kembali" ucap eros santai


"tapi itu terllu berat" ucap Meira


"kalau kamu mau menjalaninya satu persatu,aku yakin kamu pasti bisa,dan aku slalu akan menyokongmu" ucap Eros


"kamu pasti sangat mencintainya ya, sampai kamu rela membantuku membalaskan dendamnya" keluh Meira


"siapa" tanya Eros bingung


"Tunanganmu,siapa namanya ya, kirey...apa benar dia bunuh diri karena Dion?" ucap Meira teringat


Tanpa memberi penjelasan Eros lalu bangun dan kembali membopong Meira lalu menyelimuti tubuh meira dengan handuk

__ADS_1


"kak...." ucap Meira pelan


"aku lumpuh" lanjutnya nggak berdaya


"kata siapa" jawab Eros tajam


"aku sudah mendatangkan dokter dan ahli fisioterapi, kmu trauma dan kedinginan makanya otot kakimu membeku,kalo kamu siap,mulai besok kita kan mulai perawatannya, aku yakin kalo kamu tekun paling lama 6 bulan lagi,kamu pasti bisa jalan kembali" ucap Eros


"kak, apa kamu nggak akan ngianatin aku" ucapnya dengan pandangan mata yang sendu


"satu penghianatan lagi bisa membuatku m*ti" ucapan Meira membuat eros terduduk dengan lemas di hadapan Meira


Kalimat Meira melukai hatinya, seperti semua usahanya selama ini nggak cukup baik, meira masih meragukannya


"Aku nggak brani menjamin semua orang yang dulu dekat denganmu nggak akan ngianatimu,yang bisa aku janjikan dimasa depan nggak akam ada yang brani menghianatimu termasuk aku" ucap Eros


"kakak janji" ucap Meira sambil menangis


"tidak, tapi aku akan membuktikannya" ucap Eros tenang


"oh ya besok aku harus ke jepang, ada masalah perusahaan, mungkin sedikit lama, tina akan menemanimu untuk terapi " ucap Eros jujur


.....


Meira memulai langkah demi langkah yang sulit dan sakit, Meira berusaha membesarkan hatinya, berlatih dengan keras dan tegas misinya dia ingin membuktikan dirinya bisa lalu membalaskan kembali semua yang dia alami, dia juga ingin ketika eros pulang dia sudah bisa jalan


"ayo Memey sedikit lagi"ucap Tina menyemangati Meira


"tina....kenapa Eros belum pulang belum" ucap Meira khawatir


"Sabar ya malam ini tuan muda pulang,tadi Bang bandi sudah nelpon gue, memang agak malam tapi hari ini,tuan muda pasti kembali, kenapa loe kangen ya" tanya tina menggoda Meira.


Meira memaksa tina berbahasa santai dengannya karena mereka sudah berjanji untuk menjadi teman


"nggak...."elak meira


" ini pertama kalinya dia lama pergi ke luar negeri, hampir sebulan, apa ada yang salah dengan perusahaannya" tanya Meira


" nggak tau juga sih, gue kan udah nggak di perusahaan lagi" ucap tina polos


"sorry, loe pasti bosen banget ya di rumah sama gue terus"Meira slalu merasa bersalah, karenanya pah tina harus keluar dari perusahaan

__ADS_1


"hey....it's just 3 month ya, " Tina malah ceria


Walau gaji yang diterima sangat besar, tidaklah gampang untuk menjadi anak buahnya eros Burton, waktu libur yang cuma hari minggu atau sakit, beban pekerjaan besar dan tekanan yang tinggi, Eros slalu mengharapkan kesempurnaan dari setiap tugas yang diberinya


"Gini ya, gue seneng banget nemenin loe, ini kayak liburan yang tetep di gaji,dah gitu gaji gue naik 5x lipat lho,coba loe pikir apa jelek itu"ucap Tina tertawa lebar


"tapi nemenin gue asti ngebosenin" ucap Meira


"kadang sih,terutama kalo lo jadi melow kayak gini" canda tina


"tina gue aj bosen,hampir setaun lho,nggak keluar dari rumah ini,gue kangen keluarga gue, gue pengen tau keadaan mereka gimana,tapi gue takut" ucap Meira


"Mey sabar,gue yakin dikit lagi loe bisa jalan lagi, dan gue udah pernah saranin loe buat cek medsos mereka kan,tapi loenya nggak mau,kita stalking aja yuk, nggak bakal ketahuan ini kan" ucap Tina sambil mengambil hpnya


"gue bahkan nggak punya hp"ucap Meira


"tu karna loe nggak mau aja,coba loe speak up sama laku loe,5 menit dateng deh hp modeln terbaru" ucap Tina geli


"nggk, gue udah banyak ngerepotin eros, dan jangan bilang dia laki gue lagi,loe kn udah tau cerita kami" ucap Meira polos


"ya udah nih" ucap tina menyerahkan hpnya


"tunggu"ucap Tina tiba tiba lalu mengambil hpnya lagi


"jngn buka medsos pake akun loe lah,bahaya, kita nggk mau da yng ru kalo loe udh diketemuin kan" ucap tina mengingatkan lali dengan akunnya dia mencari akun Medsos Meira


"Mey baca ini" ucapnya menunjukkan postingan terbaru di medsos Meira


atas nama istri tercinta saya,saya mengucapkan permintaan maaf yang tulus atas semua kesalahan yang dia lakukan dan memohon agar diberikan doa untuk perjalanan indah terakhirnya, sayang aku melepasmu dengan iklas, jika kehidupan berikutnya memang benar ada, ijinkan aku tetap menjdi pasanganmu ya postingan itu bahkan dilengkapi foto pernikahan mereka


"Parah,loe masih sehat gini kok" ucap Tina keras sambil melihat raut wajah sahabatnya


"itu wajar, hampir setaun aku jatuh di lautan lepas, ,dia pasti berpikir aku sudah habis dimakan ikan" ucap Meira kelu


Meira bingung, kenapa dia bisa membuka medsosnya, hanya 1 orang yang tau, dan kenapa orang brengs*k itu bisa tau, dengan tertatih tatih Meira berjalan ke sofa


"pinjamkan aku laptopmu" ucap meira.


Dia mencurigai sesuatu, walau terkesan nakal Meira bukan orang yang bodoh, bersama sahabat terbaiknya,secara rahasia mereka membuat perusahaan kecil yang bergerak di bidang interior, mereka memasukkan semua modal dan keuntungan perusahaan mereka di akun itu,hanya dia dan sahabatnya yang tau


meira membuka aplikasi e bankingnya dan semua kecurigaannya benar rekening itu kosong, Meira melihat riwayat mutasi rekeningnya dengan rasa kecewa

__ADS_1


"ternyata aku dikhianati lagi" ucap Meira lalu tiba tiba pingsan.


__ADS_2