Pembalasan Termanis

Pembalasan Termanis
29.bertemu denganmu


__ADS_3

"gaya loe benar benar berubah" ucap tina sambil melihat Meira dengan tampilan barunya,tetap dengan topibyangnmen7tupi krpalanya


"emang loe tau gue dulu gimana" tanya Meira


"ck...dulu kita satu kampus, beda jurusan siap sih yang nggak tau loe,si primadona kampus" ucap tina


"masa kuliah dulu cuma ada dua kelompok, satu yang suka gue,dua hatter, loe masuk yang mana" ucap Meira lucu karena dia tau pasti jawaban tina


"ya jangan salahin gue juga ya,dulu gue kan nggak kenal elo"jawab tina pasti


Tina mengingat bagaimana meira dulu, Meira yarrow seorang putri kaya yang manja dan suka seenaknya dia slalu menjadi pusat perhatian, siapa yang nggak iri,siapa yang nggak mau kayak dia, banyak orang yang menjilatnya,berkata baik dihadapannya lalu memaki dibelakang, tampilannya yang mewah dan make up tebal, pakaian mewah,mobil mewah,seolah dunia slalu berbaik hati padanya dan dia tidak pernah menyembunyikannya.


Dia pembuat masalah lalu uang yang menyelesaikannya, bahkan saat dia menyukai kakak angkatan yang tertampan di kampus pun dia mendapatkannya dengan mudah,tapi ternyata...


"jadi anak orang kaya itu pasti susah, hidup loe pasti berat ya,cari es krim yuk" ucap Tina lalu menepuk bahu sahabat barunya lalu meira pun terbahak,baru tina orang yang pernah mengasihaninya karena menjadi kaya


"ntar, kita ke outlet itu dulu,cari baju baru,gue bener bener mual liat baju yang ada di rumah" ucap Meira


"serius loe, baju di rumah itu kan keluaran terbaru, mereknya juga wow punya" keluh tina


"gue nggak suka,kalo loe suka ambil aja" ucap Meira malas malasan sambil menarik tina masuk ke outlet baju santai


"Mel, loe yakin" tanya tina ada baju baju yang dipilih meira


Pilihan sahabatnya ini memang aneh,dia menukar semua dress dari desainer ternama menjadi kaos,jins,celana pendek kain,kulo, t shirt,rok santai dan baju kaos aneka jenis.


Belum lagi tina juga memberi acungan jempol pada keberanian meira menggantungkan semua pakaian pilihannya pada Artur yang tidak berkomentar hanya memandangnya dengan masam.Meora sedang bersenang senang


lalu berjalan dengan santai ke arah sandal, memborong banyak sandal santai,sepatu kompas memberinya pada bodyguard 1, mengambil banyak topi dan kacamata dan memberinya pada bodyguard 2


"loe mau buka toko baju, ini banyak" keluh Tina tapi tetap mengikuti Meira

__ADS_1


"oke selesai, soalnya aku nggak tau kapan Eros bakal ngasi aku keluar lagi" ucapnya


......


"bug.." seseorang menabrak Meira saat mereka keluar dari outlet tadieira jatuh terduduk topinya bahkan terbuka


"nona maaf" ucap suara seorang pria yang dengan sigap memeganginya, suaranya lembutnya sangat familiar di telinga Meira


mata meira terbelalak melihat siapa orang yang menabraknya, wajah tampan dan pandangan teduh yang sangat dia rindukan, kenapa harus secepat ini dia bertemu dengan kakaknya, Harry Yarrow


dengan cepat Artur menarik Meira kembali dan menghalangi pandangannya Meira, memberi meira waktu untuk menenangkan diri.


"Tuan muda Yarrow" sapa Artur dengan hormat lalu melihat pandangan bertanya di wajah Harry


"saya Artur,salah satu pegawai tuan Burton" ucap Artur hormat, bagaimanapun orang ini adalah adik tiri sekaligus kakak ipar dari tuan mudanya


"oooh, i see,dan siapa gadis menawan yang kamu kawal ini, apa dia seorang Burton, sepupu atau ponaan kakakku, tapi aku belum pernah tau ada burton yang secantik ini" goda harry. Harry lalu mengintip ke belakang pundak Artur.


"ahhh... Aku ngerti sekarang,beberapa waktu lalu media sempet memberitakan pernikahan rahasia kakak tiriku ini, aku kira cuma candaan, ternyata" ucap Harry gembira


"sekarang aku paham kenapa dia menyembunyikan pernikahannya, kalo aku pun akan seperti dia, punya istri yang cantik dan menawan, jangankan mengawalnya kemana mana, aku akan menyimpan isyriku di rumah,agar orang orang tak melihatnya" ujar harry


"hai Kakak ipar, namaku harry Yarrow, maaf aku nggak sengaja menabrakmu, kenapa kamu sembunyi gitu,aku kan nggak makan orang kok" ucapnya genit


"sayang sekali wanita imut dan menawan sepertimu sudah ada yang punya" ucap Harry lalu menepuk ringan pundak Artur


"bilang pada tuan mudamu, kalo dia menyia nyiakan istrinya, aku akan dengan senang hati menampungny" ucap Harry lalu berjalan menjauh.


Meira hanya diam dan menundukkan kepalanya, sesekali dia melihat sosok kakaknya yang berjalan menjauh setetes air mata pun jatuh dipipinya,apa dia seberubah itu sampai kakaknya sendiri tidak mengenalinya, dan kenapa Harry berubah segenit ini


"nyonya" ucap Artur pelan

__ADS_1


"Dimana Eros, aku mau dia" ucap Meira sambil menangis,


"kita ke Burton grup" ucap Artur mengerti kegelisahan nyonya mudanya.


Tina dengan sigap memakaikan salah satu kaca mata hitam yang baru saja mereka beli lalu memapah meira kembali ke mobil mereka


.....


"zoe, apa adikku baik baik saja" ucap harry mempercepat langkahnya lalu masuk kembali ke mobilnya, kaca mata hitamnya mungkin bisa menyembunyikan tangisan di wajahnya, tapi suaranya yang bergetar mengkhianatinya. Harry menangis sesegukan


Hari ini salah satu mata mata yang dia tugaskan di Luar Mansion Burton mengabarinya, dua orang wanita dan rombongannya keluar dari rumah Burton dan menuju mall untuk berbelanja. Dia mengambil kesempatan, dia ingin melihat adiknya.


Dia melihat adiknya terseok seok turun dari mobilnya, dia melihat bagaimana adiknya berjuang melawan ketakutannya, dia bahkan melihat bagaimana adiknya tidak membalas saat dipermalukan oleh selegram Si*lan itu.


Adiknya berubah, dia menjadi sosok yang tertutup dan sangat rentan, wajahnya sedikit berubah badannya mengurus,saat meira keluar dari salon dan outlet, Harry melihat tampilan barunya,adiknya kembali memakai gayanya yang lama casual, rambut dan matanya pun kembali seperti dulu,dia tidak mengubahnya lagi, dia kembali menjadi meira yang dulu, sebelum dia mengejar dion, dia kembali menjadi adik kecilnya. Dia merindukan adiknya.


"apa itu dia" ucap Suara sedih dari samping kemudi mobil


"Ayah" ucap Harry tegang


"tenang Dion sedang keluar daerah" ucap Adrian


"ayah jangan lakukan lagi,itu terlalu beresiko, kita belum tau siapa saja yang sudah ada dipihaknya" ucap Harry tajam


"aku menjaga jarak aman, aku hanya ingin melihatnya, dia bayi kecilku" ucap Adrian sedih


"kenapa dia serentan itu, wajahnya bahkan berubah, apa dia kesakitan" ucap Adrian pilu


"tenang ayah, dion akan membayar setiap luka yang dia sebabkan, aku pasti bisa memb*nuh baj*ngan itu" ucap harry pelan


"sekarang aku harus mencari cara agar eros tidak menghukumku,karena melanggar janjiku untuk mendekati Meira" keluh Harry pelan.

__ADS_1


__ADS_2